Another Person Life

Another Person Life
Kiryu dan Hukuman


__ADS_3

"Rea, aku sangat merindukan mu" ucap Feryun sambil membalas pelukan Rea dengan sangat erat.


Jay dan Amber juga bergegas menghampiri kedua anaknya "Feryun anakku, maafkan papa dan mama" ucap Jay dengan air mata yang sudah mengalir.


Feryun yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya dari Rea, ia kini menatap Jay dan Amber yang sudah tidak bisa menahan air mata mereka.


"Aku tidak apa-apa papa, jangan pernah menyalahkan diri kalian, semua ini sudah keputusan ku untuk mengikuti keputusan nenek" ucap Feryun sambil menghamburkan pelukannya pad Jay dan Amber.


"Maaf karena aku tidak bisa menghubungi kalian, nenek selalu memantau pergerakan ku selama bertahun-tahun, aku tidak ingin kalian terlibat dengan nenek lagi jadi aku memutuskan semua kontak kita" lanjut Feryun dengan air mata yang mengalir.


Xeno tampak terkejut, sejak awal, ia ingin sekali bertanya tentang hubungan mereka, dan ternyata ia bahkan tidak menyangka bahwa Feryun adalah kakak kandung dari Rea, Xeno hanya tau bahwa Quirin memanggil Feryun dengan sebutan kakak, lalu setelah melihat mereka berkumpul Xeno baru menyadari ternyata mereka semua saling berhubungan.


"Masalah ini sungguh sangat memusingkan" gumam Xeno sambil menutup mata nya.


Sedangkan Xia, Vano, Staren, Gavin dan Arnius hanya berdiri mematung karena mereka sama sekali tidak mengerti dengan pertemuan keluarga itu.


Tiba-tiba Feryun bertanya mengingat sesuatu "bagaimana bisa kalian berada di singapura?" ucap Feryun sambil melepas pelukannya dari Jay dan Amber.


"Ah iya, perkenalkan, dia Xia teman dari kak Quirin, setelah di perbolehkan keluar dari rumah sakit, dia bersikeras ingin mengunjungi Quirin, kami pun menyetujui dan aku tidak menyangka bisa bertemu kakak disini" ucap Rea dengan penuh senyuman.


Rea memutar tubuhnya dan memperlihatkan Xia yang sudah membungkukkan tubuh nya. Feryun yang melihat itu hanya mengembangkan senyum.

__ADS_1


Mereka yang masih berada di depan pintu kini melangkahkan kaki masuk kedalam mansion.


"Tapi, tidak seharusnya kalian berada disini. Apa kalian lupa dengan persyaratan nenek?" ucap Feryun dengan serius.


Rea yang mendengar itu pun langsung menatap Feryun dengan serius "kami tidak lupa, kami ke sini juga karena dirimu, kau harus melepas belenggu yang menjerat mu kak, sudah waktunya kita semua menentang nenek" ucap Rea tanpa rasa takut.


"Tapi kekuatan yang ku miliki tidak sekuat nenek" ucap Feryun sambil menunduk.


"Jangan lupakan aku" ucap Quirin yang menepuk pundak Feryun sambil tersenyum.


Zee, Xeno, dan yang lainnya ikut maju bersama, lalu Zee melirik kearah Xeno, lalu Xeno yang mengerti arti lirikan itu langsung mengeluarkan ponselnya dan memanggil para bawahan yang ada di anak perusahaan mereka.


Xia yang tidak mengerti langsung menghampiri Quirin "apa maksudnya ini Quirin?" tanya Xia yang terlihat binggung.


"Xia, aku tau kau merindukan ku, tapi bisakah kau tinggal di sini, kami semua memiliki urusan yang sangat penting, setelah semuanya selesai, aku berjanji akan memberitahukan segalanya padamu" ucap Quirin sambil memeluk tubuh Xia.


Xia yang mendengar itu langsung memeluk tubuh Quirin, ia pun langsung tersenyum "Baiklah, aku tau kau merahasiakan banyak hal, aku kan menunggu mu disini" ucap Xia yang bersikap dewasa.


Walau dirinya tidak mengerti, tapi ia merasa bahwa situasi mereka semua sangatlah genting, dan Xia harus merubah pola pikirnya yang hanya ingin bersama Quirin.


"Vano, Arnius, Staren, Gavin, ambil perlengkapan kalian kita akan berangkat sekarang" perintah Xeno dengan penuh ketegasan.

__ADS_1


Rea terpesona melihat ketegasan Xeno, ia tidak menyangka jika Xeno lebih tampan saat memimpin dibandingkan saat menjadi sekretaris.


"Dia sangat menakjubkan" batin Rea sambil tersenyum simpul.


Feryun mengingat bahwa Kiryu belum kembali, ia pun kini menghubungi ponsel Kiryu, ketika panggilan itu tersambung Feryun dengan semangat menyebutkan nama Kiryu dan ia pun hendak memberitahukan soal kedatangan keluarganya, namun perkataan Feryun terhenti ketika mendengar suara yang sangat familiar.


"Kiryu, aku memiliki kabar ... "


"Kabar apa?" tanya orang yang ada di seberang sana dengan nada mengejek.


Feryun tampak terkejut "Nenek!" teriak Feryun dengan mata melotot disertai nada tinggi.


Teriakan Feryun membuat aktivitas semua orang yang ada di sekelilingnya terhenti, mereka pun langsung menoleh kearah Feryun yang tengah mengepalkan satu tangan dengan sangat kuat.


"Kenapa ponsel Kiryu ada padamu?" teriak Feryun dengan marah.


Feryun sangat mengenal Andrea, sosok itu bergerak cepat jika dirinya telah di khianati, Feryun juga yakin bahwa saat ini Andrea sudah mengetahui segalanya dan hal itu juga yang membuat Feryun tidak menahan dirinya lagi.


"Untuk siapa pertanyaanmu itu?, apa kau pikir nenek bodoh?, Sudah aku katakan untuk tidak menemui keluarga mu, tapi sepertinya kau menentang perkataan nenek mu ini, jadi Kiryu yang tidak bisa menghentikan mu akan menerima semua hukuman itu" ucap Andrea di ujung sana.


Bersambung ...

__ADS_1


Maaf jarang update, klinik belakangan ini menjadi rame, jadi autor tidak bisa update setiap hari 🙏


__ADS_2