Another Person Life

Another Person Life
Bisa Lebih Berpikir dengan Jernih


__ADS_3

"Gilma buka pintunya" ucap Zee sambil mengetuk pintu kamar Gilma.


Gilma yang berada didalam tidak berniat untuk membuka pintu yang telah di kunci nya "Tidak!, pergi kalian!, aku tidak ingin melihat wajah kalian!" teriak Gilma dari dalam kamar.


Vano pun maju dan mendobrak pintu itu, tapi gagal karena ia merasakan sakit di bagian lengannya.


Melihat Vano kesakitan, Zee mulai tampak frustasi ketika Gilma tidak mau membuka pintu kamar itu, ia terlihat sangat takut jika Gilma berbuat hal yang nekat.


Xura merasa kasihan melihat kekhawatiran Zee, ia pun langsung menyingkirkan Zee Vano serta yang lainnya dari depan pintu.


Bam


Xura menyiapkan ancang-ancang dan dalam satu tendangan bisa membuat pintu itu berlubang, mereka semua bahkan menganga lebar dan menatap Xura dengan tak percaya.


Terlihat bahwa tubuh kecil itu justru mampu membuat sebuah pintu berlubang hanya dalam satu tentangan?, apa mereka tengah bermimpi?.


Xura melihat semua orang tengah berdiri seperti patung "Apa yang kalian tunggu?," tanya Xura dengan heran.


Gilma yang berada di dalam justru terkejut melihat Xura mampu membuat pintu itu berlubang.


Xura memasukkan tangannya kedalam lubang pintu serta membuka kunci dan menekan handle pintu.

__ADS_1


Xura melihat Gilma sedang tidak melakukan apapun "Lihat?, dia baik-baik?, sebenarnya apa yang sedang kalian khawatirkan?, tanya Xura sambil melihat kearah orang-orang itu.


Seketika saja, mata semua orang melotot dengan sempurna, "Berbalik lah, sebenarnya itu yang sedang kami khawatirkan" ucap Al sambil menunjuk keluar balkon.


Xura memutar tubuhnya dan melihat Gilma tengah berdiri di balkon kamar, "apa itu yang kalian khawatirkan?" tanya Xura heran.


Al, Xeno, Staren, Gavin serta Arnius merasa heran karena mendengar pertanyaan dari Xura yang seolah menurut dirinya bukan lah apa-apa.


Xura yang tidak mendengar suara apapun kini memutar lehernya dan melihat bahwa mereka semua tengah menatap Xura.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?, apa pertanyaanku salah?," tanya Xura dengan memiringkan kepalanya


Lalu Xura berjalan perlahan mendekati Gilma, sedangkan Gilma yang melihat itu mencoba mencegah Xura "Berhenti disana!, jika kau maju selangkah lagi, maka aku akan benar-benar melompat" ancam Gilma dengan satu kaki yang sedang melayang di udara.


Zee tidak ingin terjadi apapun dengan Gilma, ia tiba-tiba teringat dengan Gilan bahwa dirinya harus menjaga Gilma sebagaimana Gilan menjaganya, karena hal itulah mau tidak mau ia harus mengentikan Xura.


Mendengar Zee menghentikan Xura, Gilma terlihat tersenyum tipis lalu kembali berwajah sedih. Tapi faktanya, mereka semua termasuk Leva dapat melihat bahwa Gilma tengah tersenyum.


Dan bisa di artikan bahwa senyuman itu menandakan bahwa Gilma lah sang pemenang.


Gilma seperti mempunyai sebuah kesempatan bagus, oleh karena itu, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang hanya datang sekali padanya.

__ADS_1


"Kak Zee, jika kakak masih menginginkanku maka bantu aku menyingkirkan wanita ini, jika kau tidak mau melakukannya, maka aku akan melompat" ancam Gilma dengan wajah sedih.


Mendengar hal itu, Zee tampak terdiam, ia seakan binggung harus memilih siapa, sedangkan Xura sudah merasa muak melihat kelakuan Gilma.


Saat Gilma melayangkan satu kakinya, tiba-tiba saja Xura berlari dengan cepat lalu mendorong Gilma hingga membuat Gilma terjatuh dari balkon.


Arrgghhh


Semua orang melototkan mata mereka dengan sempurna, tapi tidak ada dari mereka yang mau berlari untuk melihat kondisi Gilma.


Tapi, hanya Zee lah yang berlari dengan panik dan melihat kondisinya "Gilma!" teriak Zee sambil berlari dan melihat kebawah.


Zee melihat kondisi Gilma sedikit mengenaskan, ia pun mulai menoleh dan menatap Xura dengan tajam "kenapa kau melihatku seperti itu?, bukankah dia sangat ingin melompat?, aku hanya mengabulkan permintaannya saja" ucap Xura sambil memanyunkan bibirnya seta mengangkat kedua pundaknya secara bersamaan.


Lagi-lagi orang yang ada disana tercengang melihat kelakuan Xura yang amat brutal, mereka bahkan sangat yakin bahwa Gilma hanya berpura-pura saja untuk melompat agar bisa menarik simpati Zee, tapi siapa sangka bahwa Xura selalu mengabulkan permintaan dari para musuhnya itu di depan Zee.


"Aku sungguh merasa kasihan padamu, selama aku mengenalmu, kau orang yang cukup mendominasi dan tegas dalam berbagai hal, tapi sekarang, kau justru tampak tidak terlihat memiliki wibawa. Ah ... lakukan apa yang ingin kau lakukan, terus lah hidup seperti ini maka kau akan melihat satu persatu dari mereka akan pergi meninggalkanmu. Yang jelas ... jika kau mengusirku, maka aku juga akan membawa pacarku pergi untuk menjauh darimu" ucap Xura sambil melangkahkan kakinya dengan lebar dan langsung memegang tangan Vano dan menariknya untuk pergi dari kamar itu.


Arnius, Staren dan Gavin juga ikut meninggalkan Zee di kamar itu, sedangkan Al dan Xeno masih setia berdiri di sana.


"Haha ... aku sangat puas melihat wajah Zee yang seperti itu, dengan begini dia pasti bisa lebih berpikir dengan jernih" batin Leva sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


Basambung ...


__ADS_2