Another Person Life

Another Person Life
Permainan Masih Berlanjut


__ADS_3

Quirin tetap diam sambil menatap Darla, setelah masuk ia mengunci pintu itu kembali, lalu melempar tas yang ada di pundaknya kesembarang arah.


Quirin mulai mendekati Darla "pergi!, jangan mendekat!" teriak Darla sambil mengusir Quirin


"Bukankah tadi kau sudah selesai mengoceh?, jadi sekarang adalah giliranku" ucap Quirin sambil memasukkan kunci kedalam saku lalu membagi setengah alat-alat itu kesebelah tangannya.


Quirin berjalan perlahan hingga membuat Darla mundur dan punggungnya menyentuh dinding "kau tidak bisa lari!" Quirin mulai berjongkok di hadapan Darla.


"Bukankah kau sangat suka berteriak?, bagaimana kalau aku menjahit mulut mu saja agar kau bisa lebih leluasa berteriak?" tanya Quirin sambil mengangkat sebuah suntikan sambil tersenyum manis.


Darla membelalakkan matanya "menjauh dariku!" teriak Darla


Vano dan sang dokter benar-benar tidak percaya, mereka membuka mulutnya dengan sangat lebar serta ingin menjatuhkan rahangnya karena mendengar ucapan Quirin.


"Apa wanita seperti ini yang disukai oleh tuan muda?" batin sang dokter sambil sesekali melirik kearah Zee


"Nona mempunyai penampilan yang sangat imut dan juga cantik, mereka pasti berpikir nona mempunyai sifat seperti malaikat, tapi jika mereka melihat sisi lain nona, maka aku yakin mereka akan segera menepis pikiran itu" batin Vano sambil memegang pelipisnya


Zee hanya berdiri sambil menonton pertunjukan yang akan dibuat oleh Quirin "dia sangat pintar membuat lawannya ketakutan" batin Zee


Quirin berdecih "cih.. kau kembali berteriak, benar-benar membuatku kesal" ucap Quirin sambil menatap Darla


Quirin menatap kembali mengangkat tinggi suntikan yang ada di tangannya "ah ... lihatlah, ini tidak ada benangnya, jadi bagaimana bisa aku menjahit mulut beracunmu itu?" ucap Quirin sambil berpikir


Dalam ketakutannya Darla benar-benar tidak habis pikir, terbuat dari apa hati wanita yang ada didepannya ini, ia bahkan mengatakan hal-hal mengetikan itu dengan sangat santai.


"Dia sama gilanya dengan dokter itu" batin Darla sambil melirik kearah sang dokter


Quirin melirik kearah Darla "apa yang kau lihat?, mereka tidak ada hubungannya dengan kita, jadi fokuslah pada suntikanku" ucap Quirin sambil mengangkat suntuikan itu tepat didepan wajah Darla.


Darla mengepal tangannya dengan kuat sehingga memperlihatkan urat-urat yang timbul keluar "menyingkir dariku!" teriak Dara


"Untuk apa aku pergi?, bukankah kau yang mengundangku?, jadi aku tetap disini untuk menemanimu bermain" ucap Quirin sambil memiringkan kepalanya dan melihat kearah Darla dengan wajah polos.


Darla sangat marah ketika mendengar ucapan Quirin, ia mengangkat sebelah tangan seperti terlihat ingin memukul, tapi ia hanya memukul udara "aku tidak ingin melihatmu !, pergi kau wanita j*lang!" teriak Darla

__ADS_1


"Tidak perlu membuang tenaga seperti itu, aku segera akan membuat tanganmu tidak bisa bergerak lagi" ucap Quirin mengubah ekspresinya menjadi datar


Ia melempar semua alat yang ada di genggamannya, lalu Quirin memegang kedua tangan Darla.


"Lepaskan!"


"Wanita j*lang!


"Kau berhati iblis!"


"Aku berharap kelak kau akan merasakan sakit seperti yang aku rasakan!, bahkan cepat atau lambat kau akan di tinggalkan tuan muda!"


"Wanita sepertimu tidak pantas mendapat kebahagiaan"


Segala umpatan telah di keluarkan oleh Darla, Quirin tampak tidak perduli, ia seolah-olah tidak mendengar apa yang telah di teriaki oleh Darla dan terus menyeret sampai ke tengah, lalu menghempas Darla dengan sangat kuat.


Arghhh


Darla tersungkur dengan wajah mengenai tanah "aku benar-benar membencimu!" teriak Darla sambil menatap Quirin dengan tajam.


Darla sungguh terkejut, ia membelalakkan matanya.


Setelah itu, Quirin menaruh kedua tangan Darla diatas tanah, ia mulai menaikkan dirinya diatas kedua tangan itu lalu berjongkok dengan sangat santai.


Arghhhhh


"Apa kau gila?, untuk apa kau melakukan ini?, menyingkir dari sana" teriak Darla yang sudah mulai berurai air mata


Sang dokter begitu terkejut melihat adegan yang dilakukan oleh Quirin, bahkan Vano juga membelalakkan matanya "apa ini nona yang aku kenal?" batin Vano


"Ayo berteriak lah lebih keras, aku memberimu waktu untuk berbicara sambil berteriak, bahkan sekarang juga sama, jadi berteriak lah sesuka hatimu" ucap Quirin sambil tersenyum


Darla menatap Quirin dengan susah, karena ia harus mendongakkan kepalanya lalu menatap Quirin dengan terbalik.


"J*lang, lepaskan aku!" teriak Darla dengan berurai air mata

__ADS_1


"Disaat seperti ini, kau masih saja mengeluarkan kata-kata menjijikkan" ucap Quirin dengan kesal


Vano dan sang dokter ingin sekali tertawa, karena mereka mendengar Quirin menyuruh Darla untuk berteriak, tapi setelah Darla berteriak, ia malah terlihat kesal


"Dia wanita yang unik" batin sang dokter


Quirin berdiri diatas kedua tangan itu, lalu ia menjatuhkan satu kakinya ke tanah dan kaki satunya lagi menginjak kedua tangan Darla sambil menekan dengan sangat kuat.


Arghhhh


"Hentikan!" teriak Darla yang sudah menitikkan air mata dengan deras


"Haha ... kemana perginya kesombonganmu tadi?" tanya Quirin sambil tertawa mengejek


Mereka yang ada di luar jeruji hanya bisa menggeleng melihat permainan yang dilakukan oleh Quirin.


"Sialan kau!" teriak Darla sambil menangis sesegukan


Setelah puas menginjak tangan Darla, Quirin menurunkan kakinya lalu mengambil kembali alat-alat yang berserakan di tanah.


Darla bernafas lega melihat Quirin telah berhenti menginjak tangannya, ia mencoba untuk bangkit dan berusaha menggerakkan tangannya, tapi ia merasakan sakit yang luar biasa.


"Tidak bisa digerakkan?" tanya Quirin sambil berjongkok di hadapan Darla


Arghhhhh


Quirin langsung menancapkan sebuah jarum "apa ini kurang?" tanya Quirin sambil melihat kearah Darla


"Ini sangat menyakitkan!, hentikan!" teriak Darla dengan berurai air mata


"Permainan masih berlanjut" ucap Quirin sambil tersenyum


Quirin berdiri lalu berjalan mendekati jeruji "ambilkan aku suntikan yang lebih banyak" ucap Quirin dengan datar


Sang dokter dengan segera mengambil beberapa suntikan dan memberikannya pada Quirin.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2