
"Dia benar-benar Xura yang memasuki tubuhku" ucap Jiwa Quirin yang ada di dalam tubuh Xura, ia cukup terkejut melihat tubuh yang ada dihadapannya
Seseorang yang memanggil nama lengkap Xura adalah Jiwa Quirin Yang ada didalam tubuh Xura.
setelah memanggil ia langsung bersembunyi.
"Bagaimana bisa begini? Aku tidak bisa menemuinya sekarang, wajahnya sudah tidak sama lagi, membuatku belum siap untuk menemuinya" ucap Xura yang masih dalam keterkejutannya
"Kamu terlihat pucat, apa kamu sakit?" tanya Alpha yang baru saja tiba didepan Xura dengan membawa dua botol minuman di tangannya
"Tidak apa-apa, Alpha" ucap Xura sedikit sedih sambil menggelengkan kepalanya
"Lebih baik kita pulang saja, kau terlihat sangat kacau" ucap Alpha merasa kasihan
"Tidak, aku masih ingin disini" ucap Xura tetap dengan keinginannya sambil melihat kearah Alpha
Alpha hanya mengangguk tapi terlihat di wajahnya menghawatirkan Xura, mereka berdua duduk di atas alas yang sudah disediakan
"Sepertinya dia sudah pergi" batin Xura menoleh kemanan dan kekiri, sambil melihat keatas matahari yang menyilaukan mata, lalu Xura memnutupi cahaya itu dengan telapak tangannya
"Keputusan terbaik untuk mengunjungi Inggris, tidak menyangka bisa melihat tubuhku lagi, tapi saat melihatnya dia tidak merubah karakternya sepertiku, dia orang yang apa adanya, pasti tidak takut menghadapi masalah apapun" batin Xura sambil memejamkan matanya sebentar
"Kalau aku?, aku harus mengubah karakterku seperti dirinya, jika tidak, aku tidak bisa menemui Yvon dan membuat semua orang curiga, aku benar-benar tidak bisa menanggungnya jika mereka mencurigaiku" batin Xura lagi
"Apa ini terlalu menyilaukan untukmu?" tanya Alpha yang melihat Xura menghalangi cahaya matahari dengan tangannya
"Tidak, ketika cahayanya terasa dalam tubuh, itu seperti melepaskan semua beban" ucap Xura yang masih menutup matanya
"Aku tau jika beban dipundakmu sangat berat, tapi coba lah menghadapinya dengan sikap yang tegas, itu pasti akan terasa ringan untukmu" ucap Alpha sambil menjatuhkan tubuhnya di atas alas yang sudah di sediakan
"Benar perkataannya, menghadapi semuanya harus dengan bersikap lebih tegas, tapi aku berbeda" batin Xura
ia orang yang selalu membandingkan dirinya dengan orang lain, tidak terkecuali dengan tubuh yang di tumpanginya.
"Pertama lupakan tentang Xura, aku harus melihat keadaan ayah" batin Xura
Keheningan telah terjadi didalam mobil, Zee dan Quirin hanya diam, mereka tidak ada yang mau memulai percakapan.
"Semenjak mendengar nama itu, dia terlihat aneh" pikir Zee sambil melirik kearah Quirin
"Aku sudah mencari tapi tidak menemukan siapa yang memanggil namaku, jika aku mengetahui siapa pelakunya, aku akan mencincang semua dagingmu" batin Quirin
__ADS_1
"Belum selesai masalah Quiran sekarang datang masalah baru, semenjak menjalani kehidupan Quirin, terlalu banyak masalah yang menghampiriku, lihat saja Quirin!, aku benar-benar akan mencekik lehermu itu sehingga kau bisa merasakan mati untuk yang kedua kalinya" batin Quirin kesal sambil mengerutkan keningnya
"Apa aku harus memulainya dari keluargamu?, kedengarannya itu menarik" gumam Quirin tersenyum smirk sambil memegang dagunya
Zee melihat semua perubahan wajah Quirin, ia penasaran apa yang ada di kepala Quirin "Kau merencanakan sesuatu?" tanya Zee datar
"Tidak, hanya merencanakan hal kecil saja" jawab Quirin tanpa menoleh
"Jika kau membutuhkan bantuan, kau bisa memintanya padaku" ucap Zee datar sambil menyetir mobil
"Aku ingin kembali kerumah keluarga Alister" ucap Quirin singkat, ia masih menatap keluar kaca mobil
Zee yang mendengar itu sedikit terkejut, awalnya Quirin sangat menentang untuk kembali kekediaman Alister, tapi sekarang dia berinisiatif sendiri untuk kembali kesana.
"Aku sudah menduganya" ucap Zee tersenyum tipis tanpa menoleh
"Tolong antarkan aku kesana" ucap Quirin sambil melihat kearah Zee yang terlihat tersenyum, namun Quirin tidak memperdulikan itu.
Zee mengantar Quirin kembali pada keluarga itu, setelah sampai didepan rumah keluarga Alister, Quirin ingin turun, namun ditahan oleh Zee.
Mereka saling memandang "Aku akan berhati-hati" ucap Quirin sambil melihat kearah Zee dan tersenyum
Zee melihat mata Quirin dan senyumnya membuat ia langsung melepaskan tangan Quirin.
"Tapi aku belum mengetahui bagaimana cara memanggil dia" ucap Zee meluntur kan senyumnya
Zee teringat jika Al berada di Inggris, Zee dengan cepat melajukan mobilnya ke apartemen Xeno, ia memasuki kawasan itu.
Pandangan Zee terfokus pada wanita yang duduk dikursi, Zee hanya melirik wanita itu lalu melewatinya
Clamy yang menunduk kini mendongakkan kepalanya lalu melihat Zee dengan tatapan lapar "Dia sangat tampan, tapi jika dilihat dari pakaiannya, dia tidak terlihat kaya dari Al" gumam Clamy sambil melihat pakaian Zee dari ujung kepala sampai ujung kaki
Zee memasukkan sandi dan langsung masuk ke dalam apartemen Xeno, ia melihat Xeno dan Al duduk dengan memijit pelipisnya masing-masing, tanpa disadari oleh Xeno dan Al.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Zee datar hingga membuat keduanya terkejut
"Astaga, kau seperti hantu" ucap Al kesal
"Hanya memikirkan cara menyingkirkan wanita yang ada didepan sana, kau juga pasti melihatnya" ucap Xeno sambil meregangkan kedua tangannya dan menyandar pada sofa
Zee mengabaikan perkataan keduanya "Apa pemicu alter ego agar mereka bisa muncul?" tanya Zee
__ADS_1
"Jika pemilik tubuh mengeluarkan emosinya" ucap Al sambil memijit pelipisnya
Al dan Xeno tersentak kaget, mereka saling memandang dan mencerna perkataan Al. lalu sebuah senyuman terbit di bibir masing-masing.
"Betapa bodohnya aku bisa melupakan itu, sekarang aku bisa tertolong" ucap Al sambil tertawa senang
"Tidak bisa" ucap Zee d sambil menoleh kearah keduanya yang kebetulan duduk berdampingan
Tawa Al kembali luntur "Apa maksudmu?" tanya Al yang penasaran sambil memiringkan sedikit kepalanya
"Dia kembali ke keluarga Alister" ucap Zee santai sambil menyandarkan tubuhnya di sofa
"Alister?, apa kau bercanda?" ucap Al terkejut dengan membulatkan kedua matanya
"Kau tidak tau?, berarti Zee tidak menganggapku teman" ucap Xeno kembali menertawai Al
"Sementara jangan meminta bantuannya, aku ingin dia fokus pada keluarga itu dulu" ucap Zee dengan datar
"Bagaimana bisa kau tidak memberitahuku?, apa aku ini bukan temanmu?, tega sekali kau Zee merahasiakan semuanya?, apa kau tidak menganggapku lagi?" tanya Al sedikit meninggikan suaranya, ia sangat kesal sekarang hingga berbagai pertanyaan keluar dari mulutnya itu.
"Kau berisik sekali" ucap Xeno sambil menutup kedua tangannya, karena dirinya duduk tepat di samping Al
"Lupa" jawab Zee dnegan singkat, satu kata itu mampu membuat Al mematung
Mendengar ucapan Zee yang singkat, padat, dan jelas membuat tawa Xeno menggelegar didalam apartemen itu.
"Ppffftt, hahah, wajahmu sangat lucu Al" tawa Xeno sambil memegangi perutnya
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏