
Lura bahkan sangat terkejut mendengar perkataan Quirin, ia tidak menyangka bahwa harta incaran mereka adalah milik ibu kandung Quirin, dan itu semua tidak bisa di ganggu gugat tanpa ada persetujuan dari Quirin.
Lura juga sungguh tidak menyangka bahwa Quirin bisa berkata kasar pada ayahnya di depan banyak orang.
"Sial!, perjuangan kami menyingkirkan nya semuanya terasa sia-sia!, kenapa dulu kami memperlakukannya dengan buruk, jika saja aku tau bahwa harta itu sepenuhnya milik kakak, maka aku pasti akan bersikap baik padanya, lalu setelah kami mendapatkan hatinya barulah bisa menendangnya dari sini dan akhirnya kami bisa menguasai hartanya. Seharusnya kami mencari tahu dengan detail" batin Lura dengan penuh sesal.
Quirin yang sekarang bahkan tidak segan-segan mengatakan ayahnya adalah orang bodoh. Itu adalah bentuk rasa kekecewaannya. Walau yang ada di dalam tubuh itu adalah jiwa Xura, tapi ia juga bisa merasakan rasa sakit yang selalu di terimanya.
Grizo melihat putrinya itu dengan tatapan sedih, pertama kali dalam hidup putrinya itu melontarkan kata kasar padanya.
"Memang benar, kau orang tua yang sangat bodoh" ucap Quirin sambil menatap
"Kau berkata kasar pada ayah?" tanya Grizo dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Maaf saja, kau memang bukan ayahku dan aku bukan putrimu ... " ucapan Quirin terjeda.
Namun Xeno, Al dan Zee terkejut mendengar perkataan Quirin, mereka mulai menatap kearahnya "apa dia akan membongkar identitas aslinya?" batin ketiga orang itu secara bersamaan.
"Terlepas apa yang sudah kau katakan tadi, kau justru masih berani menyebut dirimu ayah?. apa kau tidak malu mengucapkan itu?" tanya Quirin dengan menatap Grizo dingin.
Ketiga orang itu pun bernafas lega, karena dalam situasi seperti ini sungguh tidak cocok untuk membongkar identitas aslinya.
Grizo terpaku mendengar perkataan Quirin, ia mulai menyesali semua perkataannya itu, air matanya bahkan sudah mengalir dengan deras
Quirin yang melihat Grizo berderai air mata merasa kasihan padanya. namun dirinya dengan cepat menepis perasaan itu "ku harap setelah melihat video ini jantung itu tidak akan keluar dari dalam tubuhmu" ucap Quirin sambil membuka laptopnya dan menayangkan semua yang ada di flashdisk itu.
__ADS_1
Quirin juga menghidupkan televisi dan mengirim semua rekaman itu ke layar lebar agar semua ayahnya bisa membuka mata, hari dan pikirinnya.
Kini mata semua orang tengah mengarah pada layar besar itu.
26 tahun sebelumnya
"Aku tidak bisa membiarkan Grizo mengetahui kekayaanku, dia pasti akan terbebani dan aku tidak suka melihatnya" ucap Arcy sambil melihat isi seluruh mansion yang sedang di tempati Arcy.
"Baiklah, setelah menikah dengannya, aku akan membujuknya untuk membeli mansion ini dan saat itu aku akan beralasan aku sangat menyukainya dan akan membantunya menyicil biaya tagihan mansion.
Lalu saat itu Arcy benar-benar menikah dengan Grizo, masa-masa sulit mereka lewati dengan suka dan duka. Arcy mengusulkan pada Grizo untuk berpikir membuat sebuah perusahan, dan dalam beberapa bulan, perusahan Alister pun telah berkembang pesat. Mereka bahkan cukup beruntung mendapatkan sebuah investor yang mau bekerja sama dengan perusahan baru.
Pendapatan Alister kian melonjak, saham perusahan terus naik tanpa henti, karena hal ini lah membuat Grizo semakin bersemangat untuk naik ke level yang lebih tinggi.
Grizo bahkan tidak menyadari bahwa jalan yang di tapakinya begitu berjalan sangat mulus.
Saat sudah membeli rumah, mereka membereskan barang-barangnya lalu Arcy menyimpan barang-barangnya.
Arcy pun memegang banyak dokumen "aku tidak bisa membiarkan dia mengetahui mengenai investor serta cicilan rumah. aku juga tidak bisa mengatakan bahwa aku bukanlah barista cafe melainkan pemilik cafe, serta seorang pelukis dan pemilik dari galeri terbesar di kota ini, bahkan mansion ini adalah milikku. ah sudahlah ... biarkan ini menjadi rahasia ku" ucap Arcy sambil menghela nafas pelan dan membuka lemari dan menyimpannya di ruang rahasia tersembunyi.
Lalu Arcy kembali keluar dan memberitahukan pada Grizo bahwa dirinya sudah membereskan semua pakaian mereka.
Berapa bulan berlalu, Arcy tengah berbadan dua, lalu pada saat itu Jean datang ke mansion, Arcy yang melihatnya pun langsung menyambut ibu mertuanya itu.
Dengan mata sinis Jean terus berjalan kehadapan Arcy "hey anak miskin, apa kau berhak hidup santai dirumah ini sedangkan anakku bekerja keras untuk membiayai mu?" tanya Jean dengan suara yang sangat keras.
__ADS_1
Arcy yang mendengar itupun menunduk sedih "maaf ibu, hari ini adalah jadwal liburku sehingga aku tidak pergi bekerja dan memilih untuk tetap berada di mansion" jawab Arcy dengan suara lembut.
"Kau seperti parasit dalam kehidupan Grizo, derajat mu sungguh tidak sebanding dengan keluarga kami, jadi atas dasar apa kau yang sebagai barista cafe justru menjadi nyonya Alister?" tanya Jean dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan
Arcy yang sedang menunduk sudah tak kuasa membendung air matanya lagi dan kini air mata itu mulai menetes.
"Aku peringatkan kau untuk segera pergi dari kehidupan Grizo, kau seperti beban dalam keluarga ini, anakku lebih pantas mendapatkan gadis yang lebih kaya darinya," ucap Jean dengan keras.
Arcy masih menunduk sambil menangis, ia yang sedang berbadan dua seharusnya tidak mendapatkan tekanan, tapi kali ini, tekanan itu sudah menumpuk di pundaknya.
Awalnya, Jean memang tidak setuju dengan pernikahan Arcy dan Grizo, karena Arcy memperkenalkan diri sebagai anak yatim piatu dan pekerjaan hanya barista cafe.
Ekonomi keluarga Alister bisa dikatakan cukup dan tidak kekurangan, tapi berbeda dengan anak yatim piatu, hidup mereka serba kekurangan, hal itu yang membuat Jean tidak menyetujui pernikahan mereka, tapi anaknya justru memohon agar bisa bersama dengan Arcy. Dan jean pun terpaksa menyetujui permintaan Grizo.
Tit - Layar itu terhenti, dan pelakunya adalah Quirin. Ia tidak berniat untuk merusak suasana tapi justru ingin melihat reaksi apa yang akan mereka perlihatkan.
Quirin menoleh kearah orang-orang itu, ia melihat mata mereka semua tengah menunjukkan rasa kasihan, tapi tatapan Quirin justru terfokus pada Grizo.
Quirin melihat Grizo tengah membulatkan matanya, sepertinya Grizo sendiri tidak menyangka bahwa sang ibu yang sangat di hormati justru menjadi duri dalam rumah tangganya.
Grizo bahkan berdiri seperti patung, mata itu seakan tidak berkedip walau Quirin telah memberhentikan rekamannya "untuk apa kau bersedih?, apa yang ada di layar itu adalah sikap dari orang yang sangat kau hormati?, kau bahkan tidak mengetahui bahwa selama ini istrimu hidup dalam tekanan" ucap Quirin mencibir.
Padahal faktanya, semenjak rekaman itu berputar mata Quirin sudah berkaca-kaca, tapi ia masih bisa memberi tekanan pada Grizo.
Bersambung ...
__ADS_1