
"Dia temanku, seharusnya kau tidak membunuhnya" ucap Kiryu dengan sisa tenaganya.
Xeno tercengang mendengar ucapan Kiryu, ia yang sudah membopong tubuh Kiryu kini mulai menoleh "hei manusia gila!, jika dia temanmu maka dia tidak akan menempelkan besi panas itu di kaki mu, manusia seperti itu tidak pantas di sebutan sebagai teman" ucap Xeno sambil menembak tubuh Raco walau sudah tak bernyawa.
Dor
Dor
Dor
Kiryu melototkan matanya, ia tidak menyangka Xeno akan menembak kembali, sedangkan Rea hanya menatap biasa.
"Sebaiknya kau tidak memikirkan dia lagi, dia memang pantas mendapatkan kematian seperti itu" ucap Rea yang membopong tubuh Kiryu di sebelah kiri.
Kiryu yang mendengar perkataan keduanya memilih untuk mengalah dan diam, ia tidak tau harus berbuat apa karena dirinya sendiri sudah babak belur dan tidak memiliki tenaga.
Sedangkan Zee terus berfokus melihat kearah Quirin yang sedang tersenyum manis.
"Dia sungguh tak terduga, awalnya aku berpikir dia akan mengamuk, aku bahkan lupa bahwa dia sangat suka mempermainkan orang lain" batin Zee sambil tersenyum tipis.
Andrea yang kembali mendengar tembakan itu menoleh kebelakang, ia melihat Kiryu sudah lepas dari ikatan nya.
"Kalian!" teriak Andrea.
Quirin yang merasa di acuhkan langsung menatap Andrea dengan datar, ia pun berdiri dan langsung menendang wajah Andrea.
Takkk
Brukkk
__ADS_1
"Jangan pernah sekali pun mengalihkan pandanganmu dari ku, aku sungguh sangat membenci itu" ucap Quirin dengan datar.
Andrea yang jatuh terduduk cukup terkejut melihat Quirin bisa menyentuhnya, walau Andrea sudah menghalanginya dengan tangan, tapi kekuatan itu tidak cukup untuk menahan serangan dari Quirin.
Sedangkan Feryun tercengang melihat aksi Quirin, ia tidak menyangka Quirin dengan mudah menjatuhkan Andrea, faktanya saat Feryun berlatih dengan Andrea, wanita itu begitu tangkas dan cepat, walau doa tidak melihat tapi pendengaran sangatlah sensitif sehingga Andrea tidak mudah untuk di sentuh.
"Ka-kau!, bagaimana bisa?" ucap Andrea dengan mata melotot.
"Tentu saja, apa kau pikir aku tidak bisa menjatuhkan mu?, hei nenek tua, sadarlah, dengan usia mu yang sudah renta itu, tentu saja tidak mungkin kau bisa menahan serangan dariku" ucap Quirin dengan datar.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Andrea dengan mata menyelidik.
Andrea sedikit heran dengan Quirin, ia seperti menyimpan dendam padanya tapi Quirin tidak pernah menunjukkan itu dengan sikap melainkan pada tendangan yang di layangkan oleh Quirin padanya.
"Ah .. aku lupa memperkenalkan diri, tapi apa kau tidak mengingat wajahku ini?" ucap Quirin sambil memperagakan tangan yang berputar di depan wajah nya.
"Kau lupa dengan wajah anak perempuan mu?, Farcy Vermilion" ucap Quirin sambil menatap Andrea dengan tajam.
"Kau, anak dari wanita jala*g itu?" tanya Andrea dengan mata melotot marah.
"Jala*g?" ucap Quirin sambil memiringkan kepalanya dan mengernyitkan dahinya, ia pun mulai melirik kearah Feryun yang sedang terkejut.
Feryun tidak menyangka bahwa Andrea menyebut bibinya dengan sebutan yang tidak pantas, ia bahkan terpaku ketika mendengar sebutan itu keluar dari mulut Andrea.
Seketika Feryun mengubah ekspresinya dengan normal "Saat itu, dia mengurung bibi dirumah karena bibi tidak ingin menikah dengan pilihannya, lalu bibi bisa kabur berkat bantuan papa" ucap Feryun dengan singkat sambil menutup matanya.
"Oh astaga, apa lagi sekarang?, pantas saja ibu yang berasal dari kalangan atas justru memilih hidup di luar. Ibu,kau kabur dari perjodohan lalu menikah dengan orang miskin itu, tapi ternyata pilihanmu juga bukan orang yang tepat untukmu, saat kau telah tiada, ibu mu bahkan memanggil dirimu jala*g, aku sungguh kasihan padamu ibu" ucap Quirin sambil mendongakkan wajahnya keatas.
"A-apa?" teriak Andrea dengan terkejut.
__ADS_1
Sedangkan Feryun yang sudah mendengar kematian Arcy hanya bisa menunduk dan menutup mata.
Quirin yang mendengar teriakan itu langsung menundukkan wajahnya dan menatap wajah Andrea "Kenapa?, ya, anak mu Farcy Vermilion telah mati saat aku masih kecil, apa kau senang mendengarnya?" tanya Quirin dengan datar.
"Ti-tidak mungkin" ucap Andrea sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Haha .. apa kau menyesal?" ucap Quirin sambil tertawa keras.
"Dia tidak mungkin mati secepat itu" ucap Andrea sambil menatap Quirin.
"Dia menikah dengan orang miskin, awalnya semua tampak normal, lalu tiba-tiba saja seorang jala*ng masuk kedalam pernikahan merek, lalu dia pun diperlakukan dengan tidak adil hingga sampai akhir hayatnya. Quirin kecil sebagai anak sah justru mendapat perlakuan kasar hingga dirinya dewasa, dan Quirin memikirkan melepaskan semua beban dunia itu dengan cara melompat dari gedung. Begitulah kisahnya, apa kau senang mendengarnya?" tanya Quirin sambil tersenyum manis.
Feryun tercengang mendengar perkataan Quirin, mereka tidak menyangka bahwa Quirin mendapat perlakuan seperti itu ketika sang bibi telah tiada.
"Quirin, apa yang semua kau katakan benar?" tanya Feryun yang berjalan mendekati Quirin lalu memegang kedua pundaknya.
Quirin menatap Feryun dengan dalam "Saat aku bangun, ternyata aku Vixura Auristella Xavier juga sebagai Auristella dan sebagai sang hacker telah memasuki tubuh adikmu" ucap Quirin sambil melihat Feryun tanpa berkedip.
Feryun terkejut mengetahui fakta yang dikatakan oleh Quirin "Au-auristella?, pemilik perusahaan Sterfolia?, juga sang hacker?, itu kau?" tanya Feryun
"Ya, itu aku kak, inilah rahasia yang ku miliki" ucap Quirin sambil menatap Feryun dengan tatapan sayu.
Awalnya wajah Feryun terlihat sangat sedih, lalu tiba-tiba saja Feryun memeluk tubuh Quirin "Syukurlah, aku sungguh senang mendengarnya, selama ini aku mencari mu untuk membatalkan niat nenek, ternyata takdir berkata lain, kita dipertemukan dengan cara ini dan aku pun tidak akan pernah menikahi mu karena sekarang kau sudah berada di dalam tubuh adikku" ucap Feryun tersenyum senang.
Quirin yang mendengar itu merasa sangat terkejut, reaksi yang sama juga di tampilkan oleh semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Zee bahkan melebarkan kedua matanya, ia tidak menyangka ternyata selama ini itulah tujuan Feryun dan Kiryu mencari Auristella. Bukan untuk menjatuhinya melainkan untuk membatalkan niat dari Andrea.
Bersambung ...
__ADS_1