
Vini sangat terkejut mendengar suara Alpha yang begitu dingin di telinganya, walau Vini selalu mendapat perlakuan yang sama sejak dulu, tapi kali ini Vini bisa merasakan bahwa Alpha seperti tidak membutuhkan nya lagi.
"Bu-bukan seperti itu, aku sama sekali tidak bermaksud untuk mencampuri urusan tuan. Sungguh, aku benar-benar minta maaf tuan." ucap Vini dengan nada bergetar.
Theo dan yang lainnya melihat kearah Vini, mereka memang tidak pernah menyukai wanita itu, karena meraka juga merasakan bahwa Vini terlalu ikut campur dengan urusan asmara Alpha.
"Dulu saat sebelum wanita itu tiada, Vini juga selalu seperti ini, tunggu ... bukankah aku hanya mengatakan di rumah sakit dan aku tidak mengatakan siapa yang sakit. Aku curiga mungkin dia menyukai tuan Alpha" batin Theo.
Theo sungguh binggung dengan sikap Vini, wanita itu terus mencerca alpha dengan berbagai pertanyaan jika ada yang mendekati Alpha.
"Sepertinya aku harus menyelidiki dia tanpa sepengetahuan tuan Alpha" batin Theo
"Jika tidak seperti itu, maka kau boleh pergi dari sini" ucap Alpha dengan tegas.
"Apa yang harus aku lakukan?" batin Vini sedikit khawatir.
Walau sudah di usir, tampak nya Vini tidak menyerah begitu saja, ia mencoba mencari sebuah topik agar dirinya tidak di usir oleh Alpha.
Vini pun memikirkan sebuah ide "Tuan, aku melihat wajahnya mirip sekali dengan wanita itu, apa dia memang wanita itu?" ucap Vini sambil melihat kearah Alpha.
Amarah Alpha semakin tak terbendung lagi, wanita yang ada di hadapannya benar-benar sungguh keterlaluan.
"Apa karena aku tidak pernah melakukan apapun padamu, jadi kau berpikir bahwa kau bisa semakin lancang mengurusi urusanku?" ucap Alpha dengan geram.
Wanita yang di bicarakan oleh Vini adalah wanita masa lalu Alpha. saat itu keduanya pergi secara terpisah karena bertepatan perusahaan Alpha mengalami sedikit masalah yang mengharuskan Alpha tidak satu mobil dengan kekasihnya.
Mereka akan pergi untuk melakukan pemotretan prewedding, namun siapa sangka mobil yang di kendarai oleh kekasihnya justru mengalami kerusakan dan masuk kedalam jurang.
Hal itu membuat Alpha sangat terpuruk, ia sangat mencintai calon istrinya itu, namun siapa sangka takdir berkata lain yang mengharuskan Alpha melepaskan calon istri nya itu.
Alpha pun tersenyum miring "Baiklah, mulai sekarang kau tidak perlu lagi bekerja pada ku!" ucap Alpha menatap Vini dengan tajam lalu pergi meninggalkan ketiga orang itu.
Vini tercengang mendengar perkataan Alpha, ia tidak pernah berpikir bahwa diri nya tidak mungkin di pecat begitu saja.
__ADS_1
Theo yang mendengar ucapan Vini tadi juga terlihat sangat kesal. "Kau sudah berapa berapa lama bersama tuan Alpha?, tapi kau selalu mencampuri urusan nya. Jika aku tau kejadiannya seperti ini, aku tidak akan pernah mau menyelamatkan mu. Sekarang pergilah, kau bukan bagian dari kami lagi." ucap Theo dengan marah.
"Te-tapi aku merasa tidak melakukan apapun" ucap Vini dengan keringat yang sudah membanjiri seluruh wajahnya.
Theo yang mendengar itu terlihat sangat marah "Sebelum aku kehilangan kesabaran, lebih baik kau pergi dari sini," ucap Theo dengan menaikkan nadanya sambil menunjuk arah jalan.
Vini menitikkan air mata, ia tidak menyangka Alpha sangat melindungi wanita itu, bahkan dirinya di pecat begitu saja oleh Alpha.
Vini berbalik badan dan bergumam "Aku tidak akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja" Vini melangkahkan kaki nya dengan lebar dan menghapus air mata nya.
...****************...
Sedangkan Quirin yang berada di kamar sedikit binggung dengan kejadian yang dialami oleh Xura. Ia merasa ada yang janggal dengan kejadian yang di alami oleh Quirin.
Quirin meraih ponselnya dan langsung menghubungi Alpha.
[Hey, kau menggelar pesta di mana?] tulis Quirin tanpa basa basi.
[Hotel ternama di kota ini, nona] balas Alpha.
Tok
Tok
"Zee" panggil Quirin
Zee yang berada di dalam langsung membuka pintu kamar nya. Seketika saja, Quirin langsung menyelonong masuk, ia melihat laptop yang baru saja menjadi miliknya ada di atas tempat tidur Zee.
Dengan langkah lebar, Quirin langsung menaiki tempat tidur itu dan langsung membuka laptopnya.
Zee yang melihat itu hanya bisa mengikuti langkah kaki Quirin, dan ia pun langsung duduk di samping Quirin.
"Ada apa?, kenapa kau terlihat sangat terburu-buru?" tanya Zee.
__ADS_1
"Apa kau ingat bagaimana kondisi Xura?," tanya Quirin sambil menoleh kearah Zee.
"Ya, aku ingat, lalu ada apa?" tanya Zee binggung.
"Jika Cassi yang melakukannya, maka dia tidak akan hanya menabrak seperti itu saja, tapi dia justru akan menyayat tubuh musuhnya seperti apa yang dia lakukan padaku" ucap Quirin sambil melihat kearah laptop dan mencoba melihat Cctv di sebuah hotel.
Zee mengangguk dan memfokuskan mata nya ke laptop.
"Semua berawal dari pesta ini, kita harus melihat dengan siapa saja Cassi berinteraksi" lanjut Quirin dengan mata yang sangat fokus.
Quirin melihat pakaian yang di kenakan oleh Cassi, lalu ia pun langsung berdecak kesal "pantas saja Cassi terlihat iri, dulu dia menginginkan semua pakaian itu"
"Edisi terbatas" gumam Zee sambil melihat ke arah laptop dengan seksama.
Quirin tampak terkejut, pengetahuan Zee sangatlah luas "Kenapa seorang laki-laki tau mengenai pakaian wanita?, aku benar-benar kagum dengan pengetahuannya itu" batin Quirin tanpa menoleh dan langsung mencari.
Quirin melihat Cassi tengah memunggungi seseorang sambil berbisik "Sepertinya dugaan ku benar bahwa semua berasal dari pesta ini, lihat lah" ucap Quirin sambil menghentikan putaran video itu lalu menunjukkannya pada Zee.
Zee meneliti dan melihat dengan seksama, "benar, ini sangat mencurigakan" ucap Zee.
Quirin pun buru-buru mengeluarkan ponsel nya, ia langsung menekan nomor Alpha dan mengirim sebuah video serta sebuah pesan.
[Aku mengirim sebuah video padamu].
Di tempat Alpha, ia sedang berada di mansion untuk menyiapkan keperluan Xura, ia langsung membuka ponselnya dan melihat sebuah video.
Mata Alpha di penuhi oleh amarah. "Sial!, wanita menjijikkan, aku akan melupakan hubungan kita dan aku juga akan menghancurkan mu!" kesal Alpha sambil menggeretakkan gigi nya.
[Aku sangat mengenalnya. Nona bisakah kita bertemu di luar?, aku akan memberi sebuah petunjuk padamu.] balas Alpha.
Ia pun langsung berlari keluar mansion dengan membawa barang-barang yang sudah tersusun rapi.
Sedangkan Quirin dan Zee saling melempar pandangan, mereka berdua bahkan keluar dengan terburu-buru dan bahkan melupakan keberadaan Xeno.
__ADS_1
"Jika ingin menghancurkan Cassi, maka hancurkan dulu orang yang ada di balik kecelakaan ini" ucap Quirin sambil memasuki mobil nya.
Bersambung ...