
Feryun terkejut ketika melihat Rea masuk kedalam ruangan, "Rea, untuk apa kau disini?" tanya Feryun dengan mata melotot.
Rea yang mendengar itu langsung menoleh kearah Feryun "tentu saja karena aku akan ikut bersama kalian" ucap Rea sambil tersenyum manis.
Sontak saja Feryun tampak tidak rela jika Rea ikut bersama mereka "tidak!, kau tidak boleh ikut, ini sangat berbahaya" tolak Feryun sambil berjalan mendekati Rea.
Rea yang mendengar itu langsung mengerutkan dahinya.
Dor
Dengan cepat Rea mengambil sebuah pistol yang terpajang didinding dan menembaknya tepat di samping telinga Feryun.
Semua orang yang ada di dalam tampak terkejut tak terkecuali Feryun sendiri.
"Aku bukan lah gadis kaya yang manja kak, aku juga sama sepertimu, aku juga di ajarkan cara bertahan hidup, tapi beda nya adalah cara mengajar papa tidak sekeras yang nenek lakukan padamu, jadi jangan mencoba meremehkan ku" ucap Rea sambil tersenyum manis.
Xeno yang melihat itu merasa kagum, ia berpikir tidak akan ada wanita lain selain Quirin yang bisa memegang pistol sesempurna itu, tapi ternyata selain Quirin masih ada wanita yang bisa memegang pistol sekaligus bisa menembaknya dengan sempurna.
"Apakah penerus keluarga mereka selalu di didik dengan keras?, jika begitu maka mereka keluarga yang sangat luar biasa" batin Xeno
Feryun tidak menyangka bahwa sang ayah mengajarkan semua cara-cara itu pada adik nya, keluarga mereka memang harus di didik dengan keras, maka dari itu Feryun tersenyum melihat kemampuan sang adik.
"Baiklah, sekarang kita harus bergegas pergi" ucap Feryun yang berjalan keluar dari ruangan.
Setelah memilih senjata masing-masing, semua orang pun langsung keluar dengan perlengkapan senjata di seluruh tubuh mereka.
Xia yang melihat itu merasa sangat terkejut, ia tidak menyangka semua peralatan itu asli dan hal itu membuat tangan Xia gemetar.
Vano yang baru saja tiba melirik kearah Xia, ia tau bahwa ini pertama kalinya Xia melihat senjata-senjata itu.
Tapi Xia sendiri tidak terlalu menunjukkan ketakutannya, ia tetap berdiri tegak sambil melihat kearah Quirin.
"Pa, ma, aku dan yang lainnya akan pergi, kalian harus tetap berada di sini" ucap Feryun sambil memperingatkan kedua orang tuanya.
Jay dan Amber mengangguk, setelah itu Quirin menoleh kearah Xia "maafkan aku, setelah aku kembali, aku akan menjelaskan semuanya" ucap Quirin sambil tersenyum.
__ADS_1
Seketika saja, tremor yang ada di diri Xia sirna "Pergilah, aku berdoa semoga kalian bisa kembali dengan selamat" ucap Xia sambil membalas senyum Quirin.
Xia melirik kearah Vano yang berad tepat di belakang Quirin "Aku berharap kau juga akan kembali" batin Xia sambil menutup kedua mata.
Saat mata Xia terbuka, tidak di sangka kedua mata itu saling memandang hingga membuat Xia terkejut lalu melempar pandangannya ke segala arah.
Vano tersenyum tipis ketika melihat reaksi Xia "aku tidak tau akan kembali atau tidak, jika aku tidak ada, kau harus bisa menjaga dirimu sendiri" batin Vano
Semua orang tampak keluar dari mansion, Zee, Xeno, Quirin, Feryun dan Rea berada dalam satu mobil, Xeno pun langsung mengambil alih kursi kemudi, Feryun duduk di samping nya, lalu Quirin dan Zee duduk di kursi kedua dan Rea berada di kursi belakang sendirian.
Xeno mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan Vano, Arnius, Staren dan Gavin akan berjaga di luar mansion untuk sementara sambil menunggu teman-teman mereka yang lain.
Di dalam mobil terasa sangat hening, tiba-tiba saja suara Rea memecahkan keheningan itu "kakak, aku sungguh minta maaf atas semua yang telah terjadi padamu" ucap Rea sambil menunduk.
Rea benar-benar merasa bersalah pada Feryun, karena sang kakak berkorban begitu besar untuknya.
"Tidak perlu meminta maaf, kau hanya perlu fokus sekarang, karena kekuatan nenek tidak seperti yang kau pikirkan dan itu sangat jauh dari bayangan mu" ucap Feryun sambil menunjuk arah pada Xeno.
Rea yang mendengar itu tertunduk dan mengangguk "Baiklah kak" ucap Rea yang berusaha menguatkan hati dan mencoba menyingkirkan rasa bersalah itu di hatinya.
"Dengar kan instruksi ku, nenek memiliki banyak pengawal, mereka juga di latih di bawah kepemimpinan militer, setiap masing-masing dari pengawalnya memiliki senjata yang didesain khusus, juga besar kemungkinan nenek sudah menyiapkan segalanya, jadi aku mohon pada kalian untuk berhati-hati dan tetap waspada terhadap sekeliling" ucap Feryun sambil melirik ke kaca mobil.
Rea, Zee, Quirin mengangguk bersama,"kau harus membayar semua perbuatanmu itu pada kami, karena keegoisan mu Xura harus menanggung semua beban yang seharusnya di tanggung bersama oleh cucu mu. Aku benar-benar tidak akan pernah memaafkan mu" batin Zee sambil mengeluarkan guratan yang menonjol yang ada di tangan dan keningnya.
Tiba-tiba saja mata Quirin melirik kearah Zee, ia terkejut melihat Zee tampak sangat marah, dengan berani Quirin memegang tangan Zee yang sedang memegang ponsel.
"Hei, ada apa denganmu?, kenapa kau tampak sangat marah?, apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Quirin dengan pelan.
Zee tersentak kaget dan guratan-guratan menonjol yang ada di wajah dan tangannya tampak hilang dan di gantikan dengan wajah dingin, lalu ia menoleh kearah Quirin "tidak ada" ucap Zee dengan santai.
Quirin yang melihat perubahan itu tampak sangat binggung, ia pun mengangguk dan melepaskan tangan dari Zee.
Suasana kembali tampak hening, tidak terasa perjalan mereka sudah memasukkan waktu 1 jam.
__ADS_1
Saat tiba di ujung jalan, mereka melihat di depan terdapat lahan rawa, Xeno pun langsung menghentikan mobilnya.
"Kita harus turun disini dan mulai menyeberanginya" ucap Feryun sambil keluar dari mobil.
Mata semua orang mulai melihat ke sekeliling, "kak, apa kita memang harus melewati rawa ini?" tanya Rea yang ikut keluar dari mobil.
Zee dan Quirin tampak ikut keluar dari mobil, "Benar, ini adalah rawa ciptaan nenek, dibalik rawa ini terdapat hutan buatan dan juga mansion tempat Kiryu di sandra, karena kita tidak sedang memakai mobil khusus, jadi kita harus menyeberanginya tanpa memakai bantuan apapun" ucap Feryun sambil melihat ke sekeliling.
Xeno yang mendengar itu langsung berinisiatif untuk memberitahukan informasi itu pada yang lainnya.
"Aku harus menghubungi mereka untuk membawa mobil khusus, jika tidak, kita benar-benar dalam masalah" ucap Xeno sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Vano.
Quirin melihat perlahan ke sekelilingnya, ia melihat ada sebuah laser merah yang sedang mengarah pada mereka.
"Sepertinya wanita tua itu benar-benar telah menyiapkan segalanya" batin Quirin sambil mengeluarkan pistolnya.
Dor
Trrakk
Bunyi benda rusak pun terdengar, Rea, Feryun dan Xeno tampak terkejut.
Lalu Quirin kembali melihat dan ia menemukan 2 laser lagi yang mengarah padanya.
Dor
Trak
Dor
Trak
"Tck, menyebalkan, dia sepertinya ingin bermain dengan kita" ucap Quirin dengan nada kesal.
Bersambung ...
__ADS_1