
Zee membawa Quirin yang berlumuran darah kembali kedalam mansion tanpa memberikan komentar apapun, baju yang dikenakan oleh Zee juga ikut berubah warna menjadi merah
Saat Zee dan Quirin memasuki mansion, di depan pintu mereka berdua disambut oleh para maid, akan tetapi para maid menunjukkan ekspresi yang sama, ya... mereka semua merasa sedikit terkejut karena belum terbiasa dengan penampilan yang ditunjukkan Zee saat ini, dan secara bergantian melirik ke arah satu sama lain
Para maid juga tidak berani mengeluarkan suara walaupun hanya dengan bisikan, setelah bertukar lirikan, mereka secara serentak menundukkan kepala untuk menunjukkan rasa hormat
Tidak lama kemudian, setelah keheningan menyelimuti area tersebut, akhirnya salah satu maid tertua memberanikan diri mengangkat kepala dan menatap ke arah tuan mudanya yang telah berlumuran darah, raut wajahnya juga berubah menjadi khawatir, ia pun langsung berlari mendekati Zee,
"Apa tuan muda tidak apa-apa?" tanya maid tertua dengan suara yang lembut namun terdengar khawatir
Zee langsung berhenti dan menatap maid itu
"Aku baik-baik saja, terima kasih sudah mengkhawatirkanku" ucap Zee datar namun terkesan sopan, ia hanya berlaku sopan kepada orang-orang tertentu saja, namun sampai sekarang tidak ada yang bisa mengubah ekspresi datar itu menjadi lembut
Saat maid tertua mendapat jawaban dari tuan mudanya, salah satu maid yang lain mencoba memberanikan diri untuk bertanya mengenai Quirin yang berada didalam dekapan tuan mudanya
"Tuan muda ada apa dengan nona Quirin?, tunggu, saya akan memanggil dokter Al untuk segera datang kesini" ucap salah satu maid yang mencoba mencari perhatian Zee, dan bergegas pergi mengambil telepon
"Tidak perlu, Bersihkan tubuhnya" ucap Zee datar dan merubah ekspresinya menjadi dingin, lalu melanjutkan jalannya menuju kamar Quirin
Mendengar perkataan Zee, maid itu pun menunduk, ia berdiri seperti patung dengan tubuh yang sedikit bergetar ketakutan
Para maid lain yang mendengar ucapan Zee pun langsung membubarkan diri, hanya tersisa salah seorang maid yang bertugas menjaga Quirin, ia juga sudah sangat mengerti dengan tugasnya sendiri dan langsung mengikuti Zee dari belakang dengan diam
Saat tiba di depan pintu kamar Quirin, maid itu bergegas membuka pintu dan mempersilahkan Zee masuk dan menaruh Quirin di atas tempat tidurnya, setelah itu Zee keluar tanpa mengatakan sepatah katapun
Maid itu langsung mengerjakan tugasnya dengan telaten, ia mengambil air dan membasuh wajah Quirin, ia juga menatap lekat wajah Quirin yang tertidur pulas "Nona sangat cantik dan juga beruntung bisa mendapatkan tuan muda Zee yang sangat didambakan oleh semua wanita di inggris, aku jadi sangat iri dengan nona, tapi aku adalah seseorang yang sadar akan batasan" gumam maid itu sambil mengayunkan tangannya, membersihkan wajah Quirin yang di penuhi noda darah
Dengan cepat ia membersihkan tubuh Quirin lalu memakaikan baju Quirin "Selesai, nona terlihat sangat cantik, aku benar-benar-bangga dipilih tuan muda untuk mengurus nona" ucap maid itu dengan gembira
__ADS_1
Maid itu kemudian berjalan keluar untuk memberitahukan sesuatu pada majikannya, saat membuka pintu, ia justru melihat majikannya sedang berdiri tegap sambil bersandar didinding dan memancarkan aura yang sangat mendominasi
Maid itu pun langsung terpesona, mata yang kecil itu menatap Zee dengan lembut, tiga menit telah berlalu, ia terus menatapnya tanpa mengedipkan mata, saat bayangan Quirin terlintas di benaknya, ia pun seketika tersadar dan mencoba menepuk pelan pipi kanan dan kiri secara bergantian "Tidak, tidak, tuan muda Zee milik nona Quirin, aku hanya boleh mengagumi tuan muda saja, ya... hanya itu yang harus ku ingat" gumamnya menyakinkan diri sendiri
Mendengar ada suara sayup-sayup, Zee melirik tanpa menggerakkan lehernya, ia masih bisa mendengar apa yang telah dikatakan oleh maid itu, ia jadi merasa senang dan mulai tersenyum simpul "Sepertinya, tidak salah aku memilihnya untuk ditempatkan disisi Quirin" batin Zee sambil menatap lurus kedepan
Maid itu berjalan mendekati majikannya "Tuan muda, tugas saya sudah selesai, saya mohon undur diri" ucap maid itu, ia menatap lurus pada wajah Zee
Setelah ia melihat bahwa Zee membalas dengan sebuah anggukan tanpa melihatnya, ia tidak merasa kecewa sedikitpun, karena ia sudah terbiasa dengan sifat tuan mudanya itu, maid itu kemudian pergi tanpa sepatah katapun
Zee sendiri ikut keluar dan berjalan memasuki kamar Quirin, ia melihat Quirin yang sudah tertidur pulas, lalu ia menduduki sofa sambil menatap wajah Quirin dari kejauhan dengan intens
"Bagaimana dia bisa membunuh orang dengan cara seperti itu?" gumam Zee sambil berfikir
Banyak pertanyaan dan teka-teki yang belum terpecahkan oleh Zee, ia masih percaya sesuatu yang ia pikirkan itu tidak ada didunia ini.
"Aku harus menemui Al" ucap Zee dengan mengambil ponselnya
Saat Zee menoleh, ia melihat Quirin yang sudah terbangun dari tidurnya dan sedang berusaha bangkit
"Kau sudah sadar?" tanya Zee dingin dengan meletakkan ponselnya di atas meja yang berada tepat didepan sofa, lalu ia pun berjalan perlahan mendekati tempat tidur Quirin
"Apa kau tidak bisa melihat?" balas Quirin dengan datar
Zee tidak menjawab, ia menatap Quirin dengan dingin, Quirin yang ditatap seperti itu oleh Zee merasa aneh dan sedikit heran
"Ughh, bagaimana aku bisa berada di sini?, apa yang terjadi padaku?" ucap Quirin dengan sejumlah rentetan pertanyaan, sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing
"Kau tidak mengingatnya?" tanya Zee memastikan, ia berdiri tepat di samping tempat tidur Quirin
__ADS_1
"Tidak, aku hanya mengingat saat aku di bawa oleh maid itu, lalu aku..." ucap Quirin menggantung
".....Ah aku tidak mengingat apapun, semuanya terasa gelap setelah itu, apa aku pingsan karena terlalu banyak berlatih?" tanya Quirin dengan serius, lalu ia menatap Zee
"Apa yang terjadi padaku?" tanya Quirin lagi
"Kau habis membunuh seseorang" ucap Zee datar
"Apaaa?, siapa katamu?, aku?, tidak, tidak, aku tidak membunuh siapapun, itu mustahil, saat ini keadaanku tidak bisa berjalan dengan sempurna, bagaimana mungkin aku membunuh seseorang?, " ucap Quirin yang merasa sangat terkejut dan menjadi panik
"Apa kau serius, tidak bisa mengingat hal besar yang telah kau lakukan itu?, coba kau ingat lagi, aku ingat kalau Al mengatakan bahwa kau tidak memiliki masalah di otak" ucap Zee datar
"Tidak..., tunggu, apa jangan-jangan Dia yang telah melakukannya?" gumam Quirin yang masih di dengar oleh Zee
"Ahh... sudahlah, lupakan saja, aku benar-benar tidak bisa mengingatnya, jangan terus memaksaku" dalih Quirin dengan kesal, ia tidak ingin Zee curiga padanya, dan mengetahui sisi lain dari dirinya yang sangat mengerikan itu.
Bersambung....
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏