
Quirin yang melihat Kai terduduk dan bergumam ingin menyerah, ia pun langsung mengepalkan kedua tangannya "Kau sudah setengah jalan, tapi kau ingin menyerah?, aku tidak akan membiarkannya begitu saja" gumam Quirin sambil mengambil gambar Cassi yang sudah sangat mengenaskan dan mengirimnya pada Kai.
Ting
Kai yang mendengar suara pesan itu pun mengeluarkan ponselnya, ketik membuka pesan itu Kai melototkan matanya, ia tidak menyangka bahwa orang yang menyekap Cassi begitu tega menyiksa seorang wanita.
Setelah melihat gambar itu, jantung Kai seakan berhenti berdetak "I-ini ... me-mereka memotong kaki Cassi?," gumam Kai dengan tidak percaya.
Kai melihat wajah Cassi sudah tampak berantakan, biasanya wanita itu tampil dengan mewah, tapi sekarang ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya sudah kehilangan satu kaki.
"Bagaimana bisa seperti ini?," gumam Kai lagi,
sambil mengeram marah, lalu tiba-tiba saja Kai merasa ada yang mendorongnya untuk tetap melanjutkan pencariannya.
Kai juga tidak bisa terus duduk diam di tempat nya, aku harus segera sampai" gumam Kai yang berusaha bangkit dan terus berjalan.
Setiap langkahnya, ia terus mendapat tusukan jarum yang sangat menyakitkan. Dan Kai berusaha mengabaikan jarum itu dan terus melepaskan nya.
Setiap mendapat tusukan itu, Kai berteriak dengan sangat kuat namun ia dengan cepat mencabutnya.
Kai berjalan dengan tertatih-tatih, lalu saat Kai berjalan lurus kedepan, ia melihat sebuah rumah.
Secercah cahaya muncul di mata Kai, ia dengan semangat berlari kesana dan tidak menyangka ternyata dirinya terkena perangkap lainnya.
Aarggghhhh
Kai terjatuh dengan tidak elit, ia pun merasakan sakit di bagian kaki dan perutnya, Kai mencoba melihat di sekelilingnya, dan ternyata sudah terdapat tumpukan paku yang sangat banyak di area yang sedang di pijaki nya.
Lalu, dengan ragu-ragu Kai melihat tubuh dan kakinya, ternyata paku-paku itu sudah menancap di sana.
Kai benar-benar syok melihat kenyataan itu, "Si-sial!, pantas saja terasa sakit sekali" gumam Kai sambil mencabut paku yang sudah menancap di perutnya satu persatu.
Setelah selesai di bagian perut, Kai melihat di kakinya sudah mengeluarkan banyak darah, ia membuka sepatu pantofel nya secara perlahan. Paku yang menempel juga ikut tercabut oleh sepatu itu.
Sssshhhh
Kai yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit itu lagi langsung menarik kaki nya dengan cepat.
Arghhhh
Kai berteriak dengan sangat kuat, rasa sakit itu seakan menjalar ke seluruh tubuhnya.
Kai mencabutnya dengan menahan sakit yang luar biasa, ia pun sedikit takut melihat perut dan kaki nya yang sudah berlubang.
"Jika aku berjalan tanpa mengenakan alas kaki, maka seluruh lubang ini akan terisi dengan debu dan tanah" gumam Kai yang sudah menahan sakit di seluruh tubuhnya.
Quirin yang melihat Kai sangat kesakitan justru tertawa dengan keras, tawa itu bahkan terdengar sampai di telinga Kai yang berada di luar.
Kai terkejut mendengar tawa itu dan ia pun menoleh ke belakang "Sudah ku duga, sepertinya memang itu lah tempatnya" gumam Kai sambil meringis kesakitan.
Darah mulai keluar dengan sangat deras dari telak kaki Kai, namun Kai sudah tidak sabar untuk melihat Cassi, ia pun langsung berdiri dan berjalan dengan tertatih-tatih.
Setelah sampai di depan rumah itu, Kai langsung mendobrak pintu itu dengan sangat kuat.
Brakkk
Saat pintu terbuka, Quirin langsung bertepuk tangan dengan gembira.
__ADS_1
Prok
Prok
Prok
"Bravo!" ucap Quirin sambil tersenyum senang.
Kai yang melihat Quirin merasa sangat terkejut. Lalu ia melihat beberapa orang lainnya di samping dan di belakang Quirin. "Ka-kalian" ucap Kai.
Quirin mengehentikan tangannya "Ada apa?, terkejut?, kau dan kekasihmu sangat serasi, karena dia juga bereaksi yang sama sepertimu" ucap Quirin sambil menunjuk Cassi yang sudah terbaring lemah di lantai.
"Kau yang melakukan ini semua?" tanya Kai dengan mata melotot tak percaya.
Kai memperhatikan mereka satu persatu, ia bisa menilai bahwa yang melakukannya hanyalah Quirin seorang.
Ke empat pria itu terus menatap Kai dengan tajam, Feryun yang melihat Kai meninggikan suaranya pada Quirin merasa sangat marah.
Ia ingin maju untuk memberikan Kai pelajaran, tapi Zee langsung menghentikan Feryun.
"Dia bisa mengatasinya dengan sangat baik" ucap Zee sambil memegang pundak Feryun.
Feryun yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya dan ia kembali berdiri dengan tenang.
Kiryu terkejut melihat Feryun menuruti perkataan Zee "semenjak bos bertemu dengan adik nya, ia seolah bukan bos yang ku kenal dulu" batin Kiryu.
Tapi di balik itu, Kiryu cukup senang dengan perubahan sang atasan yang sedikit demi sedikit mau mendengar perkataan orang lain.
Quirin yang mendengar itu langsung melipat kedua tangannya "tentu saja, apa kau suka hadiahku?" ucap Quirin sambil tersenyum senang.
Kai berjalan tertatih-tatih, ia bahkan menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya hanya untuk menghampiri Cassi.
Kai dengan cepat mematikan seluruh lilin yang ada di sekeliling Cassi.
Quirin yang melihat itu justru tersenyum smirk, lalu ia tiba-tiba saja tertawa dengan keras. "Haha ... lucu sekali kau. padahal dulu kalian lah yang sudah mempermainkan ku, jadi jangan salahkan aku karena telah membalikkan permainan ini pada kalian" ucap Quirin di sela tawanya.
Mendengar tawa yang memilukan itu, ke empat pria yang ada di belakang Quirin langsung menghela nafas dengan pelan.
Mereka bisa merasakan tawa itu bukan lah tawa bahagia, melainkan tawa yang bisa menyayat hati bagi orang yang mendengarnya.
"Aku sudah menduga bahwa ini akan sangat rumit, beruntung aku menetap disini, jadi aku bisa mengetahui segala tentang adikku" batin Feryun.
Kai yang mendengar perkataan itu langsung menengadahkan kepalanya. ia benar-benar sangat kesal mendengar perkataan Quirin.
"Apa maksudmu?, kami bahkan tidak pernah mengenal mu!, tapi kau terus mengganggu kami, bukan kah saat itu kau juga dengan sengaja menabrak mobil kami?!" teriak Kai dengan amarah yang sudah mengebu-ngebu.
Quirin merasa jengah dengan perkataan Kai "Jangan lupa bahwa kalian yang sudah membunuhku" ucap Quirin dengan suara dingin sambil menatap Kai dengan tajam.
Deg.
Mendengar perkataan itu, Kai langsung terduduk dan merasa hatinya seakan tertusuk oleh ribuan jarum, bahkan Cassi yang sudah tak bertenaga kini bisa melototkan matanya dengan lebar.
Kiryu dan Feryun melototkan mata mereka, ia tidak menyangka bahwa sang adik pernah melewatkan hal- hal seperti itu.
Zee yang mendengar itu langsung mengeluarkan kata-kata untuk menenangkan Feryun "Tetap tenang, karena sebentar lagi kau akan mengetahui segalanya" ucap Zee lagi yang seakan mengetahui pemikiran Feryun.
Lagi-lagi Feryun mendengarkan perkataan Zee, tapi urat-urat yang ada di tangan serta dilehernya dapat di lihat dengan jelas oleh ketiga pria itu.
__ADS_1
Kiryu dan Xeno hanya bisa diam, mereka tidak berniat untuk membuka mulut sama sekali, mereka juga akan bergerak ketika sang bos memberikan perintah saja.
"Ti-tidak mungkin" gumam Cassi dengan pelan.
Faktanya, Cassi mengingat bahwa dirinya hanya menabrak Xura dan pernah membunuh satu orang yaitu sang kakak. Saat itu, Cassi bahkan sudah memastikan bahwa sang kakak sudah benar-benar tiada, jadi bisa dipastikan bahwa sang kakak tidak akan hidup kembali.
Cassi menghilangkan pikiran itu dari kepalanya, ia juga tidak bisa mengakui bahwa dirinya sudah pernah membunuh seseorang.
"Aku tidak pernah membunuh siapapun!" bantah Cassi sambil melihat kearah Quirin.
Cassi melihat Kai gemetar, Ia sangat tau apaa yang ada di pikiran Kai sehingga tubuh kekasihnya itu gemetar dengan sangat hebat.
"Padahal saat itu, aku melihat kau baru saja kembali dari luar negeri, tapi aku justru melihat adikku tercinta berselingkuh dengan kekasihku secara diam-diam, bahkan kedua nya bersekongkol membunuhku, lalu setelah aku menghilang, adikku mengambil alih jabatan ku sebagai CEO di perusahaan Xavier dan mantan kekasihku menjadi wakilnya, bukankah rencana kalian sungguh hebat?" ucap Quirin dengan dingin.
Deg
Jantung Kai dan Cassi berdetak dengan sangat cepat, dan kedua mata mereka melotot dengan sempurna.
Sedangkan Feryun dan Kiryu juga ikut terkejut mendengar perkataan Quirin.
"Ka-kau!" teriak Cassi dengan sangat kuat.
"Di-dia!" gumam Kai dengan pelan.
"Lama tidak bertemu adik tiri ku Cassia Aileen Xavier, dan juga mantan kekasih Kailash Radeya" ucap Quirin sambil tersenyum smirk.
"Tidak mungkin!" teriak Cassi.
"Aku akan memperkenalkan diriku secara resmi, Aku Vixura Auristella Xavier dan juga Quirin Zelin Alister, kau bisa memanggilku Xura atau pun Quirin" ucap Quirin sambil tersenyum smirk.
"Ka-kak!" ucap Cassi dengan suara bergetar.
"Xu-xura!" ucap Kai dengan air mata yang mulai mengalir.
"Dua identitas?, apa maksudnya ini!" ucap Feryun yang sudah tidak tahan ingin mengetahui segalanya.
"Kakak, tolong dengarkan ini baik-baik. Jiwaku adalah Xura, tapi tubuh ini milik Quirin yang artinya milik adikmu. Dan jiwa adikmu yang asli tengah terbaring di rumah sakit dengan menggunakan tubuhku. Aku tau kau orang yang jenius, jadi kau pasti bisa menyimpulkannya sendiri" ucap Quirin sambil melirik tanpa menoleh kebelakang.
Quirin seakan yakin bahwa Feryun bisa menerima dirinya, karena itulah ia mengungkapkan jati dirinya dengan lantang dan tegas.
Dengan otak yang sangat pintar itu, Feryun pasti bisa menyimpulkannya perkataan Quirin tapi ia juga tengah tertegun karena mendengar penjelasan itu.
Sedangkan Kiryu hampir terjatuh mendengar perkataan Quirin, ia bahkan tidak menyangka mitos yang selama ini di dengarnya bisa terjadi pada orang keluarga tersembunyi itu sendiri.
Seketika ruangan itu terasa dingin, semua orang bisa merasakan aura itu, Quirin terkejut karena merasakan perubahan di ruangan itu.
Quirin berdiri dengan tubuh yang sedikit bergetar, ia tidak menyangka bahwa Feryun marah padanya. ia bahkan sudah bisa menebak dari mana aura itu berasal.
"Aku menginginkan penjelasan yang lebih rinci darimu!" ucap Feryun dengan suara yang seakan bisa menusuk jantung dan mata yang sudah menatap Quirin dengan tajam.
Kiryu, Zee dan Xeno terkejut dengan perubahan Feryun, perkataan yang keluar dari mulut Feryun sudah tidak sehangat sewaktu dirinya memeluk Quirin.
Quirin bahkan bisa merasakan tatapan Feryun seakan bisa menusuk punggung nya. Ia sedikit merasa bersalah pada Feryun "Maafkan aku" ucap Quirin dengan nada sedikit bergetar.
Feryun tidak menjawab permintaan maaf Quirin, ia langsung melirik kearah Zee dan Xeno "Aku juga akan meminta penjelasan dari kalian" ucap Feryun dengan dingin.
Bersambung ...
__ADS_1