Another Person Life

Another Person Life
Bermalas-malasan


__ADS_3

Zee mulai memikirkan perkataan Gio, ia mulai bertekad untuk mencari keberadaan Xura, tapi melakukan itu semua harus memiliki tenaga ekstra.


Sedangkan dirinya, masih terbaring lemah di atas tempat tidur. Leva pun menghubungi Al dan mengatakan bahwa Zee telah sadar.


Al yang mendengar kabar itu justru merasa sangat senang, ia pun berlari untuk menemui Zee.


Setelah sampai di kamarnya, Al langsung memasang wajah jutek "hey kau!, bisa-bisanya kau tertidur seperti orang mati dan malah membuat kami harus bekerja tanpa henti!, kau tau bahwa itu benar-benar sangat menyebalkan!" ucap Al yang mengutarakan isi hatinya.


"Kapan aku bisa keluar dari rumah sakit?" tanya Zee yang mengabaikan celotehan Al.


Al yang merasa di abaikan benar-benar merasa kesal, ia tidak menyangka bahwa ketika Zee telah sadar, sifatnya dinginnya itu bahkan tidak juga hilang.


"Dalam beberapa hari lagi kau bisa keluar dari rumah sakit" ucap Al sambil memeriksa keadaan Zee.


Al pun menceritakan apa yang telah terjadi saat Zee tidak ada, ia juga menceritakan bahwa Al juga sedang merawat Quirin, tapi ia tidak menyelipkan cerita tentang Xura.


Vano, dan yang lainnya masuk ke dalam ruangan dengan terengah-engah "tuan muda" ucap keempat orang itu dan langsung mendekati Zee.


Semua yang ada di dalam langsung menoleh kearah mereka "Apa kalian masih belum menemukannya?" tanya Zee dengan penuh harap.


Vano yang mendapat pertanyaan itu mulai melirik kearah mereka semua, dan mereka yang ada di ruangan itu tampak diam seperti tidak ingin menjawab pertanyaan itu. "Tidak tuan muda, kami tidak menemukan jejak apapun dari Xura" ucap Vano sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Zee mengernyit kan dahinya "Kenapa kau tidak tau dimana dia?, bukankah kau pacarnya?" tanya Zee pada Vano.


"Tidak tuan muda, kami hanya bersandiwara" jelas Vano pada mereka semua.


Xeno, Al dan Zee benar-benar terkejut, "kenapa kau tidak memberitahuku?" ucap Zee dengan kesal.


"Aku tidak bisa memberitahu kalian, karena dia sudah mengancam ku, lalu saat sehari dia memasuki mansion ini, dia bahkan sudah mengetahui seluruh akar masalah yang telah menimpa tuan, dia mencari data yang telah di hapus oleh Gilma dan memulihkannya kembali, semua ini karena perbuatan nona Xura" jelas Vano.


Zee tampak semakin gusar, ia tidak menyangka bahwa selama ini Xura sudah mengetahuinya, bahkan dia juga sampai membantu menyelesaikan masalah Zee.


"Tuan, nona juga mengatakan bahwa kau harus menyelesaikan masalahmu sendiri, karena itulah nona mengancam ku dan juga tuan Al" jelas Vano yang tidak ingin di marahi sendirian.


Zee yang mendengar itu melirik kearah Al, sedangkan Al merasa terkejut dan ia langsung menggelengkan kepalanya "aku hanya mengetahui hal itu, tapi aku tidak mengetahui bahwa Vano dan Xura hanya berpura-pur menjadi sepasang kekasih" ucap Al yang sedikit kesal karena Vano membongkar hal itu di depan Zee.


Mereka pun langsung menyetujui perkataan Leva dan memulai kembali mencari keberadaan Xura.


Zee tampak termenung dengan sikap yang selama ini di tunjukan nya pada Xura "Kau berada di mana?, maafkan aku" batin Zee sambil memejamkan matanya.


Setelah beberapa hari, Zee sudah di perbolehkan oleh Al untuk pulang, wajah yang biasanya tampak dingin kini terlihat seperti tidak bersemangat.


Leva dan Gio tetap setia menemani Zee di rumah sakit, sedangkan Vano dan yang lainnya terus berusaha mencari keberadaan Xura.

__ADS_1


Lalu saat Zee berjalan di lorong rumah sakit, ia melihat Alpha keluar dari sebuah ruangan, lalu Zee pun mulai mengejarnya.


"Alpha!" panggil Zee dari kejauhan.


Alpha yang merasa di panggil langsung menoleh kebelakang "tuan muda Zee" ucap Al dengan terkejut.


Zee berjalan mendekat kearah Alpha "Bisa kita bicara sebentar?" tanya Zee dengan santai.


Gio dan Leva melihat Zee sedang menghampiri seseorang, merekapun langsung pergi keluar dari rumah sakit.


Keduanya berjalan kearah taman, lalu Zee kini mulai membuka pembicaraan "apa Quirin masih di dalam ruangan itu?" tanya Zee dengan mengobrol santai.


"Benar tuan muda, dia bahkan sudah seperti orang mati" ucap Alpha sambil menundukkan kepalanya.


"Apa kau tau dimana saja kediaman Xura?" tanya Zee dengan cepat.


Alpha tampak terkejut mendengar perkataan Zee, tapi ia tetap menjawabnya dengan sopan "Tidak tuan, yang mengetahui itu hanya Quirin saja" ucap Alpha.


Zee tampak terdiam, kali ini dia benar-benar tidak menemukan petunjuk apapun. tapi entah kenapa Zee bahkan yakin bahwa Xura masih berada di Singapura.


"Aku akan terus mencari mu" batin Zee dengan penuh tekat.

__ADS_1


Sedangkan di dalam mansion, seseorang tengah bermalas-malasan sambil menikmati hidupnya.


Bersambung ...


__ADS_2