Another Person Life

Another Person Life
Kehilangan Berat Badan


__ADS_3

Quirin yang melihat mereka semua berkumpul sedikit merasakan takut, ia seakan teringat dengan kejadian dimana saat Xura menembak jarinya.


Alpha yang melihat itu merasa kebingungan, ia sedikit takut jika mengusir Zee dari ruangan Quirin, tapi ia juga tidak ingin melihat Quirin merasa ketakutan.


Zee bisa melihat rasa takut di diri Quirin, tapi ia tidak perduli, baginya menemukan Xura adalah hal yang sangat penting.


"Apakah kau sudah bisa berpikir dengan jernih?," tanya Zee dengan wajah datar.


Quirin terpaksa mengangguk, walau dirinya takut tapi ia juga mulai bisa membaca situasi.


"Apa kau tau dimana saja letak kediaman Xura?" tanya Zee lagi.


"Ya, dia memiliki 2 mansion pribadi, di balik pegunungan ada sebuah mansion besar, lalu yang satu lagi berada di atas bukit pedesaan, dan itu sangat jauh dari sini" ucap Quirin sambil menunduk takut.


Ketika mendengar perkataan itu, mereka semua keluar tanpa berpamitan, dan Quirin seakan sudah bisa bernafas dengan Lega.


Saat Zee baru saja keluar dari rumah sakit, lalau keluarga Vermilion pun tiba, mereka memeluk Quirin dan melepaskan rindu mereka.


Sedangkan Zee langsung bergerak menuju mansion yang di katakan oleh Quirin, pertama mereka semua menuju mansion yang ada di balik bukit.


Mereka melihat banyak para penjaga yang berdiri di sana, Zee merasa bahwa Xura berada di dalam, lalu ia turun dan para penjaga yang melihat mulai menghentikan Zee.

__ADS_1


"Tuan, berhenti!" ucap para penjaga dengan sopan.


Para penjaga itu mengetahui siapa Zee, tapi mereka tetap profesional karena tugas mereka adalah menjaga mansion "Apa tuan memiliki janji dengan pemilik mansion?" tanya penjaga dengan sopan.


Zee dan yang lainnya tampak tercengang, mereka bahkan binggung karena para penjaga menuai hal tersebut. "Tidak!" jawab Zee dengan santai.


"Kalau begitu, tuan tidak diizinkan masuk, karena ini adalah mansion pribadi dan tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang" tolak penjaga itu lagi.


Zee yang mendengar itu berusaha memikirkan cara, "Apa pemilik mansion ini adalah Xura?" tanya Zee.


Para penjaga itu menggelengkan kepalanya dengan pelan "Kami tidak bisa membocorkan informasi tentang pemilik, tuan" jawab penjaga itu dengan sopan.


Zee sedikit frustasi mendengar perkataan para penjaga itu, lalu ia kembali kedalam mobil dan membuka laptopnya.


Zee mencoba mencari tau tentang pemilik mansion namun seluruh akses nya di tolak dan karena hal itu semakin membuat zee yakin bahwa pemilik mansion itu adalah Xura.


"Kenapa kau tidak ingin menemui ku?" gumam Zee dengan menunduk sedih.


Lalu Zee memanggil Vano dan yang lainnya, mereka mencoba pergi ke pedesaan tempat dimana mansion kedua berada.


Dan lagi-lagi, Zee harus menelan rasa kekecewaannya, jawaban yang di berikan para penjaga sama seperti penjaga sebelumnya, bahwa mereka tidak memberikan informasi apapun pada Zee dan yang lain.

__ADS_1


Wajah Zee tampak sangat dingin, Zee memerintahkan mereka semua kembali, dan saat Zee masuk kedalam mansion, ia langsung masuk kedalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya tubuhnya keatas tempat tidur.


Zee berusaha membuat pemikirannya tenang, kalau ia pun mulai berpikir bahwa Xura masih marah padanya.


"Tampaknya Xura benar-benar marah padaku, jika aku terus mencarinya, aku yakin bahwa Xura semakin tidak akan pernah mau keluar dari persembunyian nya" gumam Zee sambil menutup kedua matanya dengan satu tangan.


Zee benar-benar tidak tau bagaimana cara menghubungi Xura, Lalu tiba-tiba saja ia mengingat bahwa Xura pernah melakukan kontak dengan Yvon menggunakan komputer nya.


Zee terduduk dan ia langsung berlari keluar kamar untuk menemui Xeno, "Xeno!, dimana kau!" teriak Zee di dalam mansion.


Xeno yang baru saja menjatuhkan tubuhnya kini tersentak kaget dan langsung berdiri "padahal aku baru saja ingin beristirahat, dan ini terus terjadi berulang kali" gumam Xeno sambil memegang dahinya yang tengah sakit.


Beberapa bulan belakangan ini, Zee selalu berteriak memanggil Xeno, sedangkan Xeno bahkan seperti ingin mati karena Zee selalu memerintahkan menghandle semua pekerjaan Zee.


Leva dan Gio bahkan merasa kasihan pada Xeno, tapi mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa, karena Zee begitu dingin dan sangat kejam.


Bahkan kepada dirinya sendiri, Zee terus bekerja dan bekerja, ia bahkan menyibukkan dirinya karena tidak ingin Xura melihatnya seperti orang lemah.


Di perusahaan, jika Zee sudah mendapatkan proyek maka dia akan langsung memberikan nya pada Xeno, dan setelah itu Zee kembali mengambil proyek lainnya dan kembali memberikannya pada Xeno.


Begitu seterusnya sehingga Xeno terlihat seperti orang yang telah kehilangan berat badan dan kedua kantung mata Xeno bahkan tampak terlihat sangat jelas.

__ADS_1


Xeno keluar dari kamar dan menghampiri Zee "ada apa?," tanya Xeno yang sudah tampak kelelahan.


Bersambung ....


__ADS_2