Another Person Life

Another Person Life
Tidak Nyata


__ADS_3

"Dia?, apa selama ini yang aku pikirkan itu memang benar?, aku sendiri sudah mencari informasinya, tapi hasil yang telah ku dapatkan mengatakan bahwa itu tidak nyata, apa yang sebenarnya terjadi?" batin Zee yang sangat penasaran


"Dia siapa?" tanya Zee datar


"Emm, tidak... aku hanya asal bicara" ucap Quirin santai dengan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah


Sepertinya keputusan Zee sudah sangat tepat, saat keluar dari kamar Quirin sebelumnya, Zee segera pergi ke kamar untuk mengganti pakaian yang terkena noda darah dan menggunakan sedikit parfum


"Sekarang dia pasti berusaha berdalih, untung saja tadi aku sempat mengganti pakaian" batin Zee


"Apa kau yakin?" tanya Zee memastikan


"Sudahlah, kenapa kau sangat cerewet?, aku tidak dapat mengingat apapun saat ini" ucap Quirin dingin, ia harus terus membuat Zee percaya agar Zee tidak terus-menerus bertanya mengenai hal yang ia sendiri tidak ingat


"Baiklah, cepat berdiri dan ikuti aku" ucap Zee dingin dan langsung pergi meninggalkan Quirin yang masih berada di tempat tidur


Quirin menganga tidak percaya akan dinginnya Zee, ia sudah sedikit terbiasa namun sesekali cukup untuk mengejutkannya, awal membuka mata, Zee memperlakukannya dengan lembut namun setelah tinggal dengannya membuat Quirin terheran akan sifatnya yang seperti es


"Apa-apaan ini?, tiba-tiba bersikap seperti itu" batin Quirin kesal


Zee yang sudah berjalan, tidak dapat mendengar langkah kaki dibelakangnya, jadi ia pun berhenti dan memutar sedikit lehernya untuk menoleh kebelakang, ia melihat Quirin sedang termenung sambil menatapnya


"Kontrak" ucap Zee datar dan singkat sambil melanjutkan langkah kakinya


1 kata terlarang yang tidak ingin di dengar Quirin, kini sudah terucap oleh Zee, Quirin yang mendengar langsung terkejut dan dengan cepat bangkit dari duduknya, ia mengikuti Zee secara perlahan dari belakang sambil berkomat kamit


"Ughh... orang menyebalkan ini, apa yang harus ku lakukan padanya?, di saat-saat seperti ini dia malah membuatku stres, suatu hari akan ku bakar kontrak sialan itu" celoteh Quirin


Zee yang masih bisa mendengar kini mendadak berhenti sehingga Quirin menabraknya dari belakang,

__ADS_1


Awwwwhhh


"Kalau berhenti, kasih aba-aba dong" ucap Quirin dengan kesal sambil mengusap hidungnya yang bertabrakan dengan punggung Zee


"Kau sedang mengoceh tentang apa?" ucap Zee datar tanpa menoleh


"Aku hanya mengatakan... tolong jalan secara perlahan, aku masih tidak bisa mengimbangi kecepatan berjalanmu" ucap Quirin yang sengaja mengelak dengan cepat, sambil tersenyum menatap punggung Zee, meskipun ia tau Zee tidak menoleh kebelakang, namun ia tetap melakukannya


Zee melanjutkan langkah kakinya menyeimbangi langkah Quirin, ia kemudian membawa mobil menuju rumah sakit secara perlahan, sedangkan Quirin yang sudah lama tidak keluar mansion hanya duduk manis dengan perasaan senang


"Akhirnya aku bisa melihat pemandangan lagi" batin Quirin tersenyum


Zee menyetir secara perlahan, matanya yang menatap lurus kedepan kini teralihkan untuk melihat Quirin, ia hanya melirik Quirin yang sedang menyandarkan dagunya pada pintu mobil sambil merasakan angin yang menerpa kulitnya "Sepertinya dia sangat senang" batin Zee tersenyum tipis


Sesampainya di rumah sakit, Quirin terkejut "Kenapa kau membawaku ke sini?" tanyanya sambil melihat kearah Zee, namun kursi disebelahnya sudah kosong, ia melihat Zee yang sudah keluar dari mobil


"Huh?, jawab dulu pertanyaanku, kau ini benar-benar... dasar es..." ucap Quirin yang melihat kebawah, ucapannya mengantung ketika ia melihat kearah Zee yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam


"Ayoooo" ucap Quirin tersenyum manis sambil memegang lengan dan menarik Zee, ia tidak ingin membuat Zee sampai mengeluarkan kata terlarang yang tidak ingin ia dengar


"Sangat cepat perubahan ekspresinya" batin Zee yang sedikit menahan tawa, tetapi masih bisa tertutupi dengan sifat dinginnya itu


"Kita keruangan dokter Al" ucap Zee yang pasrah di tarik oleh Quirin namun justru membuatnya merasa senang


"Baiklah, ayo kesana" ucap Quirin yang masih tersenyum manis


"Senyummu sangat jelek" ucap Zee datar


Quirin yang mendengar hal itu, langsung merubah ekspresinya menjadi datar "Kalau tidak untuk menyenangkanmu, aku tidak akan melakukan senyum yang menjijikkan ini" batin Quirin

__ADS_1


"Sebenarnya, dia terlihat sangat lucu" batin Zee tersenyum tipis


"Wajahmu yang seperti itu, lebih jelek" ucap Zee datar ketika melihat ekspresi Quirin setelah berubah


"Diamlah, dasar es cerewet" ucap Quirin kesal


"Bisa-bisanya dia menghinaku, awas saja kau, setelah kontrak berakhir, aku akan pergi sejauh mungkin, agar tidak melihat wajahmu yang sangat menyebalkan itu" batin Quirin sambil melihat kearah Zee


Mereka berjalan beriringan, tentu saja saat itu Quirin masih memegang Zee, mereka terlihat serasi, orang yang melihat mereka sangat iri, termasuk Darla yang sudah mengintip dari kejauhan


"Akhirnya dia datang lagi, aku akan dengan senang hati membalas perlakuannya padaku kemarin" gumam Darla tersenyum smirk


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2