Another Person Life

Another Person Life
Menyerah atau Berjuang?, Itu Pilhanmu


__ADS_3

Di sebutkan keluarga V karena Andrea ingin menyembunyikan nama lengkap Vermilion, nama itu dulunya berasal dari keluarga Andrea.


Andrea yang hidup miskin sangat beruntung menikahi orang menengah keatas dan Andrea bertekad untuk mencapai puncak dunia.


Setelah berhasil, Andrea berpikir untuk tidak menggunakan nama Vermilion lagi dan menggantinya dengan V. Bagi Andrea nama Vermilion adalah aib untuknya, karena itulah ia tidak ingin nama lengkap itu di ketahui oleh orang banyak.


Tapi, Jay justru membuat perusahaan dengan menggunakan nama Vermilion dan ternyata orang-orang mengenal nama itu. Jay dan Amber mendapat respon positif dan negatif, namun hal itu tidak membuat Jay menyerah dan justru membangun nama itu hingga melambung tinggi.


Sedangkan Arcy, ia mendaftar kekayaannya menggunakan nama Ver, tapi ia juga mendaftar dengan nama Vermilion, pendaftaran itu di bantu oleh Arniva sehingga tidak ada yang bisa melacak Arcy.


Dan untuk kekayaan Alister, Arcy juga sudah menyiapkan kekayaan itu untuk Quirin tanpa sepengetahuan Grizo, Arcy menaruh nama Quirin di setiap aset yang di milikinya serta pada keluarga Alister.


"Kau setuju atau tidak?, kesabaranku ada batasnya" ucap Quiran sambil menodong pistol itu mengarah pada Quirin.


Arcy tampak gelapan dan dengan berat hati, Arcy pun langsung menyetujui persyaratan Quiran.


"Baiklah" ucap Arcy dengan kepala tertunduk.


Quiran semakin tersenyum senang, ia berjalan dan menginjak mayat Andrea dengan tenang, lalu Quiran berdiri di hadapan Quirin.


"Aku sudah menyetujui persyaratan mu, jadi menjauh lah dari Quirin" ucap Arcy dengan wajah takut.


Quiran tidak menjawab perkataan Arcy, ia pun melirik kearah Rosdi "bukankah kau seharusnya tidak di dunia ini lagi?" tanya Quiran dengan memiringkan kepalanya.


Rosdi tampak terkejut, ia tidak menyangka bahwa Quiran tau akan rahasia nya, Rosdi pun tidak menutupi rahasia itu lagi.


"Kau benar, sekarang waktunya aku pergi" ucap Rosdi sambil menatap kearah Zee.


Zee yang melihat itu tampak sedikit binggung "ada apa?" tanya Zee dengan santai.

__ADS_1


"Seorang manusia biasa dilarang menunjukkan arwah gentayangan pada manusia lain, jika dia melakukan itu maka konsekuensinya adalah nyawa nya sendiri" ucap Quiran sambil menatap Rosdi.


Zee terkejut mendengar perkataan Quiran, ia mulai teringat dengan perkataan Rosdi bahwa dirinya tidak bisa memperlihatkan Arcy, tapi ia memaksa Rosdi untuk memperlihatkan arwah Arcy pada semua orang.


Wajah Zee tampak merasa tidak enak hati, ia pun begitu merasa bersalah pada Rosdi.


"Bibi ... " ucap Zee dengan pelan.


"Tidak perlu merasa bersalah, ini sudah tugasku sekaligus jalan takdirku" ucap Rosdi sambil tersenyum.


Dan tiba-tiba saja tubuh Rosdi jatuh ke tanah, orang-orang yang ada di sana tampak ketakutan.


Karena bagaimana bisa orang yang awalnya baik-baik saja lalu tiba-tiba jatuh dengan tubuh yang tak bernyawa.


"Inilah konsekuensi yang harus di terima jika manusia biasa melawan hukum takdir" ucap Quiran sambil melirik kearah Arcy.


Arcy yang mendapat tatapan itu hanya bisa menunduk takut.


"Jangan kau pikir aku tidak tau bahwa kau sangat menikmati harta kekayaan Xura, aku bahkan mengetahui seberapa besar keinginan mu untuk memiliki harta dan perusahaan itu, tapi niat mu itu dikalahkan oleh ibu dan adik tirimu. sekarang setelah kau mendengar aset dari Arcy, mata mu tampak begitu berbinar, jadi aku memutuskan untuk tidak membiarkan mu hidup dengan kemewahan lagi karena aku dan Xura lah yang membereskan semua masalah yang di buat oleh keluargamu, termasuk ibu mu yang menyebalkan itu" bisik Quiran sambil menghembus daun telinga Quirin.


"Urusan kita telah selesai, ayo kita pergi" ucap Quiran sambil berdiri dan berbalik kearah Zee.


Quiran melihat Zee mematung, ia pun menepuk pundak Zee dan mengeluarkan kata-kata yang manis "Tidak perlu di pikirkan, semua itu sudah menjadi keputusan nya, jadi kau tidak perlu merasa bersalah pada bibi itu. Dan aku sungguh sangat berterimakasih karena kau sudah membantu ku" ucap Quiran pada Zee sambil tersenyum tipis.


"Tidak masalah" ucap Zee sambil menatap Quiran.


Arcy tampak menatap sendu Quirin dengan rasa bersalah, tapi pada saat itu Arcy hanya memiliki satu cara dan tidak memiliki pilihan kedua, perlahan-lahan arwah Arcy tampak memudar.


"Quirin" panggil Arcy dengan nada purau

__ADS_1


Quirin mendongakkan wajahnya dan tersenyum, ia bersyukur karena telah melihat ibunya lagi, sosok Arcy sangat penting untuknya, tapi takdir berkata lain, Arcy harus pergi sebelum dirinya tumbuh menjadi gadis dewasa.


"Pergilah ibu, aku akan baik-baik saja di sini" ucap Quirin sambil meneteskan air matanya.


Jay, amber, Rea dan Feryun juga mendongakkan wajahnya keatas "Jay, tolong jaga Quirin untukku" ucap Arcy dengan arwah yang perlahan-lahan menghilang.


Quiran yang melihat itu langsung memutar bola matanya dengan malas.


Dor


Dor


Dor


Tiga tembakan itu mengarah pada Quirin. Jay dan yang lainnya tampak terkejut melihat perbuatan Quiran.


"Quirin!" teriak Xia, Jay, Amber dan Feryun


"Kakak!" teriak Rea


Quiran menutup telinganya dan berdecak kesal "Ck, tiba-tiba aku teringat akan sesuatu, berhubung kekesalan ku sudah hilang jadi aku mengucapkan sepatah atau dua patah kata, jadi dengarkan baik-baik. Pada saat itu, Ibu mu ingin kau tidur di rumah sakit, jadi sekarang aku mengabulkan keinginan nya itu lagi. Di alam sana mau kau ingin menyerah atau berjuang maka itu adalah pilihan mu, aku berharap kita semua tidak akan bertemu lagi, karena kalian semua menjengkelkan" ucap Quiran dengan menggeretakkan gigi nya.


Keluarga Vermilion langsung berlari kearah Quirin yang masih sadarkan diri, mereka semua bisa bergerak karena pasukan Zee sudah keluar sejak Quiran mengajak mereka semua pergi.


"Ah dan yng terakhir ... aku tidak membutuhkan cinta palsu kalian" ucap Quiran sambil melangkahkan kakinya keluar.


Jantung Xia dan yang lainnya berdegup kencang, mereka tidak menyangka bahwa Quiran memutuskan ikatan itu dengan sangat mudah.


Lalu tiba-tiba saja Rea mendapat sentuhan dari Quirin, ia pun langsung tersadar dan ingin mengeluarkan ponselnya, Rea berencana untuk memanggil ambulance, namun tangan itu di hentikan oleh seseorang.

__ADS_1


"Kau tidak perlu memanggil ambulan, kalian bisa mengangkat tubuh mereka keluar, karena di sana ada satu dokter yang akan menangani mereka" ucap Xeno lalu berjalan melangkah meninggalkan keluarga Vermilion.


Bersambung ...


__ADS_2