
Zee duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Quirin,
Quirin merasa risih karena ia hanya berdua dengan Zee di dalam ruangan
Quirin melihat Zee bersandar di kursi dengan memejamkan mata sambil melipat kedua tangannya dan menaikkan satu kaki bersilang, membuatnya memikirkan beberapa ide untuk mengusir Zee dengan berbagai pertanyaan
"Apa kau mengantuk?" ucap Quirin yang melihat kearah Zee
"Tidak" ucap Zee tetap memejamkan matanya
"Apa kau tidak ingin pulang?" tanya Quirin
"Tidak, aku tetap berjaga" ucap Zee santai
"Apa kau tidak memiliki pekerjaan lain selain berjaga disini?" tanya Quirin
"Tidak" jawab Zee
"Apa kau tidak merindukan seseorang?, misalnya keluarga atau pacar?" tanya Quirin
"Tidak" seru Zee
"Apa kau bisa berhenti dengan menjawab tidak mu itu?" tnya Quirin geram
"Tidak" ucap Zee
"Ughh, bagaimana aku bisa mengusirnya" batin Quirin kesal
Detik dan menit pun berlalu membuat Quirin membiarkan Zee memjaganya lalu Quirin ikut memejamkan matanya dan perlahan membuatnya tertidur dan mendengkur halus
Zee yang mendengarnya membuka mata dan tersenyum hangat lalu pergi meninggalkan ruangan itu
Begitu pintu ruangan terbuka, semua yang berada di luar menatap Zee ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan
"Ayo kita pulang, kalian bertiga tetap berjaga di sini" ucap Zee acuh
"Biarkan aku menemaninya" ucap Xia
"Tidak, dia sedang tidur" ucap Zee dingin
"Ak......" ucap Xia
"Udang kecil, Apa kau tuli?, berpikirlah!, kau ingin dia segera pulih kan?, apa kau yakin bisa menahan mulutmu, untuk tidak mengeluarkan sedikitpun kata dengan suara mu yang bisa menyakitkan telinga itu?" potong Vano sambil melirik kearah Xia
"Ugh, dia menjengkelkan!, tapi benar juga apa yang dikatakannya, kalau Quirin cepat pulih, aku bisa mengajaknya jalan-jalan" batin Xia
"Baiklah" ucap Xia
Arnius, Gavin, Staren tersenyum geli ketika melihat bagaimana Xia menuruti ucapan Vano, biasanya mereka selalu bertengkar mengenai masalah yang kecil dan selalu saling menyalahkan
Zee hanya menatap acuh tak acuh, sedangkan Xeno hanya menjadi pendengar
"Apa otaknya hanya bisa berpikir jernih saat berbicara mengenai nona?" bisik Arnius
"Mungkin saja" kompak Gavin, Staren
__ADS_1
"Kalian tidak boleh meninggalkan dia sendirian walaupun hanya sedetik" ucap Zee sambil menatap tajam pada keempat Bodyguard
Mereka berempat merinding melihat tatapan itu, termasuk Xia
"Baik tuan muda" jawab serempak 4 Bodyguard
Zee melangkah meninggalkan ruangan, Xeno yang melihat juga berlari kecil mengikuti langkah Zee, Xia mengikuti di belakang Xeno, mereka bagaikan tangga berjalan saling mengikuti
Xeno menoleh kebelakang ia melihat Xia "untuk apa kau mengikuti kami seperti anak ayam?" tanya Xeno
"Cih, aku hanya ingin keluar, tapi kau juga seperti anak ayam, Apa kau tidak sadar?" ucap Xia sinis
Xeno melihat kedepan "Benar juga" batin Xeno
lalu Xeno hanya berdecak "Ck"
Semua mata seisi rumah sakit tertuju pada Zee dan Xeno mereka terpesona dengan penampilan Zee bahkan penampilan Xeno juga tidak kalah mempesona, lalu mata mereka tertuju pada gadis yang mengikuti mereka berdua
Mata yang tadinya mendambakan berubah menjadi mata dengan tatapan sangat tajam, setajam silet
Merasa di tatap, Xia menoleh kearah kiri dan kanan, Xia mendigik ngeri melihat tatapan tajam yang tertuju padanya, ia mempercepat langkahnya dan mendorong Xeno, Xeno terkejut lalu mendorong Zee, membuat Zee lebih terkejut
Zee melihat kebelakang dan menatap dingin, Xeno juga menatap kearah belakang dengan mata melotot
Xia mendongakkan kepalanya ia langsung menjauhkan tubuhnya dan membenarkan baju nya "Maaf, hehe" ucap Xia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Sesampai di parkiran Zee memasuki mobil Xeno yang memegang pintu mobil tiba-tibs tangannya di cegat oleh Xia "hey, apa kau bisa memberiku tumpangan?"
"Lepaskan" ucap Xeno sambil melepaskan tangan Xia
"Tidak bisa" jawab Xeno Singkat
"Please, kali ini saja, hheemm?" ucap Xia sambil menyatukan tangannya memohon
Zee yang melihat perdebatan itu membuka setengah kaca mobil "Ck..Kau, cepat masuk!, duduk di depan bersama Xeno" ucap Zee pada Xia lalu menutup kembali kaca mobil
Xeno melotot kearah Xia, Xia yang senang setelah di beri tumpangan masuk dengan cepat tanpa memperdulikan tatapan Xeno
Hari demi hari, bulan telah terlewati
Vano, Arnius, Gavin, Staren tetap setia menjaga diluar ruangan Quirin, begitupun dengan Xia, ia selalu menjenguk sahabatnya itu
Ketika dokter Al ingin memasuki ruangan "Kalian bertiga mengapa tidak berpelukan lagi?, kalian tau? kalian sangat mesra ketika berpelukan, seperti cinta segitiga yang terlihat saling menyayangi" ucap Dokter Al sambil menahan tawa
Mereka bertiga yang mendengar hanya mendengus kesal dan tidak menjawab pertanyaan dokter Al
"Biarkan aku memeriksanya, oke?" ucap Dokter Al sambil bergegas masuk tanpa mendengar persetujuan mereka
Dokter Al melihat Quirin yang sedang santai lalu membuka pembicaraan "aku ingin memeriksamu" ucap dokter Al
Quirin yang mendengar hanya menoleh sekilas dan tidak menjawab
"Sepertinya kita butuh CT-Scan, aku ingin melihat tulang kakimu" ucap dokter Al
"Silahkan" ucap Quirin Singkat
__ADS_1
Dokter Al memanggil perawat masuk kedalam, "Bantu aku memindahkan dia ke ruangan Radiologi"
"Baik dokter" ucap 3 orang perawat sambil membawa brankar milik Quirin
Vano, Arnius, Gavin, Staren tetap mengikuti mereka sampai di depan ruangan
Di dalam ruangan, Quirin di papah oleh perawat untuk melakukan CT-Scan
Setalah di periksa Dokter Al menjelaskan dan bertanya "Tulangmu sudah menyatu, kau ingin menanam pen itu atau mengeluarkannya?"
"Mengeluarkannya" jawab Quirin tegas
"Baiklah, kita akan melakukan operasi beberapa hari lagi, tapi aku akan meminta izin pada Zee terlebih dahulu" ucap dokter Al
"Tidak perlu meminta izin darinya, ini tubuhku!" Quirin dengan tegas
"Tapi dia yang menolong mu, jangan lupakan itu" ucap dokter Al melirik Quirin
"Aku melupakan satu hal penting itu, sial" batin Quirin
"Tolong pindahkan dia ke brankar lalu kembalikan dia ke kamarnya" ucap dokter Al pada perawat
"Baik dokter" ucap perawat sambil memapah dan membaringkan Quirin
diluar ruangan Quirin di bantu perawat mendorong tempat tidurnya diikuti oleh keempat Bodyguard
perawat itu melihat kebelakang dan langsung berbalik "Kamu siapa? mengapa bisa mengenal Ceo Zee, asisten Xeno dan dokter Al?" tanya perawat yang mengecilkan suaranya, perawat yang sedari tadi menantap Quirin tidak suka
"Bukan siapa-siapa" Ucap Quirin singkat
"Tapi kenapa dokter Al sendiri yang merawatmu?, tidak mungkin kau bukan siapa-siapa" ucap perawat sinis
"Kau, berhentilah terlalu ikut campur urusan orang" ucap Quirin dingin
"Dasar ******, ku peringatkan padamu, jangan mendekati CEO Zee dan yang lainnya, atau kau akan tau sendiri akibatnya!" ucap perawat itu berbisik
"Kalau aku tidak sakit, sudah aku robek mulutmu itu" batin Quirin melirik tajam Perawat itu
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1