
"Apa aku salah?." Quirin lanjut bertanya sambil tersenyum smirk.
Cassi tampak terkejut mendengar Quirin membicarakan spesifikasi mobil itu dengan secara rinci, padahal ia sendiri tidak tau mengenai mobil tersebut.
Quirin melihat Cassi begitu tercengang mendengar perkataan nya. ia tau bahwa adiknya itu hanya bisa menggunakan tapi tidak mencari tau hal sekecil itu.
"Ah ... aku yakin kau tidak tau mengenai spesifikasi mobil itu, aku juga menebak apa kau mencuri mobil itu?" tanya Quirin dengan tersenyum smirk.
Xeno yang tidak mengetahui apapun hanya bisa menggelengkan kepalanya "Sepertinya aku sudah melewatkan sesuatu" gumam Xeno.
Xeno sangat mengerti Quirin, wanita itu tidak akan melakukan apapun jika orang tersebut tidak mengganggu nya.
Cassi melototkan mata nya, "A-apa yang kau katakan?, ini mobilku tentu saja aku mengetahui nya. Lagipula apa kau mengetahui harga mobil ini?, jadi kapan kau akan mengganti nya?" tanya Cassi gugup.
Quirin yang melihat Cassi sangat gugup merasa sangat senang "Haha ... kau terlihat tidak tau apapun, jadi bagaimana mungkin ini adalah mobil mu?, aku tidak mempercayai nya" ucap Quirin di dalam mobil.
Cassi yang mendengar itu merasa tidak terima "Kenapa kau berkata seperti itu?, ini benar-benar mobilku" teriak Cassi marah.
Kai yang berada tidak jauh dari mobil mereka terkejut mendengar Cassi berteriak, ia pun menghampiri Cassi "ada apa?" tanya Kai sambil memegang dahi nya.
"Dia mengatakan bahwa aku mencuri mobil itu, jelas-jelas itu adalah mobilku" ucap Cassi marah.
Kai menundukkan kepala nya, ia melihat Zee, Quirin dan satu orang yang tidak ia kenal.
"Maaf nona, ini kedua kali nya kita bertemu, tapi kenapa nona menabrak mobil pacar ku dua kali?" tanya Kai dengan sopan.
Mata Quirin kini bagai elang, tajam dan menusuk, hingga orang yang di tatap sedikit ketakutan, perubahan itu tampak begitu jelas.
Kai yang tadinya sempat melihat Quirin tersenyum smirk, kini bisa melihat tatapan tajam dari Quirin.
__ADS_1
"Maaf tuan, aku tidak bermaksud menabrak mobil pacar mu, aku tidak sengaja melakukan nya karena aku baru saja mengemudi mobil. Tapi, pacarmu menanyaiku, apa aku mengetahui mobil itu, lalu aku menjelaskannya secara rinci, serta aku bertanya pada nya, apa itu mobil curian, karena menurutku dia terkejut ketika mendengar penjelasan ku. dan tiba-tiba saja pacar mu marah pada ku. Jika mobil itu bukan mobil curian, seharusnya dia menjelaskannya secara baik baik ... "
"Jadi menurutmu apa yang harus aku lakukan, tuan?, aku juga bukan tidak mampu untuk membayar mobil yang aku sendiri bisa miliki, bahkan aku bisa membeli seluruh mobil itu." ucap Quirin dengan datar.
Kai terkejut mendengar perkataan Quirin, kini ia menoleh kearah Cassi yang sedang membuang wajah nya ke sembarang arah.
"Kenapa dia selalu membuat masalah?, aku yakin nona ini adalah orang yang sangat kaya, seharusnya nona ini bisa menggantinya jika Cassi tidak mengeluarkan emosinya." batin Kai
Kai menghela nafas kasar "Sekali lagi maafkan aku nona, kau tidak perlu mengganti kerusakan itu, karena kami sendiri yang akan memperbaikinya" ucap kau sambil membungkukkan tubuhnya.
"Dasar pria tidak tau diri, dulu aku tidak pernah membuatmu susah, tapi sekarang kau bahkan terus membungkukkan tubuhmu atas kesalahan yang bukan kau lakukan" batin Quirin.
"Baiklah tuan, kalau begitu aku permisi" ucap Quirin sambil menaikkan kaca mobil Zee dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Kai dan Cassi terkejut melihat mobil Quirin melaju dengan kecepatan tinggi, tidak ada tanda-tanda bahwa Quirin masih pemula, mobil itu bahkan melaju sampai hilang dari pandangan mereka.
"Bagaimana mungkin dia melajukan mobil secepat itu?, apa kita telah di tipu?" tanya Cassi dengan wajah yang masih tercengang.
Cassi mulai menatap Kai dengan tajam, kali ini, ia benar-benar marah pada kekasih nya itu.
"Semua salah mu, seharusnya kita meminta pertanggung jawaban nya, mobil ini adalah mobil termahal yang kakak miliki. Bagaimana mobil itu hancur seperti ini?, aku bahkan tidak sanggup untuk memperbaikinya." teriak Cassi pada Kai.
Kai kini menatap kearah Cassi dengan tajam, "lalu aku harus apa?, aku juga tidak tau bahwa dia hanya menipu kita, kau juga tidak mengatakan apa pun, dan kau selalu membuat masalah semakin besar" balas kai dengan berteriak.
Cassi yang mendapat kan teriakan itu begitu terkejut "kau berteriak padaku?, bukankah semua ini salahmu?" balas Cassi lagi.
Kai yang mendengar itu merasa sangat kesal, ia mendapat benturan paling keras dan sekarang Cassi terus berteriak padanya. hal itu benar-benar membuat Kai sangat frustasi.
Ia pun langsung mengacak-ngacak rambutnya, "sudahlah, tidak ada gunanya berdebat, lebih baik sekarang kita pulang saja" ucap Kai yang mencoba mengalah.
__ADS_1
Cassi yang mendengar itu hanya berdengus kesal, ia tidak menjawab tapi justru mengalihkan wajahnya kearah lain.
...****************...
Quirin yang berada di dalam mobil tertawa keras "Haha ... apa kau lihat wajah mereka tadi?, mereka seperti orang bodoh, bahkan orang bodoh saja tidak bisa di tipu seperti itu" ucap Quirin di sela tawanya.
Xeno yang sangat penasaran mencoba bertanya "nona, bilah aku bertanya?" celetuk Xeno.
"Kali ini aku biarkan kau bertanya" ucap Quirin sambil tersenyum senang.
"Tampaknya karena dia lagi senang, tapi bagus juga, karena aku sudah sangat lelah, dan tidak mampu menahan balas dendamnya itu" batin Xeno.
"Siapa mereka nona?, kenapa nona menabrak mobil yang sangat mahal itu, aku mendengar bahwa itu adalah mobil, nona, bagaimana bisa nona?" tanya Xeno dengan berpikir keras.
Bagaimana Xeno bisa tau?, dia saja baru terbangun dengan kepala terbentur, dan itu membuatnya sangat terkejut.
Quirin juga bisa mengerti, "Adikku dan mantan pacarku, aku cuma bisa menjelaskan itu, seharusnya kau tau jalan ceritanya bukan?" ucap Quirin sambil menyetir mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Sudah ku duga, nona bukan orang yang suka mencari masalah" batin Xeno.
"Baiklah nona, aku mengerti" ucap Xeno yang kembali menyandarkan kepalanya ke kursi mobil.
Quirin tersenyum setelah membuat mobilnya hancur, biasanya orang akan kesal jika mobil kesayangannya hancur, tapi Quirin benar-benar sangat unik, ia bahkan tersenyum senang.
"Kita kembali saja, aku kasihan melihat Xeno yang tidak bisa beristirahat" ucap Quirin.
"Tumben sekali dia memikirkan ku" batin Xeno.
Tapi, Xeno bersyukur karena Quirin makasih memikirkan nya, "terimakasih, nona" ucap Xeno sambil memejamkan matanya kembali.
__ADS_1
Walau suara Xeno kecil, tapi Quirin bisa mendengar ucapan terimakasih itu "kali ini aku membiarkanmu beristirahat, tapi jika ada kesempatan, maka aku akan membalaskan dendam yang lalu" gumam Quirin.
Bersambung ...