
Quirin pergi dengan keadaan marah "Selama ini dia menutupinya dariku, bodoh sekali aku karena tidak pernah menyadari itu" gumam Quirin dengan kesal
"Lihat saja, aku akan pergi menjauh dari kehidupanmu, didunia ini tidak ada yang bisa ku percaya bahkan alter ego yang ada didalam tubuh ini" gumam Quirin
Quirin keluar dari hutan memakai insting, setelah lama berjalan akhirnya ia keluar dari hutan, dan sialnya tidak ada kendaraan apapun yang lewat.
"Benar-benar sial, aku harus berjalan sampai ujung untuk mendapatkan sebuah kendaraan" gumam Quirin
Quirin terpaksa berjalan kaki, beberapa jam berlalu ia baru mendapatkan sebuah taksi yang sedang melaju, Quirin langsung menghentikan taksi itu.
Quirin tidak mengetahui jika dibelakangnya terdapat satu mobil yang melaju pelan, pemilik mobil itu menatap Quirin dengan sedih, mobil itu adalah milik Zee.
Setelah keluar dari hutan, Zee melihat Quirin dari kejauhan, ia ingin menghampiri Quirin tapi sekarang adalah bukan waktu yang tepat, maka dari itu ia mengikuti secara perlahan dan tetap menjaga Quirin dari kejauhan.
Quirin meminta supir taksi untuk mengantar ke mall tempatnya berbelanja, ia ingin mengganti baju serta mengambil mobil yang terparkir di mall.
"Bajuku terasa sangat bau, aku sangat bersyukur darah wanita itu tidak mengenai bajuku, jika tidak, maka aku akan terkena masalah besar" ucap Quirin kesal
Ia turun dan membayar taksi itu memakai kartu gold, setelah itu Quirin masuk ke mall dan berbelanja beberapa baju.
Setelah itu Quirin berjalan keparkiran dan langsung memasuki mobilnya, ia kembali kerumah dengan keadaan kesal, setelah sampai dirumah Quirin bergegas masuk.
Semua anggota keluarga melihat kearah pintu, disana terlihat Grizo menatap Quirin dengan tajam.
Quirin melihat Calis dan juga Lura sedang tersenyum senang, lalu Quirin membalas tatapan Grizo dengan santai "Sepertinya ada permainan baru, kita lihat permainan apa yang di rencanakan monster itu" batin Quirin
Quirin berjalan mendekati Grizo yang sedang duduk "Ada apa dengan ayah?, mengapa menatapku seperti itu?" tanya Quirin dengan pelan
Grizo berdiri dari sofa menatap Quirin dengan tajam "Kemana tanaman yang diberikan tuan muda?" tanya Grizo meninggikan suaranya
Quirin melirik kearah Calis dan lura, di sana mereka tersenyum senang, tatapan Quirin mulai berubah "mereka memasuki kamarku?, lihat saja apa yang akan aku lakukan" batin Quirin sambil menatap keduanya dengan tajam
Saat dirinya menjadi Xura, ia sangat membenci orang-orang yang menyentuh barangnya, siapapun yang menyentuh barangnya maka tidak ada yang memiliki akhir yang baik.
"Aku sudah membakarnya" ucap Quirin dengan santai tapi masih menatap Calis dan Lura.
"Apa?!" teriak Grizo terkejut dengan membulatkan matanya dengan sempurna
__ADS_1
"Bagus sepertinya dia akan dimarahi" batin Calis tersenyum
"Bukankah itu pemberian tuan muda?, bagaimana bisa kau membakarnya?" tanya Grizo dengan geram sambil menatap tajam Quirin dengan tajam
Quirin beralih menatap sang ayah "Ya, dia memberikannya padaku, tetapi setelah aku menaruh tanaman itu di balkon kamar, ternyata terlihat sangat jelek" ucap Quirin santai
Lalu Quirin berfikir untuk bertanya "Tapi bagaimana ayah..." ucapan Quirin terpotong oleh Lura
"Aku tidak akan membiarkan ayah mengatakannya" batin Lura
Lura yang mendengar pertanyaan itu begitu terkejut, ia langsung menyambar agar Grizo tidak memberitahukannya Quirin "kak, jika kakak membakarnya maka tuan muda akan marah pada keluarga kita" ucap Lura pelan
"Huh, monster kecil ini Ingin mengelak?, aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja" batin Quirin tersenyum smirk
"Sebelum itu aku sudah membicarakan ini dengan tuan muda, dia juga menyetujuinya, jadi ayah tidak perlu khawatir" ucap Quirin tersenyum
Grizo terlihat lega, ia tidak ingin tuan muda marah dan membatalkan kerja sama perusahannya.
Lura terlihat sangat kesal, karena melihat Grizo sudah tidak marah lagi pada Quirin "Tapi kak...?" ucapan Lura menggantung karena Quirin langsung memotong ucapannya
"Kau tidak percaya?, baiklah aku akan menghubungi tuan muda" ucap Quirin sambil mengambil ponsel yang ada di sakunya
"Tuan muda, bukan kah aku sudah meminta izin mu untuk membakar tanaman yang kau berikan?" tanya Quirin dengan santai
"Sudah" ucap Zee dari seberang telepon
"kau tidak marah padaku?" tanya Quirin lagi
"Tidak" ucap Zee dari seberang telpon
Quirin langsung mematikan sambungan ponselnya, ia menatap tajam kearah Calis dan juga Lura "Ah... sekarang aku tau darimana ayah mendapatkan informasi itu" ucap Quirin sambil menatap dingin
"Sepertinya kalian ingin aku di marahi ayah?" ucap Quirin
"Bu..bukan seperti itu quirin, kami takut jika barang pemberian tuan muda hilang lalu dia marah, maka kerja sama perusahaan kita akan putus" ucap Calis berusaha memberi pengertian
Lura yang ditatap dingin mendadak diam dan menggenggam tangan sang ibu yang duduk disebelahnya
__ADS_1
Quirin melanjutkan ucapannya yang tadi sempat di potong oleh Lura "Tapi bagaimana ayah mengetahui jika tanaman itu sudah tidak ada?" tanya Quirin dengan menatap Grizo dengan heran
"Sepertinya ada tikus yang masuk kedalam kamarku" lanjut Quirin menatap Lura
Calis melihat itu tidak tinggal diam "Quirin, kamu mengatai adikmu tikus?" tanya Calis dengan nada sedikit menangis
Grizo yang mendengar itu kini menatap Quirin dengan geram "kau telah mengatai adikmu Quirin!" ucap Grizo dengan muka yang memerah
"Ayah yang bodoh, bagaimana mungkin dia yang seperti ini bisa memimpin keluarga Alister" batin Quirin kesal
"Apa aku mengatakan nama lura?, sepertinya tidak" ucap Quirin santai
"Tapi apa benar kau yang memasuki kamarku Lura?" tanya Quirin sambil melihat kearah Lura dengan tajam
Lura tidak bisa mengelak lagi, karena dia sendiri yang memberitahukan berita itu pada Grizo, ia terlihat dim dan menunduk
"Aku peringatkan sekali lagi, jangan masuk kedalam kamarku, aku tidak suka barang-barang pribadiku disentuh orang lain, jika tidak tanggung sendiri akibatnya" ucap Quirin dengan kesal
"Quirin, jangan mengucapkan kata-kata seperti itu" ucap Grizo meninggikan sedikit suaranya
Quirin melihat adegan itu "Keluarga?, apa ini disebut keluarga?, dua monster berkedok malaikat, dan yang satunya hanya mengikuti Monster itu, dasar bodoh" gumam Quirin sambil meninggalkan ketiganya begitu saja, tapi ucapan itu hanya mampu di dengar oleh Grizo
Grizo mencerna ucapan Quirin "Apa maksud ucapannya" batin Grizo sambil melihat kepergian Quirin, kini ia beralih menatap Calis dan juga Lura yang sudah bergetar takut.
Bersambung....
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏