Another Person Life

Another Person Life
Senyum yang Mengerikan


__ADS_3

Mereka semua bungkam ketika mendengar suara Xeno yang ditinggikan hingga bergema di dalam ruangan


Zee hanya diam dengan tatapan datar sambil beberapa kali melihat arloji yang terpasang di tangan kirinya


"Hentikan ini, mari kita sudahi" ucap Zee yang bangkit dari duduknya dan berjalan melewati mereka satu per satu


Namun, ketika berjalan di belakang kursi tuan Vermilion, Zee berhenti "Maaf, kalian berdua bisa pulang, aku berniat menunjukkan drama pada kalian, tapi sepertinya di lain hari saja" ucap Zee dengan suara yang kecil kemudian ia berjalan meninggalkan ruangan tanpa menoleh kebelakang


Xeno hanya berdiam diri sambil tercengang saat melihat sikap Zee, ia pun mencoba meredakan amarahnya "Kalian keluarlah dari sini, kita akan bahas hal ini di lain hari" ucap Xeno yang menantap mereka dengan sinis, ia kemudian melangkah dengan langkah yang besar agar dapat menyusul Zee


Di saat yang sama, putri Vermilion mulai berdiri dari duduknya setelah mendengar ucapan Zee, dan melihatnya keluar dari ruangan, ia langsung meraih tangan sang ayah untuk mengajak ayahnya keluar dari ruangan


Saat putri Vermilion bersiap untuk melangkah, ia mendengar suara langkah kaki dari arah belakangnya, namun langkah itu tiba-tiba tidak terdengar lagi, karena merasa penasaran, ia pun mencoba menoleh kebelakang


Betapa terkejutnya putri Vermilion ketika melihat Xeno yang berdiri tepat di depannya saat itu, mata mereka saling bertemu, sekilas ia bisa melihat Xeno saat itu sedang tersenyum


Blushhhh


Pipi putri Vermilion memerah seperti tomat, ayahnya yang melihat hal itu hanya tercengang, karena biasanya putrinya itu tidak perduli dengan pria manapun setelah putus dengan mantan pacarnya


Tapi sekarang "Dia benar-benar tersipu malu?, Ah syukurlah, akhirnya setelah sekian lama dia sedikit bisa berekspresi lagi" batin ayahnya tersenyum simpul


Xeno yang ditatap oleh putri Vermilion dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah pintu keluar dan melangkah pergi dengan memasang wajah dinginnya kembali


Xeno dengan cepat menyusul Zee, kemudian mereka berjalan menuju lift untuk turun kebawah


Dari kejauhan, wakil sekretaris Xeno melihat itu "Aku ingin sekali berada di samping boss, tapi bagaimana caraku menyingkirkan hama yang selalu berada di sampingnya itu" batinnya sambil melihat Xeno


Setelah turun kebawah, Zee bergegas pergi ke parkiran dan memasuki mobil, Xeno pun mengikutinya karena mereka akan menuju ke rumah sakit


Sesampainya di rumah sakit, Zee melihat ada pertengkaran di depan pintu ruangan Quirin


"Hei aku ini perawat yang di perintahkan dokter Al untuk memeriksa nona" ucap Darla lantang

__ADS_1


"Jangan berbohong nona" ucap Vano yang sedang menghalangi pintu dan menatap tajam ke arah Darla


"Un...tuk apa aku berbohong" ucap Darla gugup dan berkeringat dingin saat di tatap Vano dan yang lainnya


"Hebat sekali ****** itu, dia di lindungi para lelaki tampan, Ughh..... aku sama sekali tidak bisa menerobos masuk" batin Darla menggeram


Saat mata Darla melihat ke arah koridor, dari kejauhan, terlihat Zee sedang berjalan ke arah ruangan Quirin, ia pun panik dan pergi meninggalkan koridor dengan menggeretakkan giginya


"Awas saja kau, kali ini kau bisa lolos, tapi tidak lain kali, aku ku kejar kemana pun kau pergi" Gerutu Darla sambil menggigit kuku lentiknya


Saat Zee sampai di depan para bodyguard "Dari kejauhan aku melihat keributan, ada apa?" tanya Zee datar sambil melihat para bodyguard yang siaga


"Emm... Itu bos, si badut ingin menerobos masuk, dia mengatakan dokter Al yang menyuruhnya" ucap Vano


Zee yang tadinya datar kini mengeluarkan aura dinginnya dan membuat mereka gemetar ketakutan


"Bisakah tuan muda memberiku izin untuk menghukum badut itu?, aku tidak bisa melakukannya karena nona melarangku" ucap Xeno dengan pelan sambil menghembuskan nafasnya


"Turuti saja kata-katanya, biarkan dia yang membereskan wanita aneh itu sendiri, tugasmu sekarang adalah menyelidikinya Xeno" ucap Zee dingin sambil melihat ke Xeno


"Panggil Al kemari!" perintah Zee dingin pada Vano


Xeno yang merasa di abaikan mendecak sebal sambil melihat-lihat kearah lain


Vano yang mendengar perintah Zee segera berlari di sepanjang koridor rumah sakit untuk menuju ruangan Al, ia membuka pintu Al dengan kasar "Gawat dokter Al" ucap Vano dengan nafas tersengal-sengal


"Hah?, gawat?, kenapa?, apa Quirin loncat dari jendela rumah sakit?, apa tulangnya patah lagi?, apa kali ini dia tidak selamat?, kenapa kalian bisa lalai saat menjaganya?, ya ampun" tanya dokter Al panjang lebar dengan panik sambil menggebrak meja kerjanya


"Bukan itu dok... Emm itu, singa sepertinya akan mengamuk" ucap Vano lagi


"Oohhh... ternyata cuma singa... apa kau lupa?, ini rumah sakit khusus manusia, bukan hewan" ucap dokter Al yang seketika mulai terlihat santai


"Bukan..." ucap Vano, belum selesai ia berbicara, Al tiba-tiba memotong

__ADS_1


"Hem?, tunggu dulu, Ah..... apa barusan maksudmu adalah Zee?, kau serius?, tapi kenapa? " tanya dokter Al panik dan langsung berdiri dari kursinya


"Iya, nanti aku jelaskan, cepatlah dok" ucap Vano panik dan takut, mereka berdua berlari dikoridor rumah sakit, sesampai di depan Zee, Al ikut bergetar ketakutan


"A..ada apa?" tanya dokter Al gugup


"Kau pecat badut itu" ucap Zee melihat Al dengan dingin


"Hem?, Badut?" gumam Al sambil berfikir siapa badut yang dimaksud


"Ah dia..., ada apa lagi dengannya?" tanya Al sedikit panik


"Dia ingin menerobos masuk, dan dia mengatakan itu atas perintahmu" ucap Xeno tersenyum smirk


"Apa?, aku tidak menyuruhnya" ucap Al kaget akan ucapan Xeno


"Sudahlah, kau pecat saja dia, aku ingin sekali membunuhnya saat ini" ucap Xeno tersenyum smirk mengerikan


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2