Another Person Life

Another Person Life
Membuka kamar Zee


__ADS_3

Di dalam mansion itu hanya ada para maid yang sudah di seleksi oleh Zee.


Setelah kejadian Esme, Zee memecat banyak maid termasuk para tukang kebun,ia kembali menyeleksi para maid Hinga menyisakan beberapa orang saja, karena Zee tidak ingin kejadian seperti Esme terus berulang.


Dan hanya Alica lah satu-satunya maid yang bisa berteman dengan majikan serta teman dari majikannya. Para maid lain bahkan sangat iri melihat kedekatan Alica, tapi mereka tidak bisa berbuat apapun karena mereka juga sadar dengan kemampuan mereka.


"Apa aku menghubungi tuan Max saja?" ucap Alica sambil mencari nomor ponsel Max.


Setelah nomor Max ketemu, Alica langsung menghubunginya, dan tidak butuh waktu lama, Panggilan itu langsung tersambung.


"Ada apa Alica?" tanya Max dari ujung sana.


"Tuan Max?, bisakah tuan datang ke mansion?, saya sangat khawatir dengan tuan muda Zee, saat sarapan tadi, saya melihat wajah tuan muda tampak sangat pucat" balas Alica.


"Lalu kenapa kau menghubungiku?, bukankah di sana ada Xeno dan yang lain?" tanya Max yang sedikit bingung dengan laporan Alica.


"Tuan, mereka semua tengah berlibur, aku tidak ingin mengganggu mereka" jawab Alica dengan ramah.


Max yang berada di ujung sana mengernyitkan dahinya, ia bahkan mulai kesal mendengar perkataan Alica "Tapi, kau justru sudah merusak liburanku Alica" ucap Max dengan kesal karena Alica lebih memikirkan Xeno daripada dirinya.


"Sudahlah tuan, saya benar-benar serius, jika tuan tidak datang, maka saya akan melaporkan semua ini pada nyonya besar" ancam Alica yang dengan cepat ingin mematikan panggilan itu.


"Baiklah, balik lah, tolong kau perhatikan Zee, aku akan segera menyusul" ucap Max dan langsung mematikan panggilannya dengan Alica.


Setelah kesembuhan Zee, kedua orang tuanya kembali ke Korea, rumah keduanya berada di Korea, mereka terus memaksa Zee pulang kerumah, tapi Zee menolak dan memilih menetap di Inggris.

__ADS_1


Leva dan Gio sempat berpikir bahwa tidak ada yang mengurus Zee, tapi siapa sangka semua orang yang ada di sekeliling Zee menawarkan diri untuk merawat tuan muda mereka.


Karena melihat ketulusan teman-temannya, Leva dan Gio memilih untuk mengalah dan merekapun hanya pergi dia saja.


"Tidak mungkin aku memberitahukan masalah ini pada nyonya, bisa-bisa nyonya akan membawa tuan muda ke Korea" gumam Alica sambil menyimpan kembali ponselnya.


Ia terus memantau keadaan Zee, dan benar saja, setelah makan Zee kembali ke kamar dengan membawa sebuah tas di tangannya.


"Apa isi tas itu?, kenapa tuan muda selalu membawanya ke dalam kamar?, dan tuan muda juga melarang kami untuk membersihkan kamarnya" gumam Alica yang diam-diam memperhatikan Zee.


...****************...


Sedangkan Xura yang masih berada di mansion persembunyiannya mulai merasa heran, ia melihat Alica tengah mondar-mandir di depan kamar Zee.


Lalu, Xura melihat bahwa tiba-tiba saja Zee membuka pintu, sontak saja Alica terlihat kaget.


Zee tampak berbicara pada Alica dan membuat Alica terdiam di tempat, lalu Zee melangkahkan kakinya dan Xura juga terus mengikuti langkah Zee melalui layar laptop.


...****************...


Alica yang berdiri seperti patung mulai mengeluarkan ponselnya, ia pun langsung menekan nomor seseorang dan panggilan itu pun mulai tersambung.


"Tuan?!, dimana kau?!, sekarang tuan muda ingin keluar mansion dan aku melihat wajahnya tampak semakin pucat. Cepatlah ke sini tuan!" teriak Alica dengan keras.


Max terkejut mendengar Alica berteriak keras "Baiklah, baiklah, aku akan segera tiba" ucap Max sambil membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Max sangat mengenal Alica, ia orang yang bertutur kata lembut, tapi kali ini ia harus mendengar Alica berteriak keras, yang artinya situasinya sudah sangat genting.


Di dalam mobil, Max terus menggerutu kesal "Sial!, kenapa jauh sekali!" teriak Max sambil memukul stir mobil.


Padahal Max sudah memakai kecepatan penuh, tapi , jarak dari mansion nya dan Zee sangatlah jauh, dan sekarang ia harus mendapatkan laporan yang tidak sedap dari Alica.


Setelah sampai di mansion, Max berlari masuk dan melihat Alica tengah berdiri di depan kamar Zee.


"Alica!" panggil Max dengan nafas terengah-engah.


Alica terkejut dan menolah kearah Max "Tuan!"


"Dimana Zee?" tanya Max dengan menatap Alica.


"Dia sudah pergi tuan, tapi ada satu hal yang harus tuan tau, aku melihat tuan muda membawa tas besar, tapi aku tidak tau apa isi tas itu, setelah tajam muda keluar, wajahnya tampak sangat pucat, lalu sudah beberapa hari ini tuan muda tidak mengizinkan kami untuk membersihkan kamarnya, dan sekarang kamar ini terkunci tuan" ucap Alica yng mengadu.


Alica sungguh tidak bisa berpikir dengan jernih, ia bahkan tidak tau harus mengadu pada siapa, jika Xeno ada maka pastilah Alica mengadu padanya.


Max yang mendengar pernyataan Alica juga merasa ada yang tidak beres, lalu Max mencoba mencari benda kecil dan mencungkil pintu itu.


Setelah membutuhkan waktu yang sangat lama, akhirnya pintu itu terbuka.


Betapa terkejutnya Alica dan Max sehingga mata keduanya bahkan hampir keluar dari sarangnya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2