
Quirin tidak sengaja menemukan sebuah pintu yang sangat besar, tapi pintu itu tertutup dengan rapat, Quirin berfikir untuk membuka pintu itu, ia berusaha sekuat tenaga untuk membukanya namun usahanya sia-sia.
Quirin melihat kesana kemari mencari benda yang bisa digunakan dan menemukan sebuah besi panjang nan tipis lalu mengambilnya dan segera mencungkil handle pintu itu.
Setelah mendapatkan besi itu, Quirin langsung memulai aksinya hingga beberapa jam telah berlalu.
Setelah lama berusaha, akhirnya pintu itu bisa dibuka dan betapa terkejutnya Quirin melihat sebuah pintu kecil di balik pintu yang baru saja dibukanya.
Quirin seperti mengenal desaign pintu itu, ia meraba di setiap sisi pintu sambil melihat dengan seksama "Dibalik pintu kecil ini terdapat sebuah taman" gumam Quirin dengan yakin
Karena memiliki rasa penasaran yang tinggi, Quirin memegang handle pintu itu untuk berusaha membukanya, hanya beberapa kali hentakan saja pintu itu langsung terbuka dengan mudah, semua bagian pintu sudah berwarna coklat sehingga membuat Quirin tidak mengeluarkan begitu banyak tenaga.
Pintu itu terlihat kecil, siapapun yang ingin melewatinya maka harus menunduk dan melangkah pelan.
"Benar dugaan ku, design ini sudah pasti milik wanita itu" gumam Quirin sambil melihat semua sudut taman
Taman terbengkalai, itu lah yang dilihat Quirin, ketika ia melihat sebuah pintu besi kecil, dirinya bisa langsung menebak dengan mudah jika itu adalah pintu menuju sebuah taman, karena saat dirinya masih menjadi Auristella, ia juga memiliki pintu taman yang sama.
"Hanya ada satu arsitektur yang bisa membuat taman seperti ini, tapi bagaimana mungkin keluarga Alister bisa membayar arsitektur itu?, dia adalah arsitektur dengan bayaran yang sangat tinggi" gumam Quirin
"Dan juga hanya orang-orang konglomerat yang bisa memiliki taman seperti ini, bahkan keluarga Xavier saja tidak sanggup membayar arsitektur itu" gumam Quirin yang sudah berada didalam
Quirin sedikit takjub melihat taman itu, karena taman itu memiliki sebuah kolam serta ditengah-tengahnya terdapat sebuah patung yang sangat cantik.
__ADS_1
Lalu Quirin mengindahkan pandangannya kesudut taman, disana terdapat gazebo kecil, Quirin baru menyadari jika taman itu di kelilingi ilalang yang menjulang tinggi.
Melihat itu Quirin mengumpat kesal "Sial, aku telah membuang besi yang baru saja aku genggam" gumam Quirin dengan kesal
Tanpa pikir panjang Quirin melewati ilalang itu, ia tidak memiliki perasaan takut, Quirin menebas ilalang yang menghalanginya, ia hanya bermodalkan tangan tanpa memakai benda apapun. bahkan dirinya tidak memperdulikan tangan yang sudah tergores dimana-mana.
Padahal jika dilihat, taman itu memiliki suasana yang terlihat sangat menyeramkan.
Jika itu wanita lain maka mereka akan meninggalkan taman itu, tapi itu tidak berlaku untuk Quirin, bukannya takut ia justru lebih memilih maju untuk mengetahui rahasia apa yang berada di taman itu.
Sebenarnya Quirin menepis rasa takutnya "Untuk apa takut?, aku saja sudah merasakan kematian" gumam Quirin sambil menebas ilalang
Setelah sampai di gazebo itu, Quirin mengindahkan pandangannya kesemua sudut taman "di sini juga bukan, aku harus mencari kemana?" gumam Quirin pasrah.
Ia sudah mengitari seluruh rumah sebanyak dua kali, namun dirinya belum juga menemukan tanda-tanda ruangan itu, bahkan dirinya sudah memasuki sebuah taman yang sudah terbengkalai
KREKKK
Quirin terkejut mendengar suara itu, ia langsung memundurkan kakinya satu langkah, dan melihat kebawah, tapi yang dilihatnya hanya rerumputan hijau
Quirin yang penasaran menghentakkan kakinya kuat untuk yang kedua kali, dan suara itu terdengar begitu nyaring hingga membuat Quirin menutup kedua telinganya
"Sial!, telingaku sangat sakit" gumam Quirin dengan kesal
__ADS_1
Quirin melepas tangan yang berada di telinganya, ia mulai berjongkok untuk menyentuh rerumputan itu sambil memasukkan satu jarinya kedalam tanah untuk mengecek.
"Tidak terlalu tebal, pantas saja berbunyi sangat nyaring, tangan ini masih bisa mencungkil nya" gumam Quirin sambil melihat tangannya
Ia mencungkil tanah itu dengan kedua tangannya, keringat mulai bercucuran di dahi Quirin, tapi ia tidak memperdulikan itu dan terus mencungkil tanah itu.
"Rumah mewah yang memiliki banyak rahasia, aku yang masih kecil tidak seharusnya menyelesaikan masalah yang sangat rumit ini" gumam Quirin sambil mencungkil tanah itu
Setelah mencungkil nya, ia menemukan besi dengan warna yang sama " Lagi?, sungguh membuatku kesal, harus berapa kali lagi aku membuka pintu?" ucap Quirin sambil menggeretakkan giginya, tangannya masih terus mencungkil tanah itu
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏