
Sesampai diapartemen, Al masuk dan langsung mendaratkan tubuhnya di sofa "Xeno bagaimana caranya aku meminta bantuan pada Zee?" tanya Al yang sangat pusing
"Aku saja yang berbicara dengan Zee, kau tunggu di sini saja" ucap Xeno sambil melihat kearah Al yang sedang memijit pelipisnya
Al hanya mengangguk dan membaringkan tubuhnya di sofa.
Xeno keluar dari apartemennya dan melihat Clamy sedang duduk "Dasar wanita gila!" cibir Xeno pelan sambil melewati Clamy
Clamy hanya memandangi Xeno yang melihatnya "Bukankah dia yang bersama Al di bandara?, kemana perginya Al?" gumam Clamy sambil melihat kekanan dan kekiri
"Al tidak bersama dengannya, lebih baik aku menunggu disini" gumam Clamy sambil memainkan ponselnya
Xeno bergegas melajukan mobilnya ke mansion Zee, setelah masuk, ia menemui Zee diruang kerja
"Ada perlu apa?" tanya Zee datar tanpa menoleh, ia sambil membalikkan selembar demi selembar kertas yang ada di tangannya
"Al meminta bantuan Quirin" ucap Xeno santai
Tangan Zee terhenti lalu menatap Xeno "Tidak" ucap Zee dingin
"Bukan Quirin, tetapi Quiran" ucap Xeno menatap Zee dengan serius
Zee menatap Xeno dengan datar dan Xeno membalasnya dengan tatapan biasa "Al membutuhkannya karena Clamy mengejarnya bahkan sampai ke inggris" ucap Xeno santai
"Aku tidak mengetahui bagaimana cara mereka bertukar" ucap Zee beranjak berdiri membalikkan badan dan menatap luar jendela
__ADS_1
"Masalah darla juga belum terselesaikan, karena aku tidak bisa menghubungi Quiran" ucap Zee datar sambil menatap langit
Xeno dan Zee berfikir sangat keras bagaimana cara memanggil Quiran, karena masih banyak jawaban yang masih diingin kan oleh Zee.
Disatu sisi...
Sepasang manusia yang bukan suami istri kini telah sampai di inggris, siapa lagi jika bukan Alpha dan Xura.
Mereka mencari hotel untuk menginap, Al hanya mengikuti Xura yang memimpin jalan, hingga akhirnya mereka menemukan hotel bintang 5 yang sangat terkenal.
"Alpha, kita menginap disini saja" ucap Xura terlihat gembira
"Besok kita harus ke pantai" ujar Xura lagi sambil tersenyum senang
Alpha hanya mengangguk dan tersenyum melihat senyuman yang terbit dibibir Xura "Dia bukan seperti Xura yang dirumorkan kalangan pembisnis" batin Alpha
"Jangan merusak rambutku" ucap Xura sambil membenarkan rambut dan mulai mengerucutkan bibirnya
"Baiklah, baiklah, kamu terlihat imut" ucap Alpha tertawa kecil
Mereka berdua memasuki kamar masing-masing, Xura tidak bisa memejamkan matanya, ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar balkon.
"Bagaimana keadaan ayah?, aku sangat merindukannya" gumam Xura dengan raut wajah sedih
"Apapun yang ayah lakukan terhadapku, aku bisa memaafkanmu ayahp" gumam Xura
__ADS_1
Ia melihat keatas, disana terdapat sang rembulan serta di temani taburan bintang yang menyinari sang malam.
"Aku tidak seperti bulan yang bisa membantu menyinari kegelapan, tapi aku seperti kegelapan yang harus temani sang rembulan" ucap Xura dengan sedih
"Xura asli persis seperti bulan dan Aku seperti kegelapan" lanjutnya
"Jika Xura berada didunia ini, dia pasti bisa menolongku dengan kekuatannya, tekatnya untuk membalas dendam terlalu kuat, berbeda denganku, aku bahkan tidak mempunyai niat untuk membalas dendam dan terlalu takut untuk menanggung semua beban itu" ucap Xura memejamkan matanya sambil menghirup udara malam
Setelah berfikir panjang, Xura masuk kedalam kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia harus beristirahat agar besok tenaganya terisi penuh
Dikamar sebelah, Al juga tidak bisa tidur, ia memikirkan banyak hal "Aku berharap dapat menemukan semua jawabannya disini" gumam Alpha sambil menutup matanya perlahan dan mulai masuk kealam mimpi
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏