Another Person Life

Another Person Life
Apa Aku Semengerikan itu?


__ADS_3

Quirin tertawa keras setelah mendengar ucapan mereka, ia merasa senang telah mendapat mainan baru, tawa menyeramkan itu seketika lenyap, Quirin menampilkan raut wajah dingin dan menatap mereka dengan tajam


"Urus dulu wanita merepotkan ini" ucap Quirin menghempas tangan Darla menjauh darinya


Darla yang tidak seimbang terhuyung kebelakang dan jatuh terduduk di lantai, Darla memegangi tangannya yang sakit "menyebalkan, aku akan membalasmu" teriak Darla


"Justru kau yang sangat menyebalkan, kau hanya bisa iri pada orang yang lebih cantik darimu" ucap Quirin santai sambil melihat kuku lentiknya dan mengayunkan kaki diatas brankar


"Kalian berdua untuk apa hanya berdiri saja, tangkap wanita itu!!" teriak Darla sudah berapi-api


"Tanpa kau teriaki, kami juga sangat menginginkan dia" ucap salah taunya dengan kes


"Cih, benar- benar wanita yang merepotkan, aku akan mengurusmu nanti" batin keduanya bersamaan


"Kemarilah, kebetulan permainanku belum selesai" ucap Quirin tersenyum manis sambil turun dari brankar dan hanya berdiri


Keduanya berlari kearah Quirin, dengan sigap Quirin melawan keduanya dengan sangat lincah tanpa menggunakan alat apapun


Mereka berdua sungguh terkejut, wanita yang dikira hanya mengandalkan kecantikan ternyata sangat jago bertarung, kekuatan tangannya dua kali lebih kuat, membuat keduanya kualahan saat melawan Quirin


Quirin bertarung sangat keras dengan menunjukkan senyum khas yang mengerikan, Setelah bertarung habis-habisan, keduanya terkapar dilantai dengan luka lebam yang sangat banyak

__ADS_1


"Ahhh, rasanya sangat menyenangkan, kemarin aku tidak melakukan ini, hanya mematahkan anggota tubuh saja, sangat tidak seru" ucap Quirin melirik kearah Darla dengan membuat raut wajah mengejek


Darla yang melihat pertarungan itu diam tanpa kata, keterkejutannya berubah menjadi ketakutan, ia melihat sendiri pertarungan yang dilakukan oleh Quirin membuatnya ingin segera pergi, tetapi pertarungan itu telah usai, ketika Quirin meliriknya membuatnya berkeringat dingin, apalagi setelah mendengar ucapan Quirin membuatnya lebih ketakutan hingga tubuhnya tidak bisa bergerak sedikitpun


"Apa kau ketakutan sekarang?" tanya Quirin berjalan mendekati Darla


"Jangan mendekat" ucap Darla ketakutan, ia masih terduduk di lantai hingga mundur perlahan dengan menggunakan tangan dan bokongnya, baju putih Darla yang tadinya putih kini sudah berubah warna


"Haaaaaa, ini sungguh menyenangkan, kemana perginya kesombonganmu tadi?, saat kau menyewa mereka berdua kenapa kau tidak berfikir akan konsekuensinya?, sekarang karena giliranmu tiba kau sudah ketakutan?" tanya Quirin tersenyum Smirk


"Aku masih belum menyentuhmu, kenapa kau sampai ketakutan begitu?, apa aku semengerikan itu sebagai wanita?" tanya Quirin lagi sambil memegang dagunya seolah-olah sedang berfikir


"Pergi sana wanita murahan!!" teriak Darla dengan marah, ia sangat tidak suka jika seseorang mengatainya takut, Darla berusaha berdiri dan berlari agar bisa cepat keluar dari gudang kumuh itu dan membalaskan dendam ya di lain waktu


"Kau ingin pergi begitu saja?, maka aku tidak akan segan untuk melempar pisau ini" ucap Quirin dingin


Pisau yang tadinya ditangan Darla kini sudah berada di tangan Quirin, sebelum Quirin menghempas Darla, ia terlebih dulu mengambil pisau itu dari tangan Darla


Mendengar pisau, Darla langsung mencari ternyata pisau itu sudah tidak berada di tangannya lagi dan sudah berada ditangan Quirin


"Terkejut?, kau ingin mencobanya?, maka kau bisa pergi" ucap Quirin dingin tersenyum smirk sambil memutar pisau ditangannya

__ADS_1


Darla berdiri dengan berfikir, ia sedikit binggung dan dilanda kecemasan, jika maju satu langkah takutnya Quirin benar-benar bisa melempar pisau itu tapi jika tidak segera keluar, maka ia tidak mempunyai kesempatan untuk membalas Quirin


Setelah Darla selesai berfikir dan melihat kearah Quirin, ia melihat jarak di antara mereka yang benar-benar jauh, Darla tersenyum manis


"Tidak mungkin wanita murahan itu bisa melempar pisau sejauh ini, jarak kami sangat jauh" batin Darla senang


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2