
Disaat yang sama, Calis masih mencoba berusaha membujuk Lura untuk menyebutkan nama orang yang sudah membuatnya menjadi seorang pemurung.
Rasa frustasi membuat Calis mulai berteriak "kau ingin membuat ibumu ini menjadi gila?!" teriak Calis dengan wajah yang di penuhi amarah.
Lura yang mendapat pertanyaan itu tersentak kaget "ti-tidak ibu!, aku mohon!, berhentilah memaksaku untuk mengatakannya!" teriak Lura dengan nafas tersengal-sengal.
"Bagaimana ibu bisa berhenti?, ibu hanya bertanya namanya saja, jika memang dia keluarga kaya, maka ibu juga tidak bisa mengusiknya"
Lura melihat Calis seperti seorang gila, ia melihat penampilan Calis bahkan jauh berbeda dari biasanya, Lura benar-benar merasa kasihan pada sang ibu, ia pun berpikir untuk mengalah "berjanjilah padaku ibu" ucap Lura dengan nada memohon.
Calis yang mendengar itu mantap tidak percaya "ibu berjanji padamu, jadi ceritakan saja pada ibu" ucap Calis menurunkan nada bicaranya.
Lura menceritakan kejadian yang tidak pernah terjadi, ia tau sang ibu tidak mungkin menemui Max, jadi ia hanya bisa berkata bohong untuk menutupi nasib malangnya itu.
"Baiklah, sekarang ibu mengerti, kau istirahatlah" ucap Calis tersenyum lalu mengelus rambut Lura.
Lura merasa lega melihat tidak ada emosi di dalam mata sang ibu. ia tidak berpikir sang ibu akan menghianatinya, tapi nyatanya, semua itu tidak sesuai apa yang dipikirkan oleh Lura.
"Apa Lura tidak salah?, Max Lamont?, anak dari pemilik perusahaan Lamont?, wow, aku tidak menyangka Lura bisa mengenal tuan muda itu. Aku harus baik-baik memanfaatkan ini agar Lura bisa masuk kedalam keluarga kaya" batin Calis sambil tersenyum.
Calis keluar dari kamar lalu ia bergegas mencari Beymi, ia mendapati Beymi sedang berada di kebun "Beymi, tolong cari tau informasi mengenai Max Lamont, kau harus mendapatkan informasinya hari ini juga." ucap Calis yang sangat antusias.
"Baik nyonya" ucap Beymi sambil meninggalkan Calis sendirian yang masih tersenyum.
"Akhirnya aku akan menjadi lebih kaya, dengan adanya harta keluarga Alister dan ditambah dengan harta milik keluarga Lamont. Semuanya akan menjadi milikku. Quirin tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anakku Lura." batin Calis dengan senyuman licik.
***
__ADS_1
Max yang sedang bersenang -senang merasa terganggu dengan ponselnya yang terus berdering.
[Tuan, ada seseorang dari keluarga Alister yang sedang menggali informasi pribadi milik tuan]
Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Max, ia yang sedang membaca itu mengerutkan dahinya, sesekali ia mengingat pernah mendengar nama Alister tapi Max lupa dengan kejadian yang dia lakukan pada Lura.
Setelah berpikir cukup lama, Max mengingat hal yang tidak menyenangkan "ah ... wanita menyebalkan itu, berani sekali dia mencari informasi pribadiku, apa pelajaran yang aku berikan kurang cukup untuknya?," gumam Max dengan kesal
[Biarkan dia mendapatkan apa yang dia inginkan]
Max membalas pesan bawahannya, ia ingin melihat kekacauan seperti apa yang akan di lakukan keluarga Alister.
"Kebetulan aku belum membalas perbuatan mereka, jadi sekarang adalah waktunya. Sungguh melelahkan, kau tidak pernah memberiku tugas yang mudah Zee, kau tau aku sangat benci berurusan dengan wanita, mereka makhluk yang sangat merepotkan. Sepertinya kau sengaja ingin membuatku susah" gumam Max sambil menggoyangkan gelas yang berisi minuman lalu meneguknya sedikit demi sedikit.
***
Setelah kejadian di rumah Alister, Rea hanya diam saja di dalam mobil, keduanya tampak tidak ingin berbicara.
Tanpa berpamitan dan terimakasih, Rea turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Lalu Xeno melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Lupakan saja pria menyebalkan itu ... sepertinya aku harus memberitahu Papa" Gimana rea sambil turun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar.
Rea melihat sang papa ada di ruang tengah sambil memegang laptop "Pa, ada yang ingin aku tanyakan pada papa" ucap Rea yang duduk disebelah Jay.
"Ada apa, tumben kau ingin duduk di sebelah papa, pasti kau ingin sesuatu?" ucap Jay penuh curiga tanpa menoleh kearah Rea.
"Tidak pa, kali ini aku serius" ucap Rea dengan menatap Jay.
__ADS_1
Jay yang mendengar itu, langsung menoleh dan melihat putrinya yang sedang berwajah serius "apa yang ingin kau tanyakan pada papa?"
"Apa papa ingat wanita yang ada di samping tuan muda?"
"Papa mengingatnya, lalu apa masalahnya?" tanya Jay mengerutkan dahinya.
"Dia nona keluarga Alister dan sekarang aku ingat, wajahnya sangat mirip dengan wanita yang ada di foto itu" ucap Rea dengan serius.
Jay yang serius mendengarkan Rea mencoba berpikir, setelah lama berpikir Jay melebarkan kedua matanya "benar, mereka sangat mirip, pantas saja papa seperti melihat wajahnya, ternyata dia keturunan dari wanita itu" gumam Jay dengan cairan bening yang mulai tumpah.
"Ada apa dengan papa, kenapa papa seperti ini?, sebenarnya wanita itu siapa pa?" tanya Rea merasa binggung karena Jay tiba-tiba menangis.
"Ceritanya cukup panjang, rahasia ini cukup kita berdua yang tau, jangan sampai keluarga yang lain mengetahuinya, berjanjilah pada papa Rea" ucap Jay sambil menghapus air matanya lalu menangkap kedua bahu Rea.
Rea yang melihat reaksi sang papa merasa kasihan "baiklah pa, aku tidak bertanya apapun lagi, tapi aku ingin memberitahu hal lain pada papa, saat aku berkunjung ke kediamannya, pelayan Alister bahkan tidak menyebutnya nona, sepertinya kehidupan dia cukup sulit di keluarga itu" ucap Rea dengan menghela napas.
Jay yang mendengar itu melepaskan tangannya dari Rea, lalu ia mengepalkan kedua tangannya "apa!, berani-beraninya memperlakukan mereka seperti itu!" geram Jay.
"kenapa reaksi papa seperti itu?" batin Rea terlihat binggung
Jay teringat akan sesuatu "Rea, apa kau dekat nona itu?, berjanjilah pada papa untuk menjaga mereka Rea, apa kau bisa memenuhi janji ini?" tanya Jay dengan serius.
Rea cukup lama terdiam, pikirannya sedikit binggung dengan reaksi yang di timbulkan sang papa, tapi entah kenapa Rea menyetujui dengan sukarela. "Aku sangat dekat dengannya, Rea berjanji akan melindunginya" ucap Rea dengan senyum dibibirnya.
"Setelah sekian lama, akhirnya kita bisa bertemu lagi" batin Jay tersenyum pahit
Jay bahkan tidak tau, jika orang yang sangat ia rindukan sudah tidak ada di dunia ini lagi.
__ADS_1
Bersambung ...