Another Person Life

Another Person Life
Melempar Kado Besar Pada Beymi


__ADS_3

Sepertinya author sedikit kehilangan semangat untuk melanjutkan cerita ini, karena tiba-tiba author melihat adanya penurunan level di novel ini, jadi author tidak berencana untuk update setiap hari lagi.


Semoga para readers mengerti 🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Calis yang berada di balik pintu merintih kesakitan, ia bahkan tidak tau siapa yang membuka pintu secara kasar "sakit!" lirih Calis sambil menunduk dan memegang wajahnya yang sudah memerah.


Ia menoleh dan melihat Lura serta Beymi yang sudah bersimpuh di lantai "Lura!, Beymi!" teriak Calis sambil melotot sempurna.


Calis mencoba bangkit dan mendekati kedua orang itu, ia masih belum sadar bahwa Quirin dan yang lainnya sedang berdiri di depan pintu "keadaan bisa seperti ini?" tanya Calis dengan panik.


Ia melihat kearah tubuh Lura dan betapa terkejutnya Calis ketika melihat tubuh anaknya di penuhi oleh luka lebam. Calis pun menoleh kearah Beymi, dan Beymi juga memiliki luka yang sama.


"Siapa yang melakukan ini pada kalian?" tanya Calis dengan berteriak.


Lura seperti merasakan tukang-tulangnya patah, ia sudah tidak mampu untuk menjawab perkataan Calis, seluruh tubuhnya benar-benar sakit sehingga ia mengabaikan pertanyaan Calis


"Apa kau perlu menanyakannya?" tanya Quirin yang berdiri di depan pintu dan di temani oleh pria-pria tampan.


Calis yang mendengar suara itu tersentak kaget, ia baru menyadari bahwa yang membuka pintu dengan kasar adalah Quirin.


Calis menoleh ke arah sumber suara, ia bisa melihat triangle berdiri di belakang Quirin, lalu Tia lainnya adalah para pengawal tuan muda Zee. "A-apa maksudmu?" tanya Calis sedikit gugup.


Calis tidak melihat Max karena Max berdiri paling belakang dan tertutup oleh keenam orang itu.


"Tanyakan pada anakmu!"


Calis langsung menoleh kearah Lura dan bertanya padanya. "Ada apa Lura?, bagaimana bisa kau seperti ini?" tanya Calis dengan binggung.


Lur singing sekali tidak menjawab pertanyaan, toai "Ayah sudah tidak perduli padaku ibu, dan ... dan ... " perkataan Lura terhenti dan ia lebih memilih untuk menangis karena sudah tidak mampu untuk menahan rasa malunya itu.


Calis terlihat binggung, ia menoleh kearah Quirin dan kebetulan Max berpindah kedepan sehingga Calis langsung meneriakinya.


Calis melototkan matanya dan menunjuk kearah Max. "Ka-kau?, bukankah kau yang telah memperkosa anakku?!, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu itu!," teriak Calis dengan keras.

__ADS_1


Sejak Quirin menyeret keduanya, Lura dan Beymi terus menunduk sehingga mereka sama tidak menyadari bahwa Max juga mengikuti Quirin.


Lura terkejut dan menghentikan ibunya, "I-ibu, hentikan!" ucap Lura dengan pelan.


Namun Calis tidak menghiraukan perkataan Lura, tapi Lura justru menatap Calis dengan marah "bagaimana bisa ibu mengetahui wajah Max?, bukankah aku berpesan untuk tidak mencari tau tentangnya?" tanya Lura dengan mata berkaca-kaca.


"Anak bodoh, mana mungkin ibu membiarkannya, ibu menyuruh Beymi untuk menyelidikinya dan ternyata dia benar-benar kaya, kau bisa memasuki keluarnya Lura, tapi sekarang kau justru marah pada ibu" ucap Calis yang heran melihat tingkah anaknya itu.


Calis bahkan tidak tau bagaimana kondisi di luar saat ini "semuanya gara-gara ibu!, aku bahkan tidak memiliki muka lagi untuk bertemu dengan orang luar!" teriak Lura dengan air mata berlinang


Calis terkejut dan binggung, ia benar-benar tidak tau dimana letak kesalahannya.


"Haha ... ini menarik. Kau?, meminta tanggung jawab darinya?, baiklah .... " ucap Quirin dengan datar ambil menunjuk kearah Max tapi ia sengaja menjeda perkataannya.


Sedangkan Max justru terkejut karena Quirin langsung menyetujui permintaan Calis. Ia ingin sekali membantah tapi sekarang situasinya sungguh berbeda, keluarga Quirin jauh beradadi atas Max sehingga ia tidak berani membuka mulutnya itu.


Calis tersenyum sumringah, ia yakin bahwa Lura bisa memasuki keluarga kaya, walau saat ini keadaan mereka cukup sulit dan Calis sendiri tidak mengetahui situasinya sendiri.


"Kalau begitu, aku juga meminta pertanggung jawabanmu karena sudah membunuh ibuku" lanjut Quirin dengan tatapan tajamnya.


Calis tersentak kaget, kata-kata itu mampu membuat Calis terpaku.


Calis akhirnya menoleh lagi kearah Lura dan Beymi, mereka tampak terdiam dan tidak ada yang membuka suara sedikitpun.


"Apa maksudnya?," tanya Calis dengan menatap keduanya dengan tajam.


"Semua memang salah ibu!, mereka semua telah melihat perbuatanmu pada Ayah lalu bibi Arcy, serta keterlibatan nenek, Beymi dan juga paman Wiliam" kesal Lura sambil tertunduk.


Jika saja ibunya itu tidak mencari tau mengenai Max maka seharusnya Lura masih bisa menikmati kemewahan keluarga Alister, tapi semuanya telah hilang, semua karena kebodohan ibunya.


"A-apa?, bagaimana bisa?, mereka semua?" teriak Calis dengan keras.


Calis tidak menyangka orang-orang yang ada di depannya telah mengetahui perbuatan masa lalunya.


"Tentu saja bisa, apa kau lupa bagaimana ayah melihat saat kau tengah berduaan bersama orang miskin itu?, dan tentu saja aku juga memiliki rekaman di mana kau serta Wiliam menjebak ayah lalu bekerja sama dengan nenek untuk menyuruh Beymi memasukkan obat kedalam teh ibu, dan berniat untuk menguasai seluruh harta Alister. Kami bahkan melihat semuanya!." ucap Quirin dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


Calis melototkan matanya, baginya tidak mungkin mereka semua melihatnya, karena kejadian itu telah terjadi begitu lama "A-apa?, ti-tidak mungkin!" bantah Calis.


Calis bahkan tidak berpikir lagi bahwa rumah itu memiliki cctv. Sekarang pikirannya tengah kalut dan begitu shock.


"Kami semua sudah melihatnya, bahkan ayah juga" ucap Lura dengan kesal sambil menunduk kembali.


Calis masih tidak percaya dengan perkataan mereka, ia terus melototkan matanya dan terduduk seperti patung "Ikat Lura dan Calis!" perintah Quirin.


Arnius dan Staren melangkah maju dan langsung menyeret Calis dan Lura dengan kasar.


Calis terkaget dan membuyarkan lamunannya nya "lepaskan!" teriak Calis.


Lur bahkan ikut berontak agar bisa segera lepas dari cengkraman Arnius. Namun semua sia-sia , karena tenaga mereka begitu kuat sehingga tidak bisa melepaskan diri


Setelah mengikat tangan keduanya, Arnius dan Staren kembali berdiri di samping Vano.


"Apa yang akan kau lakukan pada kami kak?!, lepaskan kami sekarang!" teriak Lura sambil meronta-ronta.


Quirin melihat Beymi terus menunduk tampa adanya reaksi apapun, ia terus menatap kebawah dan tidak ingin ikut campur dengan urusan ibu dan anak itu. "Lempar hadiah itu kehadapan nya" ucap Quirin sambil tersenyum smirk.


Vano yang sedang memegang hadiah itu, bergegas maju dan melemparkannya tepat di depan beymi.


Beymi sungguh terkejut karena sebuah box besar berada di depannya, ketika menatap kotak besar itu, tiba-tiba saja jantung Beymi berdegup dengan kencang.


Deg


Deg


Deg


Kecepatan detak jantungnya bahkan lebih cepat dari orang normal lainnya.


"Bukalah, aku membungkusnya dengan sepenuh hati" ucap Quirin dengan tersenyum smirk.


Dengan tangan bergetar, Beymi membuka bungkus hadiah itu.

__ADS_1


Dan ketika di buka, mata Beymi melotot dengan sempurna, tubuhnya mulai terbujur kaku, dan bahkan air mata mulai membasahi pipinya.


Bersambung ...


__ADS_2