Another Person Life

Another Person Life
Bakat Akting


__ADS_3

Quirin pun sudah mulai merasa jengah mendengar Lura terus memanggilnya kakak.


Quirin berjalan dan berhenti di depan Lura, lalu memajukan wajahnya dan membisikkan sesuatu yang membuat Lura meledakkan seluruh amarahnya.


"Bagaimana?, apakah menurutmu di permalukan di depan umum itu sangat menyenangkan?, aku sudah berjanji pada seseorang untuk membalas dendamnya pada kalian satu persatu dan yang pasti aku menggunakan cara yang sama untuk menyiksa kalian"


Lura yang mendengar itu seketika melototkan mata dan dengan kedua tangan yang sudah terkepal dengan kuat.


Quirin pun memundurkan wajahnya dan menampilkan senyuman mengejek.


Lura terprovokasi dengan senyuman Quirin, ia tidak mengingat lagi bahwa Zee masih berada di antara mereka.


Lura yang sudah gelap mata kini membentak Quirin dan mendorong tubuh Quirin kebelakang dengan sangat kuat "ka-kau!, kau jahat!, kau yang merencanakan semua ini padaku?!"


Zee tidak tinggal diam melihat Quirin terhuyung kebelakang, ia pun dengan sigap menangkap tubuh Quirin yang hampir mengenai ujung meja pelanggan.


Kini mata Zee tengah menatap pura dengan sangat tajam "kau!, wanita tidak tau malu, jika seperti ini perlakuan mu padanya, maka aku menyesal telah mengizinkan Quirin untuk membantumu"


Lura yang mendapatkan tatapan dingin justeru semakin ketakutan, ia berpikir, bagaimana bisa tuan muda penguasa itu sangat dekat dengan Quirin?, padahal tidak ada yang istimewa dari wanita itu, tapi kini ia bahkan melindunginya didepan banyak orang.


Lura benar-benar sangat iri dengan Quirin, ia ingin Zee berbalik memihak padanya. tetapi semua itu hanya angan-angan setelah para pengunjung sadar dengan apa yang sedang mereka melihat.

__ADS_1


Salah satu pengunjung itu kini tersadar dari lamunannya, ia tersentak kaget ketika melihat Zee dengan sangat dalam, pengunjung itu bahkan merasa tidak salah mengenali orang, ia yakin bahwa orang yang sedang menatap wanita itu dengan tajam adalah salah satu tuan muda yang berpengaruh.


Pengunjung itu pun memeriksa ponselnya, ia mencari nama sesuai dengan paa yang ada di pikirannya dan terbukti "di-dia tuan muda Zee?" teriaknya sambil menutup mulutnya.


Para pengunjung yang mendengar itu pun langsung memeriksa ponsel mereka dan benar saja, orang yang ada di depan mereka adalah tuan muda Zee yang terkenal dingin.


"Benar, dia tuan muda Zee. Tapi siapa wanita yang berada di pelukannya?, apakah itu pacar tuan muda?"


"Yang ku ketahui, tuan muda tidak pernah dekat dengan seorang wanita, tapi sepertinya itu tidak benar. kalian bisa melihat cara tuan muda memeluknya, seolah mereka adalah sepasang kekasih."


"Aku harus mengabadikan ini" ucap slah satu pengunjung dan mulai memotret Zee dari segala sisi.


Lura pun sudah mulai tampak kebingungan, namun ia harus mencoba membuat Zee berada di sisinya "ak-aku tidak seperti itu, di-dia telah berbohong. Semua ini karena ulah kakak, tolong percaya padaku" ucap Lura terbata-bata.


Tiba-tiba saja, pintu cafe kini terbuka, muncullah Vano, Arnius dan Staren. Mereka terlambat karena harus menghias patung itu terlebih dahulu.


Dan saat masuk, mereka justru di suguhkan adegan romantis keduanya. ketiganya pun bahkan tampak memutar bola mata dengan malas.


"Ketika dia sudah menunjukkan bakat akting nya, maka tidak ada yang bisa dilakukan oleh lawan mainnya itu" ucap Vano sambil melihat pertunjukan itu.


"Dia benar-benar wanita genius, aku tidak menyangka dia mampu melakukan segalanya" ucap Staren sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.

__ADS_1


"Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia juga wanita pertama yang masuk kedalam dekapan tuan muda Zee, jika wanita menjijikkan itu melakukan hal yang sama seperti nona Quirin, maka tuan akan menghempasnya" ucap Arnius sambil mantap dengan serius.


Vano melihat ke kiri san ke kanan "entahlah, aku yakin sebentar lagi mereka akan segera terkenal, dan wanita itu sebentar lagi pasti tidak akan tinggal diam" gumam Vano yang melihat para pengunjung sudah menggunakan ponsel mereka untuk merekam kejadian yang ada di hadapan mereka.


Zee yang sudah mengerti peranannya pun mencoba mengikuti alur permainan Quirin "aku tau kau bukan orang yang seperti itu," ucap Zee sambil mengelus pucuk kepala Quirin.


Semua orang yang mendengar ucapan Zee, langsung mengerti arti dari perkataan itu, mereka mulai mencemooh Lura dan berbagai caci-maki kini tengah di terima oleh Lura.


Lura yang sudah tidak tahan mendengar ocehan para pengunjung kini mulai menutupi kedua telinganya dengan seketika terduduk dilantai.


Wajah ketakutan serta keringat dingin kini di rasakan oleh Lura, ia sungguh sangat ketakutan karena semua mata tertuju padanya.


Max yang melihat itu pun tersenyum miring, ia mendekati Lura dan berdiri di hadapannya.


"Aku sudah memiliki bukti jika yang memperkosa mu bukanlah aku, lalu sekarang kau akan melakukan apa?, memasukkan ku kedalam penjara?, baiklah aku akan melihat siapa yang akan masuk terlebih dahulu" ucap Max sambil menyeringai.


Tapi, satu pertanyaan yang ada di dalam pikiran Max "bagaimana bisa video itu tersebar bertepatan ketika aku ingin menghajar pelanggan itu?, jika pun masuk ke dalam televisi, artinya rekaman itu sudah tersebar keseluruh saluran berita" gumam Max sambil memegang dagunya


Namun Max menepis pikirannya, ia tampak senang karena Zee telah membantunya di saat genting.


Ketika dirinya di mansion Zee dan melihat Quirin di dalamnya, ia pun mulai mencari tau tentang identitas wanita yang ada di mansion, jadi Max tidak terlalu terkejut ketika Quirin mendatangi Lura.

__ADS_1


Lura semakin tak terkendali, kini rasa takut tengah menyelimutinya. ia bahkan terus bergumam "tidak!, aku tidak seperti itu, dia yang telah menjebak ku" gumam Lura terus menerus tiada henti.


Bersambung ...


__ADS_2