Another Person Life

Another Person Life
Kau Bukan Putriku!


__ADS_3

Setelah keluar, Quirin melewati kamarnya, ia masuk dan membawa segala perlengkapannya, seperti Flash disk, laptop, dan beberapa amplop coklat.


Grizo, Al dan Zee hanya melihat Quirin mengambil barang-barangnya. Tidak ada satupun dari mereka yang tau apa isi dari amplop coklat itu.


Mereka semua turun kebawah, sedangkan mata orang-orang yang ada di bawah terus mengikuti pergerakan keempat orang itu sampai mereka sudah berada di sekumpulan orang-orang itu.


"ayah, video Lura telah tersebar di seluruh kota, masalah ini bisa merusak reputasi keluarga kita" ucap Quirin tanpa basa basi.


Mereka semua bisa melihat bahwa Grizo tampak tidak baik-baik saja, tapi Quirin justru seperti sengaja menambah beban pikirannya.


"Hey nona, apa kau tidak memiliki belas kasihan?, kau tidak melihat tuan Alister seperti orang yang sedang sakit, tapi kenapa kau begitu jahat untuk memberitahukan semuanya padanya disaat kondisinya lemah?" tanya orang yang baru saja masuk.


Mata seluruh orang yang ada di ruangan itu menoleh kearah sumber suara, mereka melihat Xeno dengan seorang wanita masuk secara bersama-sama.


"Kau disini untuk menceramahi ku?, kalau begitu lebih baik kau pergi saja, kau sungguh tidak terima di sini" ucap Quirin dengan datar tapi tidak berniat menoleh kebelakang karena ia sangat mengenali suara orang yang sedang mengkritiknya.


Wanita disampingnya menatap dengan tajam "apa kau bisa tidak ikut campur dalam urusan nya?" tanya wanita disamping Xeno yang tidak lain adalah Rea, ia tidak menoleh kearah Xeno dan tetap menatap lurus kedepan.


Xeno menoleh kearah Rea dan mengernyitkan dahinya, tapi keduanya tetap masih berjalan mendekati kumpulan orang itu "Kau mendukungnya?, dia tidak seperti yang kau pikirkan, dia bahkan lebih berbahaya dari it ... " perkataan Xeno menggantung ketika sebuah tendangan mengarah pada wajah Xeno.

__ADS_1


"Aku sudah katakan, kau tidak terima di sini" teriak Quirin dengan kesal. Dadanya bahkan sudah naik turun menahan amarah yang sudah ditahannya sejak Xeno terus mengkritiknya.


Mereka semua tampak terkejut melihat Quirin sudah menendang Xeno, mereka bahkan baru tersadar ketika mendengar suara benturan tubuh Xeno yang mengenai dinding.


Grizo yang melihat itu bahkan menganga lebar, ia sangat mengetahui anaknya itu, anak penurut dan lemah lembut. Tapi kini kenapa anaknya itu memiliki tenaga yang luar biasa sehingga membuat tubuh Xeno terpental jauh.


"Dia seperti bukan Quirin. Anak itu tidaklah kasar" batin Grizo


"Aku sudah lelah menasihati mu, dan pada akhirnya, kau mendapat ganjarannya juga" batin Al tersenyum mengejek


Max sungguh terkejut, ia bahkan terus menerus menoleh kearah yang lain dan ia melihat ekspresi tersenyum mengejek di bibir mereka semua.


"Sepertinya mereka sudah mengetahui sifat asli dari nona pertama keluarga Alister" batin Max


"kak Qu ... ah ... kenapa kau menendangnya?" tanya Rea sedikit penasaran.


"Mulutnya sangat beracun, benar-benar membuatku kehilangan akal. Jika saja aku tidak berhutang pada Zee, maka aku sudah menghabisi mu sejak kau mengkritik ku" ucap Quirin dengan tatapan tajam.


Xeno sungguh sangat terkejut ketika tendangan Quirin mengenai wajahnya. Tendangan itu bahkan terlalu kuat sehingga membuat Xeno jatuh kelantai.

__ADS_1


Xeno benar-benar sangat terkejut, ia bahkan tidak menyangka Quirin berani bertindak di depan banyak orang, bahkan di depan bawahan yang sedang dipimpinnya.


Xeno merasa malu karen dirinya kalah dengan seorang wanita, ia bahkan mendengar Quirin menyebutnya mulut beracun. Hal itu membuat Xeno benar-benar marah "kau!" geram Xeno kesal sambil mencoba berdiri.


Melihat ada kemarahan di wajah Xeno, Quirin tersenyum smirk "ha ... kesabaran ku sudah habis, jadi ayo kita bertarung saja" ujar Quirin dengan menatap Xeno dengan tajam.


"Cukup!, jika kau ingin membuat keributan, maka pergilah dari sini, lagipula urusan keluarga ini tidak ada sangkut-pautnya denganmu" ucap Zee dengan menatap Xeno dengan tajam.


Xeno yang mendengar ucapan Zee langsung diam tak berkutik, kali ini dirinya sudah membuat Zee menatapnya dengan tajam, yang artinya Zee sudah sangat marah padanya.


"Ini pertama kalinya dia marah padaku" gumam Xeno sedikit khawatir karena melihat Zee marah padanya.


"Wow, luar biasa. Setelah sekian lama kami bersama, baru pertama kali ini aku melihat dia marah pada Xeno ... Nona, aku berharap dengan adanya dirimu, kau tidak memecah belah kami" batin Al sambil melihat kearah Xeno lalu berubah kearah Quirin.


Quirin yang mendengar itupun langsung kembali ke posisinya, wajah memerah marah kini tak terlihat lagi di wajahnya.


Orang-orang yang ada disitu bahkan sudah terbiasa dengan perubahan wajah Quirin, tapi tidak dengan dua orang yaitu Rea dan Max, mereka bahkan sungguh terkejut melihat perubahan raut wajah yang secepat kilat itu.


"Bagaimana sekarang ayah?, kau harus menyelesaikan ini, jika tidak?, maka perusahaan akan diambang kehancuran" ucap Quirin dengan menatap kearah Grizo.

__ADS_1


Grizo menunduk dan hanya satu kalimat yang keluar dari mulutnya "kau bukan putriku!"


Bersambung ...


__ADS_2