Another Person Life

Another Person Life
Quirin Kecil


__ADS_3

Note :


Selama dalam melihat rekaman, harap kalian membaca dengan teliti ya 🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Quirin mulai memejamkan mata agar semua cairan bening itu tumpah dan tak bersisa di kelopak matanya. Tapi, ternyata keinginannya tak terkabul begitu saja, justru air mata itu terus mengalir tanpa henti.


"Maaf kan aku karena aku menghukum nya dengan memberikan hukuman ringan padanya, semua hukuman yang aku berikan itu bahkan tidak sebanding dengan perlakuannya padamu" batin Quirin.


Ringan?, jika orang yang melihat jasad Jean mendengar perkataan Quirin, maka mereka pasti akan memuntahkan isi perutnya.


Bagaimana tidak?, faktanya penyiksaan Quirin pastilah sangat kejam, apalagi triangle dan para jajarannya sudah mengetahui seberapa ganas Quirin jika berhadapan dengan musuhnya.


Semua orang kini tengah menahan nafas masing-masing, Karena mereka melihat Jean hanya berdiri di atas tangga dengan senyuman licik terbit di bibirnya.


- Lanjut rekaman


Di bawah sana, Arcy tengah merintih kesakitan, walau pandangannya kabur, ia bisa melihat bahwa Jean tengah tersenyum padanya.


Selang 2 menit, Grizo baru membuka pintu rumah, pandangannya tertuju ke bawah tangga, ia melihat Arcy tengah tergeletak dengan darah yang sudah mengelilingi tubuhnya.


"Arcy!" teriak Grizo panik sambil berlari mendekati Arcy yang tengah tergeletak di lantai.


Jean yang mendengar teriakan Grizo pun langsung berlari turun dan mengeluarkan simpati di depan anaknya.


"Grizo, cepat panggil Ambulance!" teriak Jean berpura-pura panik.


Grizo menghubungi ambulance, dan ambulance tiba dengan sangat cepat, saat mereka mengangkat tubuh Arcy, wanita hamil itu sepenuhnya sudah kehilangan kesadaran.


Al yang melihat adegan itu tidak bisa berkata apapun, bagaimana bisa seorang wanita mendorong wanita lain yang sedang hamil dan hanya menonton tanpa membantunya?. Pertanyaan itu berputar di otak Al, ia tidak habis pikir kenapa ada makhluk seperti Jean di dunia ini.

__ADS_1


"Nona, aku sungguh menyesal" gumam Xeno yang sedang menyandarkan tubuhnya ke dinding.


Mereka berpikir bahwa rekaman itu sudah habis, ternyata rekaman itu terus berlanjut walau sang pemilik di bawa ke rumah sakit.


Di lorong rumah sakit, Grizo tengah menunggu dengan gelisah, ia terus berjalan mondar-mandir karena mengkhawatirkan keadaan Arcy.


Jean yng melihat putranya berputar-putar, membuat kepalanya pusing, "Grizo duduklah dulu, ibu yakin dia tidak apa-apa" ucap Jean sambil memegang kepalanya.


Tiba-tiba saja ia teringat mengapa Arcy bersimbah darah, lalu Grizo melihat kearah Jean "ibu, apa yang terjadi pada Arcy?," tanya Grizo penasaran.


Jean yang mendapat pertanyaan itu pun menjadi gelagapan "I-ibu sungguh tidak tau, ibu juga baru saja turun ketika mendengar teriakan mu" jelas Grizo.


Grizo yang mendengar itu justru percaya pada sang ibu, ia sama sekali tidak berpikir ada yang aneh pada sang ibu.


- orang-orang yang melihat rekaman itu justru melirik kearah Grizo -


"Kau pria terbodoh yang pernah ku temui" geram Quirin dengan suara yang keras.


Grizo hanya bisa terduduk sambil menangis, ia benar-benar menyesali perbuatannya itu, tapi apa daya, semua penyesalannya sudah sangat terlambat.


- Lanjut rekaman


Dokter keluar dari ruangan operasi, ia menyatakan bahwa ibu dan anak sudah selamat, namun sang ibu dalam keadaan koma.


Grizo yang mendengar itu menjadi sangat sedih, ia mencoba menenangkan dirinya dan terduduk di kursi


Beberapa hari berlalu, aktivitas Grizo terlihat sama, ia mengunjungi Istri dan anaknya, sedangkan Jean berpura-pura ikut merasakan khawatir.


Saat Arcy sadar, yang pertama kali di lihatnya adalah Jean, sedangkan Jean yang mendapati Arcy membuka mata, justru mulai mengancamnya.


"Jika kau memberitahukan semua pada Grizo, maka aku akan membunuhmu" ancam Jean.

__ADS_1


Arcy yang saat itu masih terbaring di tempat tidur rumah sakit, kembali mendapat ancaman dari Jean dan ia hanya bisa menyetujui perkataan Jean.


Tahun demi tahun telah berlalu, Jean masih memperlakukan Arcy dengan kejam, bahkan ia juga melampiaskan amarahnya itu pada Quirin kecil.


"Aku sudah menggunakan segala cara untuk mengusirnya, tapi dia tak kunjung pergi dari mansion ini" gumam Jean yang duduk di sofa.


Quirin kecil yang berusia 3 tahun, berjalan melewati Jean, lalu Jean menatapnya dengan sinis dan ia pun berdiri dan menyenggol Quirin kecil hingga menimbulkan bunyi yang sangat kuat.


"Arghhhhh" teriak Quirin kecil


Jean yang melihat itu tersenyum sinis "awas kalau kau mengadu, aku akan membuatmu dan ibumu lebih menderita" ancam Jean lalu melewati Quirin kecil begitu saja.


Quirin yang saat itu benar-benar sangat takut dengan Jean, jadi ia memilih diam walau lututnya tengah sakit.


Bagi orang dewasa tersenggol begitu bukanlah apa-apa, tapi bagi anak kecil, tubuh mereka sangat rentan dan bisa membuat tubuh mereka sakit.


"Sakit" rintih Quirin kecil dengan mata yang berkaca-kaca.


Lalu Arcy melihat anaknya terduduk dilantai, ia panik dan berlari menghampiri Quirin kecil "ada apa sayang?" tanya Arcy panik.


Quirin terkejut ketika sang ibu menghampirinya "tidak ibu, ilin hanya jatuh" ucap Quirin kecil dengan senyuman di bibirnya.


Arcy bukan tidak tau kenapa anaknya terduduk di lantai, ia pasti tau bahwa itu adalah ulah mertuanya "pasti nenek yang melakukan pada Quirin?, apa ibu benar?" tanya Arcy dengan menyelidik.


Quirin tidak ingin sang ibu mendapat masalah karena dirinya "tidak bu, ilin tidak berbohong" jawab Quirin sambil menggelengkan kepalanya.


Walau Quirin masih kecil, karena terus mendapat tekanan dari Jean, ia bahkan bisa berpikir dewasa karena keadaan yang di alaminya.


Arcy yang mendengar itu menghela nafas pelan, ia ingin pergi, tapi dirinya sangat mencintai Grizo, karena hal itulah dia terus bertahan di neraka yang berkedok mansion.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2