
Tanpa mereka sadari ternyata dari atas balkon seseorang tengah mengamati mereka.
Tatapan yang di berikan orang itu sangat sulit di artikan, lalu ia pun kembali masuk kedalam dengan sebuah senyuman smirk.
Setelah itu, Leva dan Zee masuk kedalam mansion, saat mereka masuk keduanya berpapasan dengan Vano dan yang lain.
Vano membungkuk kan tubuhnya, ketiga orang yang mengikutinya juga ikut melakukan gestur tersebut, lalu Vano langsung melangkahkan kakinya keluar dari mansion dan diikuti oleh Arnius, Staren, dan Gavin.
Leva terkejut melihat reaksi Vano, biasanya pria itu sungguh menghormati Zee, tapi sekarang, Vano terlihat tidak memperdulikan Zee lagi.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Leva penasaran.
"Tidak perlu di pikirkan, aku akan kembali ke kamar" ucap Zee sambil melangkahkan kakinya keatas dan masuk kedalam kamarnya.
****
Di rumah sakit, kepala pelayan Alpha, keluarga Vermilion serta Xeno duduk di kursi tunggu, saat Al keluar dari ruangan, ia di cerca dengan berbagai pertanyaan.
Kepala pelayan maju dan ingin bertanya, tapi pertanyaan itu sudah di lontarkan terlebih dahulu oleh Xeno hingga membuat kepala pelayan itu terdiam sambil melihat kearah Al.
Kepala pelayan itu datang ketiak Xeno menghubunginya lewat ponsel Alpha, tidak menunggu waktu lama, kepala pelayan itu pun tiba dan membawa beberapa orang pengawal, ia terkejut ketika melihat keramaian didepan ruangan tuan mudanya.
Xeno yang mengerti situasi itu langsung menghampiri kepala pelayan dan menjelaskan semuanya padanya.
Dan mereka semua memilih menunggu Al kelar dari ruangan Quirin.
"Bagaimana keadaan mereka berdua?" tanya Xeno dengan penasaran.
"Nak, bagaimana keadaan Quirin?" tanya Jay sambil berdiri di hadapan Al.
__ADS_1
"Apa mereka berdua baik-baik saja?" tanya Amber yang sangat khawatir.
"Hei tenanglah, aku akan menjelaskannya, untuk sang pria kalian tidak perlu khawatir, dia hanya tertidur karena kekurangan banyak darah, sedangkan Quirin, dia dalam keadaan kritis, dan juga aku tidak yakin sampai kapan keadaannya menjadi normal, semua itu tergantung padanya" jelas Al dengan wajah serius.
Rea, amber, Jay dan Feryun hanya bisa mengelus dada, mereka tidak menyangka tembakan itu mampu membuat Quirin menjadi kritis.
"Lalu bagaimana dengan Kiryu?" tanya Feryun.
"Tidak ada yang serius, dia hanya perlu beristirahat beberapa hari" jawab Al sambil melihat kearah Feryun.
Feryun tampak lega mendengar itu, kekuatiran yang di rasakan ya sedikit menghilang.
Tiba-tiba saja, ponsel Xeno bergetar dan ia melihat nama dari pemanggil tersebut.
Ddrrttt
Ddrrttt
Xeno terlihat masih kesal karena para bawahan itu dengan santai menodongkan pistol kearahnya.
Dddrrrt
Xeno semakin kesal karena dirinya di ganggu getaran ponsel itu, ternyata Vano tidak meneleponnya melainkan mengirim sebuah pesan padanya.
Xeno membuka pesan itu, matanya bahkan berubah menjadi melotot sempurna "Sial!" umpat Xeno sambil menggeretakkan gigi nya.
Al yang melihat ekspresi serta perkataan Xeno itu langsung merebut ponsel Xeno "Aku tidak suka berurusan dengan wanita menyebalkan itu" ucap Al sambil melangkah untuk meninggalkan para manusia di sana.
Xeno yang melihat itu langsung memegang tangan Al "Tidak bisa!, kita harus pergi ke mansion, apa kau lupa bagaimana perlakuan Zee terhadap wanita itu?, apalagi di sana terdapat nona Xura, ah .... memikirkannya saja membuat kepalaku ingin meledak" gumam Xeno sambil menarik lengan Al dan membawanya keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
"Sialan kau Xeno, sebelumnya aku di paksa Zee untuk terbang ke singapura, lalu sekarang kau menarik ku dengan paksa, kenapa kalian sangat suka memperlakukan aku seperti ini?" ucap Al dengan kesal.
"Diam lah, aku penasaran seperti apa sikap Zee pada nona Xura, apa dia masih sama seperti dulu atau dia masih tetap di samping nona Xura" gumam Xeno sambil berlari kearah parkiran.
"Jika Zee mengabaikan nona Xura, maka aku sangat yakin bahwa nona Xura akan membalas perbuatannya itu 100x lipat" ucap Al yang ikut berlari sambil menyeimbangkan pergerakannya dengan Xeno.
Xeno yang mendengar perkataan itu tampak terdiam sejenak, ia justru teringat akan sesuatu yang menjengkelkan.
"Haha ... aku berharap Zee masih melindungi wanita itu agar sesekali dia bisa merasakan seperti apa pembalasan nona Xura padanya" ucap Xeno di sela tawanya.
Al yang mendengar itu mengernyitkan dahinya, lalu ia teringat dengan pembalasan Xura dan Quiran pada dirinya.
"Berhentilah membahasnya, dia memang sangat mengerikan" ucap Al sambil masuk ke dalam mobil dan menyetir mobil itu dengan kecepatan tinggi.
****
Di tempat Zee, seseorang sudah membuka matanya, ia pun memilih untuk membersihkan pakaian, sprei tempatnya dll.
Lalu Xura membersihkan dirinya, setelah itu, ia keluar dari kamar, Xura ingin bertemu dengan Zee, namun siapa sangka Xura berjalan ketaman dan bertemu dengan Leva.
Melihat satu wanita duduk di samping Zee, membuat Xura menghentikan langkahnya dan berdiri seperti patung, lalu Xura langsung berpikir bahwa kemungkinan wanita itu adalah ibu Zee.
Zee tiba+tiba menoleh kebelakang, ia melihat Xura hanya berdiri saja "Xura?, bagaimana kau ada disini?," ucap Zee yang tidak merasakan hawa Xura.
Xura tersentak kaget dan ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Hallo bibi ... itu ... aku sudah bosan karena beristirahat sejak tadi, jadi sekarang adalah waktuku untuk menghirup udara segar" ucap Xura sambil tersenyum.
"Hallo nak" ucap Leva sambil menoleh kearah Zee, ia terkejut ketika melihat ke arah Zee yang sedang tersenyum tipis.
"Apa barusan Zee sedang tersenyum?, itu sungguh pemandangan yang langka. Selama ini dia selalu bersikap dingin dengan wanita, tapi sekarang apa?, dia tersenyum?" batin Leva yang sangat tidak percaya lalu ia melirik Zee dan Xura secara bergantian.
__ADS_1
Bersambung ...
JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN LIKE & VOTE. Arigatou ~ 🙏