Another Person Life

Another Person Life
Berani Membuatku Keluar?


__ADS_3

Seketika Calis juga menghentikan makan dan beranjak dari tempatnya, Grizo melihat kearah Calis "mau pergi kemana?" tanya Grizo dengan heran


Calis menoleh "Hanya keluar sebentar mencari udara segar" ucap Calis tersenyum lembut


Grizo hanya mengangguk dan melanjutkan aktivitasnya, sedangkan sang nenek berdiam tanpa berniat ikut campur dalam urusan Grizo dan Calis


"Aku harus memberinya pelajaran" gumam Calis sambil mengepalkan kedua tangannya


Ia keluar dan berdiri ditaman, sebelum menghubungi seseorang Calis menoleh kekanan dan kekiri untuk memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraannya


Setelah merasa aman ia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang, setelah ponsel mereka saling terhubung Calis tanpa basa basi langsung berbicara dengan cepat "Aku memberikan sebuah tugas padamu, bawa anggotamu dan pergi habisi anak menyebalkan itu, sepertinya sebentar lagi dia akan keluar rumah" ucap Calis pada seseorang di ujung sana


Calis langsung mematikan sambungan ponselnya, ia baru teringat jika Lura masih belum pulang kerumah


"Ah .. dimana anak itu?, dia tidak ada dirumah seharian ini, kenapa hatiku tidak tenang" gumam Calis sambil berfikir


Ia mencoba menghubungi ponsel Lura, tapi hasilnya nihil, nomor itu tidak bisa tersambung "lura, dimana kau?, aku yakin semua orang belum menyadarinya jika Lura belum pulang kerumah" batin Calis sedikit khawatir


Calis berusaha menghubungi teman-teman Lura, namun semua temannya tidak mengetahui keberadaan Lura.


"Dimana kau, jangan membuatku khawatir seperti ini" gumam Calis khawatir sambil menggigit kukunya


Quirin berada didepan rumah, ia melihat kearah mobil sambil berjalan mendekat dan memegang dibagian yang rusak "Aku ingin membuang mobil ini, tapi aku sangat menghargai pemberian ayahmu Quirin, jadi aku akan merombak mobil ini agar terlihat lebih keren" gumam Quirin


Tiba-tiba seseorang memasuki rumah dengan langkah pelan dan juga menunduk, Quirin sangat fokus sehingga tidak melihatnya, tapi instingnya benar-benar tajam, Quirin langsung menoleh kearah pintu rumah


"Dia sudah kembali?, cepat sekali?, padahal aku mempunyai banyak rencana untuknya" gumam Quirin sedikit kecewa


Quirin tidak memperdulikan itu, ia menghela nafas kasar lalu langsung masuk kedalam mobil dan keluar dari rumah.


Saat diperjalanan Quirin merasa ada yang mengikutinya, Ia melihat melalui kaca, disana terlihat dua mobil mengikuti Quirin "Siapa lagi ini?, kenapa musuhku tidak ada habisnya?, untung aja aku membagi racun itu untuk berjaga-jaga" gumam Quirin menghela nafas panjang


Ia menyimpan racun itu didalam mobil dan di dalam rumah, karena hanya mengandalkan beladiri saja tidaklah cukup, apalagi tubuh yang ditempatinya mengalami patah tulang, untuk sembuh menghabiskan waktu yang sangat lama, jika ia harus masuk kerumah sakit lagi, maka hidup dan matinya akan berada ditangan Zee.


Maka dari itu ia membawa racun kemana pun agar bisa melindungi diri tanpa harus melakukan serangan fisik, dan ia juga masih belum membeli perlengkapan lain seperti pistol, jarum, dan pisau.


Membeli perlengkapan itu tidaklah mudah, ia harus melalui proses yang sangat panjang dan itu memakan waktu yang cukup lama.


"Sudahlah, lawan saja, diinggris aku tidak punya siapapun selain tuan muda es itu" gumam Quirin sambil menyetir dengan kecepatan penuh

__ADS_1


Quirin menggiring mereka kejalanan yang sangat sepi, kedua mobil dibelakangnya terus mengikuti Quirin


Setelah sampai Quirin turun dengan sangat elegan, kedua mobil itu juga ikut berhenti.


Quirin melihat delapan orang turun dari mobil yang berbeda "Ck, Sial!, ini terlalu banyak" gumam Quirin berdecak kesal


Mata para pemuda itu membulat sempurna,


meraka tidak habis pikir, sang atasan mengutus delapan orang hanya untuk menangkap seorang gadis. tapi mereka sangat berterimakasih setidaknya Quirin terlihat sangat cantik


"Haha ... dia sangat cantik, aku sangat ingin menyicipinya" ucap salah seorang sambil memandang Quirin dengan mesum


"Benar, tidak sia-sia kita menerima tugas ini" ucap yang lainnya sambil tersenyum nakal


"Aku tidak yakin bisa melawan mereka semua, karena tubuhku saat ini sangatlah lemah" batin Quirin sambil melihat dengan tajam orang-orang yang ada didepannya


"Aku peringatkan jangan bermain-main denganku, karena aku tidak akan berbelas kasih" ucap Quirin dengan datar


"Apa hanya kata-kata yang bisa kau keluarkan?, kau itu hanya wanita lemah yang sebentar lagi akan menjadi santapan kami ... Haha " ucap yang lain sambil tertawa


"Haha ... benar, ayo segera selesaikan ini, aku sangat tidak sabar ingin mencicipinya" ucap pria lainnya


Saat mereka maju dan ingin menangkap, Quirin langsung menendang satu persatu dari mereka


Suara pertarungan mulai terdengar, para pria itu tersungkur ketanah, mereka tidak percaya Quirin bisa berkelahi dan bisa mengalahkan mereka semua


"Sial!, dia bisa beladiri, seharusnya dari awal aku tidak meremehkannya" ucap pria itu sambil mengusap darah yang keluar dari disudut bibirnya


"Kalau begini aku tidak ragu melakukan cara yang kejam" ucap pria lainnya dengan menggeretakkan giginya, karena dirinya mendapat pukulan di bagian kaki dan itu teras sangat menyakitkan


"Karena dia bisa melakukan beladiri, sebaiknya kita harus lebih serius menghadapinya" ucap pria lainnya, dirinya tidak terima dikalahkan oleh wanita seperti Quirin


"Aku tidak akan melepaskan dia, kita harus menangkapnya!" ucap pria lainnya dengan kesal


Keempat yang lain hanya mengangguk setuju atas semua perkataan teman-temannya


"Habislah aku, kelihatannya mereka sedang membuat rencana" gumam Quirin sambil melihat kearah mereka


Mereka semua berdiri dan kembali menyerang, Quirin suara pertarungan kembali terdengar

__ADS_1


Saat menghadapi satu persatu, Quirin merasa dirinya kehabisan tenaga "Aku sudah menduga ini akan terjadi, bagaimana sekarang?" batin Quirin


Saat Quirin lengah salah satu dari pria itu menangkap tangan Quirin "Sialan!, Lepaskan!" teriak Quirin sambil meronta-ronta


"Setelah apa yang kau lakukan pada kami, kau ingin kami melepaskanmu?, itu tidak akan pernah terjadi" ucap pria itu dengan menatap tajam Quirin


"Bukankah kalian yang ingin menangkap ku?, apa aku tidak boleh melawan hanya karena aku seorang wanita?" teriak Quirin, sekarang dirinya benar-benar marah karena ia disalahkan oleh pria yang ada dihadapannya


Semua pria yang mendengar itu tertawa dengan keras " Haha ... seorang wanita hanya bisa dibawah kekangan para pria" ucap pria lainnya


Pria itu melihat Quirin sudah menunduk dan juga mereka tidak mendengar suara apapun lagi, saat ingin melihat wajah Quirin, tiba-tiba mereka mendengar suara yang sedikit berat dan mengerikan


"Haa ... apa benar begitu?" tanya Quirin dengan kepala tertunduk


Pria itu merasa sedikit merinding namun dia tidak memperdulikan itu "Tentu saja benar" ucap pria lainnya dengan sombong


Aura yang keluar dari diri Quirin benar-benar berbeda, mereka bisa merasakan hawa disekitar telah berubah


Para pria itu terkejut, mereka saling memandang heran dan bertanya-tanya"Aura ini sangat menyesakkan dan membuatku merinding, mengapa auranya sangat berbeda dari sebelumnya?," batin pria itu dengan curiga


"Sudah, tidak perlu pedulikan ucapannya, selesaikan tugas ini dan beri dia pengalaman berharga" ucap pria lainnya yang sudah tidak tahan


Sedangkan tubuh Quirin sudah dikendalikan oleh Quiran, mereka bertukar karena Quirin kehabisan tenaga dan pingsan di genggaman para pria itu, hingga membuat Quiran muncul


"Haha ... hanya sekelompok sampah berani membuatku keluar?" tanya Quiran dengan tawa yang menggelegar


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2