
"Aku tidak berencana membuatmu mati keracunan karena itu terlalu lama dan itu tidak bisa membuatku bahagia" ucap Quiran dengan memutar bola matanya dengan malas.
Quiran melihat Kai sudah tidak bernyawa, ia pun langsung mengangkat kakinya dari besi itu dan ia mulai mengambil sebuah parang yang cukup panjang dan memutar-mutar parang itu di tangan nya.
"Berhati-hatilah saat menggunakan benda itu, aku tidak ingin tubuh Quirin terluka hanya karena kesalahan mu" ucap Zee sambil melihat kearah Quiran.
"Ya ya ... dasar cerewet" ucap Quiran sambil menghentikan tangan nya.
"Aku pernah membaca bahwa alter ego tidak pernah mau menuruti siapapun, tapi kenapa dia bisa tunduk pada Zee?" batin Feryun yang sedikit heran
"Bos, apa dia benar-benar alter ego?" tanya Kiryu yng sedikit penasaran.
"Entah lah, aku juga penasaran kenapa dia mau mendengarkan perkataan Zee" ucap Feryun yang terus melihat kearah Quiran.
Kini mata Quiran melirik kearah Cassi yang sedang gemetar dengan hebat "Kau takut?, bukankah kau ahli dalam hal ini?, kau pasti menyayat tubuh Xura dengan mengembangkan senyum seperti ini" ucap Quiran sambil memperagakan senyuman khas darinya lalu mengayunkan parang itu dan memotong pergelangan tangan Kai.
Prraakkk
Pergelangan tangan itu tampak terputus, Cassi yang melihat itu semakin gemetar ketakutan, mulutnya bahkan tak bisa mengeluarkan kata-kata apapun, kini dirinya tinggal seorang diri dengan dikelilingi orang-orang yang berhati dingin.
"Hahaha .... bukankah kau menyayat tubuh Xura seperti itu?, aku yakin kau pasti tampak senang ketika melakukan nya" ucap Quiran di sela tawa nya.
Cassi semakin gemetar mendengar tawa itu, ia pun tidak berani menatap kearah Quiran, sedangkan Quiran menghentikan tawanya dan melihat Cassi sudah tidak menatapnya lagi.
"Kau berani mengalihkan pandanganmu dariku?" ucap Quiran sambil menurunkan tawa nya semakin kecil dan semakin tak terdengar lagi.
Cassi tetap tidak berani melihat ke arah Quiran, lalu Quiran melangkahkan kaki nya berjalan kearah Cassi lalu melangkahi lilin yang ada di sekeliling Cassi.
"Perlihatkan wajah menyebalkan mu itu padaku" ucap Quiran yang masih memegang parang di tangannya sambil menendang wajah Cassi.
Quiran bisa melihat wajah Cassi yang tampak pucat dengan menahan sakit di seluruh tubuhnya.
"Apa kau merasa sakit?, bukankah kau orang yang sangat hebat?, lalu kenapa ketika kau mendapat hukuman kecil ini, kau justru bisa merasa sakit?" ucap Quiran sambil tersenyum mengejek.
Cassi yang mendengar ejekan itu merasa sangat marah, kalau dirinya ketakutan, ia justru bisa mengeluarkan amarahnya "aku tidak memiliki urusan dengan mu!, sekarang lepaskan aku!" teriak Cassi sambil meronta mencoba melepaskan tali yang mengikat tangan nya.
"Kau memegang tidak memiliki urusan denganku, tapi sekarang kami telah menyatu jadi urusan Xura menjadi urusanku" ucap Quiran sambil menarik rambut Cassi dan menyeretnya mendekati jasad Kai.
Arrgghh
__ADS_1
"Lepaskan!"
"Apa yang kau lakukan!" teriak Cassi yang merasa kepala nya seakan ingin lepas dari tempatnya.
"Kalian harus mati bersama, jika tidak seperti itu, maka semua ini tidak akan seru" ucap Quiran sambil tersenyum senang
Cassi yang mendengar itu melototkan matanya, ia yakin bahwa apa yang di katakan Quiran akan segera menjadi kenyataan, karena Cassi menyaksikan sendiri bagaimana cara Quiran membunuh Kai.
"Tidak!, jangan lakukan itu!, biarkan aku pergi kakak!" ucap Cassi sambil menggelengkan kepalanya san menangis.
"Kakak!, kau lupa siapa diriku?" ucap Quiran sambil mengayunkan parangnya dan memotong satu tangan Kai.
Lagi-lagi Cassi terdiam dengan melototkan matanya, Cassi mulai berfikir bahwa alter ego yang ada di depannya sangatlah kejam, Cassi juga berpikir bagaimana bisa Alter ego itu memotong tubuh orang yang sudah mati?, dulu dirinya hanya menyayat tubuh kakaknya saja dan tidak pernah berniat untuk memutilasinya.
Tapi sekarang Cassi harus menyaksikan sendiri bahwa Alter ego sangatlah mengerikan dari dirinya.
"Kau ingin melihat yang lebih menyenangkan?, ini bagian yang sangat aku sukai" ucap Quiran sambil memperlihatkan senyum khasnya.
Quiran kembali mengayunkan parang itu dan membelah perut Kai, ia juga memotong kedua kaki dan leher Kai sambil tertawa.
"Hahaha .... " tawa Quiran semakin keras.
Keempat pria yang sedang menonton di belakangnya justru tak mengeluarkan kata-kata sama sekali, mereka melihat kelakuan Quiran sangatlah brutal, bahkan mereka tidak berniat untuk menghentikan kesenangan alter ego.
Cassi mulai menunduk dan menyesali perbuatannya, ia tidak ingin menjadi korban berikutnya, dengan sangat pasrah Cassi menurunkan gengsinya dan mulai bertanya.
"Apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkan ku?" tanya Cassi yang sudah tidak bisa berpikir lagi.
Para pria yang menonton justru sangat kagum dengan kekuatan yang di miliki Cassi, sebagai wanita seharusnya ia sudah menyerah dan memohon ampun, tapi sejak awal dirinya di siksa, Cassi bahkan tidak pernah menurunkan gengsinya walau mendapat penyiksaan yang menyakitkan.
Setelah beberapa jam berlalu, Cassi baru menanyakan hal yang sangat menggiurkan untuk Quiran.
"Mati!, Kau harus mati!, itu lah yang harus kau lakukan saat ini" ucap Quiran sambil menatap Cassi dengan tajam.
"Setelah kau mengira Xura sudah mati, kau justru hidup bergelimang harta, sedangkan Xura harus hidup dengan hutang yang semakin meninggi karena ulahmu, jadi aku ingin kau mendapatkan hal yang serupa" ucap Quiran lalu mengayunkan parang itu tepat di pundak Cassi.
Aarrgghhhh
Cassi berteriak dengan sangat kuat, darah mulai keluar dengan sangat deras.
__ADS_1
"Sekarang kau bisa melepaskan tanganmu dari ikatan itu, lakukanlah" ucap Quiran sambil melihat tangan Cassi yang satu sudah bergoyang-goyang.
"Kau sangat kejam!" teriak Cassi dengan air mata yang terus mengalir.
"Hiks .... Lepaskan aku!" teriak Cassi sambil nangis.
"Baiklah, aku akan melepaskan mu" ucap Quiran lalu mengayunkan parang itu kembali dan memotong tangan Cassi.
Arrgghhh
"Cukup!" teriak Cassi yang sudah tidak sanggup menahan sakit di seluruh tubuhnya.
"Pergilah, sekarang kau bebas, aku sudah memotong tangan yang terikat, jadi kau bisa pergi dari sini" ucap Quiran sambil tersenyum lembut.
Cassi sontak kaget, ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan melupakan rasa sakit di seluruh tubuhnya, Cassi mencoba berdiri dan hanya bisa mengandalkan satu kakinya saja, Cassi bahkan berjalan dengan tertatih-tatih.
Arrgghhh
Cassi berteriak dan jatuh ke tanah, ia pun melihat sebuah pisau sudah menancap di punggungnya.
"Aku bercanda haha ... " ucap Quiran sambil tertawa keras.
Keempat pria itu sedikit heran dengan kelakuan Quiran, mereka bahkan baru pertama kali melihat alter ego mempermainkan musuhnya dengan cara yang cukup unik.
Juga, mereka semua cukup terkejut melihat Quiran melempar pisau itu dengan sangat santai.
"Ka-kau!" teri Cassi yang sudah terjatuh dan tidak bisa bangkit kembali.
"Aku sudah katakan, aku hanya ingin kau mati!" ucap Quiran dengan nada dingin lalu berjalan mendekati Cassi.
Quiran bahkan menyeret parang itu hingga menimbulkan bunyi yang bisa membuat telinga sakit.
"ini menyakitkan" gumam Xeno sambil menutup kedua telinga nya.
Ketiga pria lainnya juga ikut menutup telinga mereka, bunyi itu seolah bisa menusuk telinga mereka.
Setelah berhasil berada di depan Cassi, Quiran langsung berjongkok "kau tidak punya pilihan lain" ucap Quiran sambil menarik pisau itu dari punggung Cassi lalu menggoreskan pisau itu tepat di wajahnya.
Arrgghh
__ADS_1
"Wajahku!" teriak Cassi.
Bersambung ...