
Setelah Theo menunggu cukup lama, akhirnya yang di tunggu telah tiba, Alpha baru saja sampai dan ia langsung keluar dan tidak lupa membawa sebuah laptop di tangannya.
Theo yang sudah melihat Alpha kini turun dari mobil dan juga ikut membawa simungil keluar.
"Tuan, dia sudah berada didalam" ucap Theo sambil membawa mungil di belakangnya
Alpha hanya mengangguk dan berjalan masuk kedalam gubuk itu, ia melihat Carlos dan sang supir telah diikat serta kedua mata mereka juga sudah ditutup.
Alpha melihat keadaan Carlos yang memiliki luka terbuka di dahinya dan mengeluarkan darah segar yang menetes mengenai penutup mata "Sepertinya permainan tadi sangat menyenangkan Carlos?" tanya Alpha sambil menarik sebuah kursi yang ada di sampingnya lalu duduk di hadapan Carlos
"Aku seperti mengenal suara ini, tapi itu tidak mungkin" batin Carlos menepis semua yang ada di pikirannya
"Siapa kau?" teriak Carlos sambil menggeretakkan giginya
"Kau masih tidak mengenali suaraku?, bagus sekali, dalam sekejap kau sudah melupakanku" ucap Alpha sambil membuka laptop yang ada di tangannya
Setelah Carlos berfikir cukup lama, ia terperanjat kaget "Tu-tuan mu-muda" ucap Carlos terbata-bata
"Apa itu kau?, kenapa tuan berada disini?" tanya Carlos dengan jantung yang berdegup kencang
Alpha tidak menjawab pertanyaannya serta tidak mengeluarkan sepatah katapun lalu mengangkat tangannya.
Untuk memerintah ia hanya butuh menggerakkan jari saja, maka Theo langsung mengerti, Theo bergerak kebelakang dan membuka penutup mata Carlos
Pandangan Carlos terfokus kedepan dan disana terlihat Alpha sedang duduk dengan santai
"Tu-tuan muda?, apa semua ini perbuatanmu?" tanya Carlos dengan keringat dingin
Alpha tidak menjawab pertanyaan Carlos, ia sibuk memainkan jari-jarinya diatas keypad laptop.
Carlos yang tidak mendapat jawaban kini semakin binggung, ia memutar lehernya ingin melihat keadaan sekitar, namun ia tidak menyangka bisa melihat Theo serta dua orang lainnya
"Apa maksud semua ini tuan muda?, kau menculikku?, apa yang telah aku lakukan?, aku bahkan tidak pernah menyinggungmu" ucap Carlos dengan pelan sambil melihat Alpha
Alpha langsung menggantikan jari-jarinya, ia mendongakkan wajahnya dan menatap Carlos dengan tajam "kau bukan hanya menyinggungku, tetapi juga menyinggung seluruh keluargaku" ucap Alpha dengan nada dingin
"Ti-tidak tuan, aku tidak pernah berbuat seperti itu" ucap Carlos terbata-bata sambil menggelengkan kepalanya
"Kau yakin?" tanya Alpha penuh selidik
Carlos mengangguk "baiklah jika kau sangat yakin" ucap Alpha sambil membalikkan layar laptop agar Carlos bisa melihat semua yang akan di putar oleh Alpha
Disana terlihat jelas semua yang di lakukan oleh Carlos, bagaimana ia selalu mendengarkan pembicaraan Alpha setelah itu ia menjual informasi yang telah dia dapatkan.
"Aku sudah mempunyai buktinya, apa kau masih menyangkalnya?" tanya Alpha dingin
Carlos terdiam, ia tidak tau harus menjawab apa lagi, karena bukti-bukti sudah di perlihatkan padanya.
__ADS_1
Melihat Carlos termenung, Alpha beranjak dan berdiri didepan Carlos "aku sudah membantumu tapi apa yang aku dapatkan?, sebuah penghianatan! free" ucap Alpha lalu mengepalkan tangannya dengan kuat dan memukul wajah Carlos
Bughhh
"Apa selama ini aku memperlakukanmu dengan buruk?, tidak!"
Bughhh
"Apa aku selalu pilih kasih ketika memberikan kalian bonus?, itu juga tidak!"
Bughhh
"Apa aku selalu memukul kalian jika kalian berbuat salah?, itu juga tidak!"
Bughhh
"Lalu kenapa kau membalasku seperti ini?" tanya Alpha dengan wajah yang memerah marah
Bughhh
Alpha memukul setiap kali ia bertanya, rasa kecewanya ia tumpahkan pada pukulan itu.
Wajah Carlos terlihat penuh luka memar serta hidung mengeluarkan darah, ia mendengar semua pertanyaan dan jawaban yang Alpha lontarkan.
Carlos menunduk dan tidak bisa berbuat apa-apa "aku ingin menjadi kaya, apa itu salah?" gumam Carlos pelan, namun masih bisa di dengar oleh Alpha
Carlos membelalakkan matanya, ia mendongakkan kepala dan melihat wajah Alpha yang sudah menatapnya dengan tajam
"Ti-tidak, jangan lakukan itu" ucap Carlos ketakutan
"Sebelum mengkhianatiku, tidakkah kau memikirkan konsekuensi apa yang akan kau dapatkan?" tanya Alpha dengan menatap tajam Carlos
"Tuan, aku melakukan ini hanya untuk menghasilkan uang, bukan mengkhianatimu" ucap Carlos dengan nada pelan
"Tutup saja mulutmu itu" ucap Alpha sambil memukul wajah Carlos kesekian kalinya
Bughhh
"Sial!, semua wajahku sangat sakit!" batin Carlos
Carlos yang dipukul hanya bisa diam, karena tangan serta kakinya diikat sangat kuat, tidak ada celah untuk lepas dari ikatan itu
Theo melihat tangan Tuan mudanya sudah memerah, ia sungguh tidak suka melihat tuan mudanya turun tangan sendiri "tuan, tidak perlu mengotori tanganmu demi orang seperti dia" ucap Theo sambil berjalan mendekati Alpha dan memberikan sebuah kain padanya.
Alpha mencoba meredakan amarahnya, ia mengambil kain yang diberikan oleh Theo lalu mundur kebelakang dan menarik kursinya sedikit menjauh dari mereka
Carlos menatap Theo dengan tajam "jangan menatapku seperti itu" ucap Theo sambil tersenyum
__ADS_1
"Cih ... Simpan saja senyum palsumu itu"
Theo langsung merubah ekspresinya dengan datar "setelah mengetahui semua rencanamu rasanya aku sangat ingin membuatmu menghilang untuk selamanya" ucap Theo sambil menggenggam tangannya dengan erat lalu menunjukkannya di depan wajah Carlos
Carlos tidak memperdulikan ucapan Theo, ia membuang wajahnya kesembarang arah, lalu ia melihat sebuah hewan sedang tertidur manis di ujung sana
Theo mengikuti arah pandangan Carlos "Ah ... tenang saja, kedepannya dia adalah temanmu" bisik Theo
Lalu Theo berbalik "satu lagi ... dia sangatlah ganas" ucap Theo sambil tersenyum
Carlos yang mendengar itu langsung merinding, kini ia sangat ketakutan "tu-tuan, tolong maafkan aku, berikan aku kesempatan kedua" ucap Carlos dengan keras agar Alpha bisa mendengarnya
Alpha beranjak lalu mendekati Carlos "kesempatan kedua?, sepertinya ada banyak kesempatan untuk kau berubah sebelum aku menangkapmu, aku tidak akan memberimu kesempatan lagi" ucap Alpha menatap datar Carlos
"Aku bertanya dan semua tergantung pada jawabanmu, siapa saja orang-orang yang sudah kau temui?"
"Itu ... aku tidak bisa memberitahumu" ucap Carlos dengan ragu
Alpha yang mendengar itu menaikkan alisnya "Haha ... kau tidak bisa memberitahuku identitas orang yang sudah memberimu uang?, tapi dengan mudahnya kau menjual informasi orang yang sudah memeliharamu selama bertahun-tahun" ucap Alpha disela tawa nya
"Bagus sekali Carlos" ucap Alpha menghentikan tawanya
"Kita akhiri sampai disini!" ucap Alpha yang mulai berbalik dan mulai berjalan melangkah keluar
Carlos yang mendengar itu merasa terkejut, ia mengira jika tidak memberitakan informasi mengenai orang-orang itu, maka alpha akan membiarkannya hidup sampai dirinya membuka mulut, tapi dugaan Carlos salah, sekali Alpha mendapat penolakan maka ia akan langsung mengakhiri itu semua.
"Tidak!, tuan muda, tolong maafkan aku!" teriak Carlos dengan sangat kuat sambil meronta-ronta
Alpha tetap berjalan dan diikuti oleh Theo serta kedua orang lainnya, sedangkan sang supir hanya bisa meringis mendengar setiap pukulan yang didapat oleh Carlos
Sang supir tidak diintrogasi ataupun di pukul, ia hanya diikat kedua tangan, kaki serta kedua matanya ditutup, jadi ia tidak melihat adegan demi adegan, bahkan ia juga tidak tau jika mereka tidak hanya tinggal berdua, melainkan sudah bertiga.
Sebelum melangkah keluar, alpha mendekati simungil, ia berjongkok dan mulai mengelus kepala simungil hingga membuat hewan itu membuka matanya, tapi hewan itu tidak bergerak sama sekali.
"Anak baik, aku membutuhkan bantuanmu, kali ini jangan menimbulkan suara dan kau tidak perlu membunuhnya secepat itu, tapi beri dia pelajaran yang tidak akan pernah bisa dia lupakan, jadi pergilah" ucap Alpha sambil melepas tangannya dan melangkah keluar.
Begitu alpha melepas tangannya, hewan itu langsung bangun dan berjalan mendekati Carlos.
Sedangkan Carlos sangat terkejut melihat hewan itu mulai mendekatinya, mata hewan itu menatapnya dengan tajam serta dengan mulut yang sudah menganga lebar dan memperlihatkan giginya yang tajam, hingga membuat Carlos sangat ketakutan.
"Tuan!, kumohon!, lepaskan aku!" teriak Carlos dengan ketakutan,
Bersambung ....
Sebelum itu, author cerita sedikit.
author pernah berfikir untuk tidak ingin melanjutkan novel ini karena alur ceritanya sangat tidak menarik dan tidak bisa menarik pembaca lain, tapi setelah mendapat komentar serta like dari kalian, author berubah fikiran dan tetap melanjutkan novel ini 🙏
__ADS_1
Terimakasih buat kalian yang sudah memberikan komentar, terimakasih juga buat kalian yang sudah mensupport, author benar-benar banyak berterimakasih 🙏