
Dengan bukti itu saja mampu membuat Arniva percaya, namun ia tetap bertanya agar semuanya jelas "Xura bagaimana kau bisa berada di tubuh anak Arcy?" tanya Arniva dengan serius.
"Bibi, jika aku katakan bawaan ada yang sedang memegang takdir kami berdua, apa kau percaya dengan perkataan ku?" tanya Quirin.
Zee dan Alpha mendengarkan perkataan kedua wanita itu, mereka benar-benar ingin tau siapa yang memegang takdir kedua wanita malang itu.
"Apa maksudmu?, tidak ada manusia yang bisa memegang ke hendak dunia" ucap Arniva sambil melorotkan matanya.
"Lalu bagaimana kau bisa percaya dengan yang aku alami sekarang bibi?, aku bahkan tidak mengerti tentang hal ini, tapi aku terus mengikuti alur yang sudah di buat oleh orang itu. Ketika aku pergi ke belakang taman mansion Alister, aku mengira bahwa dinding besar itu hanya pembatas rumah Alister, tapi ternyata dugaan ku salah, karena aku merasa ada seseorang yang menuntunku untuk masuk ke dalam, dan saat melihat taman itu, aku langsung berpikir bahwa kau lah yang mendesain taman itu. Bahkan sampai ke dalam ruang bawah tanah itu. Hal serupa terjadi ketika aku membuka lemari peninggalan ibu Arcy, hingga aku menemukan kalung ini .... " ucap Quirin sambil mengeluarkan kalung dan mengangkat kalung berlian Athena yang hanya di produksi satu buah oleh perusahaan asing.
Arniva tidak terkejut melihat kalung itu, ia hanya melirik karena dirinya juga sangat mengenali benda yang ada di tangan Quirin. Pemilik dari kalung itu adalah milik sang sahabat yang berasal dari keturunan keluarga yang sangat berbahaya.
"Dan apa kau tau arti dari kalung itu?" tanya Arniva dengan menatap Quirin.
Dari perkataan Arniva, Quirin semakin yakin bahwa apa yang dia pikirkan selama ini adalah benar. Karena bagaimana mungkin kalung yang sangat di cari dunia ini justru dengan mudah berada di tangan nya.
"Tidak, aku hanya tau bahwa kalung ini milik ibu Quirin, dan dia berasal dari keluarga Vermilion" balas Quirin mencoba bersikap tenang dan membantah untuk mengetahui hal itu terlebih dahulu.
__ADS_1
Alpha yang melihat kalung itu justru sangat terkejut, semua orang kaya di berbagai kalangan semua mengetahui tentang kalung itu, karena, para pendahulu mereka terus saja memperdebatkan kalung athena, tapi ternyata, kalung athena jatuh ke tangan penguasa yang sangat kejam dan menjadikan kalung athena itu sebagai lambang sebuah keluarga mereka.
"Kalung itu adalah lambang dari keluarga tersembunyi, mereka juga lah yang mengejar mu serta perusahaan Sterfolia. Dan jika aku tidak salah, seharusnya orang yang ada di samping mu juga tau mengenai hal itu" ucap Arniva sambil melirik ke arah Zee.
Zee terkejut ketika Arniva menyebut nama nya, ia bahkan tidak mengenal Arniva, tapi kenapa wanita itu seperti sangat mengenal nya.
Arniva mengetahui segala nya, karena dirinya di kenal sebagai seorang arsitektur terkenal, sebelum menerima tawaran dari klien, ia harus mencari tau dulu tentang keluarga itu. Dan hal itu juga membuat dirinya mendapat julukan arsitektur tertinggi.
Dahulu ketika Arniva berkunjung ke mansion Ophelia, ia pernah melihat Zee sedang melewatinya dengan terburu-buru, sedangkan Zee tidak melihat Arniva yang sedang berbincang dengan ibu nya.
Quirin terkejut mengetahui fakta itu, bagaimana mungkin keluarga tersembunyi itu adalah keluarga Vermilion?, dan sekarang Arniva mengatakan bahwa Zee telah mengetahuinya?, haruskan Quirin terkejut?.
Zee melirik kearah Quirin, ia bisa melihat kilatan amarah di wajah wanita itu.
"Ya, aku mengetahuinya, tapi bukankah seharusnya kau sudah berpikir sejak awal?" ucap Zee sambil menatap Quirin dengan datar.
Dan benar saja, Quirin langsung menurunkan rasa amarahnya, bahkan kilatan itu sudah tak terlihat secara perlahan.
__ADS_1
"Benar, aku sudah menduga nya sejak aku menemukan kalung ini, tapi aku menepis semuanya karena aku tidak memiliki bukti yang cukup, bahkan aku tidak menyangka bahwa ibu dari tubuh ini berasal dari keluarga yang mengincar diri ku saat menjadi Xura ... " ucap Quirin sambil menunduk, ia pun men jeda perkataan nya.
"Bibi, apa kau percaya sekarang?, takdir kita semua sudah berada di tangan orang itu, lihat lah dengan jelas, bagaimana mungkin aku yang berada di Asia bisa bertukar jiwa dengan orang yang ada di Eropa, bahkan sekarang, kita semua saling berhubungan" lanjut Quirin.
Arniva kini menyetujui perkataan Quirin, karena sangat mustahil bagi manusia untuk saling berhubungan dengan berbeda negara.
"Benar, tidak mungkin terjadi begitu saja, Aku mengenal mu sebagai Xura, aku mengenal mereka yang ada disini, bahkan Aku mengenal juga mengenal keluarga Quirin" ucap Arniva sambil memegang kepala nya.
Zee yang mendengar itu mencoba kembali mengingat saat pertama kali dirinya menemukan tubuh Quirin. "Aku juga merasakan hal yang sama, ketika aku ketempat proyek, aku merasa ada orang yang menarik ku untuk menolong tubuh Quirin" timpal Zee.
Sedangkan Alpha juga ikut termenung dan tiba-tiba saja ia teringat dengan satu hal yang begitu janggal "Aku juga, ketika aku mencari udara segar, aku justru melewati bukit, dan seperti ada yang memaksaku untuk melihat ke jurang, karena angin berhembus kencang, aku mencium bau amis yang sangat menyengat, dan aku pun menemukan tubuh mu yang sudah cacat" timpal Alpha.
Quirin yang mendengar penjelasan keduanya kini semakin mengerti "Lihatlah bibi, mereka bahkan merasakan hal yang sama dengan ku, sungguh, aku sangat membenci orang ini!, kenapa dia bisa ikut campur dengan takdirku!" ucap Quirin dengan kesal.
Arniva langsung mempercayai perkataan ketiga nya, karena semua yng terjadi pada mereka sungguh berada di luar akal sehat manusia.
"Tunggu!, apa selama kau masuk kedalam tubuh Quirin, kau telah mengalami kerugian?" tanya Arniva.
__ADS_1
"Tidak bibi" jawab Quirin secara spontan.
Bersambung ...