
Clamy yang mendengar itu langsung mencoba berdiri sambil memegangi dinding, lalu ia berusaha berjalan secara perlahan.
Clamy berdesis kesakitan "seluruh tubuhku terasa sangat sakit, beruntung dia menawarkanku menjadi temannya, jadi aku tidak perlu mati sia-sia didalam jeruji ini" batin Clamy
Setelah mereka cukup lama menunggu Clamy, akhirnya yang di tunggu-tunggu telah keluar "pasti pekerjaanku sedang menumpuk dan para staff dan manager serta yang lainnya pasti sedang mencariku" batin Clamy
"Hei!, aku benci berada disini!, jadi berjalanlah lebih cepat, kau berjalan seolah kau adalah seorang putri raja!, apa kau sengaja melakukan itu?" tegas Quirin sambil menutup hidungnya sambil menatap Clamy dengan tajam.
Clamy tersentak kaget, seketika lamunannya buyar begitu saja "ti-tidak, maafkan aku, seluruh tubuhku sangat sakit, jadi aku hanya bisa berjalan dengan perlahan" ucap Clamy dengan gugup
Clamy melirik kearah Zee, ia sangat terpesona dengan ketampanan yang dimiliki oleh Zee "cihh, statusnya hanya wanita yang mengandalkan para pria, tapi dia sudah begitu sombong, jika saja pria itu milikku, maka aku akan menjadi wanita yang sangat bahagia" batin Clamy
Clamy sama sekali tidak merasa bersalah, ia justru memimpikan hal-hal yang tidak pantas, Clamy meminta maaf hanya karena takut jika Quirin membatalkan pertemanannya maka semua angan-angan yang sudah di impikan akan sirna begitu saja.
"Berhentilah merengek seperti anak kecil dan segeralah berjalan dengan cepat!, kau sangat bau!" perintah Quirin sambil melihat kearah lain
"apa dia lupa dengan tubuhnya sendiri?" batin Zee mengernyit dengan heran
Setelah Quirin melihat kearah lain, wajah Clamy berubah kesal dan menatapnya kembali "bau?, apa dia tidak menyadari jika keadaannya sama berantakan seperti diriku?" batin Clamy
Quirin benar-benar lupa bagaimana keadaan tubuhnya sekarang, dan ia justru mengolok orang lain.
Setelah Clamy berjalan mendekat, ia bisa mencium aroma tidak sedap "aroma apa ini?" batin Clamy penuh tanda tanya
Clamy yang teringat sesuatu dan langsung menoleh kearah Quirin, ia berkeringat dingin serta gemetar, namun kali ini dirinya bisa menyembunyikan ketakutannya.
"Aku pernah berpikir untuk tidak perduli dengan apa yang telah dia lakukan pada wanita itu, tapi tubuhku gemetar ketakutan setelah mencium aroma darah yang berasal dari tubuhnya" batin Clamy
Quirin langsung berjalan cepat, ia meninggalkan Ethan, Zee serta Clamy dibelakang, karena Quirin sungguh tidak tahan berada di tempat yang sangat kotor itu.
Saat ingin melangkah lebih jauh, sebuah suara menghentikan langkah Quirin "tunggu nona!, bersihkan dulu tubuhmu, kau bisa menggunakan toilet diatas" ucap dokter Ethan
Karena tidak mungkin Quirin keluar dengan tubuh yang di banjiri oleh darah, bahkan darah itu sudah mulai mengering dan berbau amis, sehingga saat mereka berdiri bersama mereka sudah bisa mencium aroma darah itu.
Quirin mengerti binggung, ia menunduk dan melihat tubuhnya "aku benar-benar lupa tentang ini" batin Quirin sedikit malu, tapi dirinya berusaha untuk tetap tenang.
"Aku akan mengambilkan pakaian wanita Yang ad dirumah sakit ini" tawar dokter Ethan
"Tidak perlu!, aku akan membawakannya sendiri" tegas Zee sambil mengeluarkan ponselnya dan mengirim sebuah pesan kepada Xeno untuk mengantar satu stel pakaian Quirin.
Quirin tidak memperdulikan perdebatan mereka, ia mulai melangkah dan kembali memikirkan sebuah penyiksaan yang pantas untuk Clamy.
Zee berjalan dengan cepat agar bisa berdampingan dengan Quirin, sedangkan Clamy berjalan dibelakang dokter Ethan.
__ADS_1
"Dia sangat beruntung karena dikelilingi oleh pria tampan dan juga baik, jika dilihat dari penampilan pria itu dia pasti berasal dari keluarga terpandang, aku harus bisa mendapatkannya dan tidak perlu mengejar Al kembali" batin Clamy
Semenjak Keluar dari jeruji itu, mata Clamy selalu terarah pada Zee, bahkan ia sudah membayangkan hal-hal yang tidak pantas dipikirkan oleh wanita sepertinya.
Clamy melirik kearah dokter Ethan "semua ini karena perbuatannya, jika saja dia tidak mengurungku, maka aku tidak akan terjebak disini" batin Clamy sambil menggeretakkan giginya
"aku akan membalas semua perbuatanmu" ucap Clamy secara tiba-tiba
Dokter Ethan berjalan dengan perlahan, ia yang berada didepan mendengar umpatan Clamy "aku akan menunggumu kembali kesini nona" ucap dokter Ethan santai menoleh kebelkang
Dokter Ethan menanggapi itu dengan santai, ia seperti mempunyai firasat jika Clamy akan kembali masuk kedalam rumah sakitnya.
"Aku tidak akan kembali kesini!" tegas Clamy dengan menggeretakkan giginya
"Tapi aku mempunyai firasat jika suatu saat kau akan kembali kesini nona, jadi tunggu saja ketika itu terjadi maka aku .... " ucap dokter Ethan sambil berjalan namun Clamy langsung menyela ucapan dokter Ethan
"Cih, aku sudah punya wanita itu untuk melindungiku, jadi tidak mungkin aku kembali kesini" ucap Clamy dengan sombong
Dokter Ethan terdiam sesaat lalu ia tertawa terbahak-bahak "hahaha ... Jika kau kembali kesini, aku pasti tidak akan sungkan lagi padamu nona" ucap Dokter Ethan lalu menghentikan tawanya
Semenjak Clamy masuk kedalam jeruji, dokter Ethan hanya menggores pipinya saja, karena dokter Ethan ingin mencoba setajam apa pisau-pisau bedahnya.
Itu terdengar sangat aneh, tapi itulah faktanya, dokter ethan melakukan itu juga kepada darla, tapi jika dibandingkan Clamy, maka yang sangat parah adalah Darla.
Dokter Ethan bukan hanya mencoba di pipi saja, melainkan tangan dan juga kaki Darla, maka bisa di bilang jika keadaan Darla lebih parah jika di bandingkan dengan Clamy.
Entah dengan cara apa dokter Ethan melakukannya, yang pasti itu membuat Clamy sangat membencinya.
Clamy menggeretakkan giginya, ia sangat membenci orang yang menertawakannya "huh, lihat saja dokter gila, aku akan membalasmu berkali-kali lipat!" batin Clamy sambil mengepalkan kedua tangannya
Quirin dan Zee mendengar semua pembicaraan mereka, karena mereka berdua berbicara dengan suara keras.
"Aku melepaskanmu bukan untuk melihatmu tertawa bahagia justru aku ingin melihatmu menangis, jika aku membunuhmu sekarang, maka itu sangat tidak adil bagi Xia, bukankah Al mengatakan kau meninggalkannya demi menjadi seorang model papan atas?, maka aku akan membuatmu menjadi tranding topik untuk waktu yang sangat lama, dan aku akan menyiksa mental serta fisikmu, kau harus bertanggung jawab atas diri Xia, jika aku melihat di tubuh Xia terdapat luka cacat maka aku akan membalasmu lima kali lipat dari itu, tertawalah selagi kau bisa tertawa, karena masa-masa indahmu akan berakhir dalam beberapa hari" batin Quirin
Zee menoleh kearah Quirin, ia melihat Quirin berjalan sambil termenung "aku tau kau memikirkan sebuah rencana, aku pasti akan mendukung semua rencanamu" batin zee
Tidak terasa berjalan cukup lama, mereka akan segera menaiki tangga, dan saat itu juga suara dokter Ethan membuat semua orang menghentikan langkah mereka "nona, tolong bantu aku untuk tutup mata wanita itu" ucap Dokter Ethan
Quirin tidak bertanya alasan dokter Ethan, ia langsung menuruti permintaan itu dan sedikit merobek pakaiannya lalu menutup mata Clamy.
Saat dipasang penutup mata itu, Clamy mencium aroma darah yang sangat pekat, ia benar-benar tidak suka dengan itu "aku benar-benar membalasmu!, lihat saja!, aku akan membuat seluruh dunia tau perbuatan yang telah kau lakukan!" batin Clamy
"Nikmati saja penutup mata itu, ini adalah awal perjalanan menuju neraka yang telah aku persiapkan" batin Quirin
__ADS_1
"Mati terlalu mudah untukmu, jadi aku memutuskan tidak mengambilnya sekarang, perjalananmu masih panjang Clamy, kau sangat suka dengan harta dan ketenaran bukan?, maka aku akan mengabulkannya, dan saat kau mendapatkan semuanya maka disaat itu juga aku akan membuatmu jatuh hingga tidak ada seorangpun yang bisa menolongmu" batin Quirin sambil menatap Clamy dengan tajam dari belakang
Clamy merasa tengkuknya menjadi dingin, namun dia tidak tau apa yang membuatnya seperti itu.
Setelah memasang itu, Quirin melunturkan tatapannya dan segera berjalan di depan
"Hei!, aku tidak bisa melihat apapun" teriak Clamy sambil meraba dinding
"Kau harus melangkah dengan memakai insting" ucap Dokter Ethan sambil menunggu Clamy berjalan
Clamy sangat kesal mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Dokter Ethan "kau tidak membantuku nona?" tanya Clamy dengan penuh percaya diri
"Membantumu?, bukankah aku sudah membantu untuk menutup matamu?, aku tidak bisa membantumu, aku sendiri saja sudah tidak tahan berada diruangan ini, jadi sangat tidak mungkin aku membantumu" ucap Quirin sambil berlari pelan menuju atas.
Dokter Ethan sengaja menutup mata clamy, karena ruangan tempat mereka berdiri adalah ruang rahasia yang tidak boleh orang lain ketahui.
Zee mengikuti langkah kaki Quirin, berbeda dengan dokter Ethan, ia berada dibelakang Clamy untuk berjaga-jaga.
Clamy mendengar suara langkah kaki berlari, ia sangat ketakutan jika ditinggalkan sendirian "hei jangan tinggalkan aku!" teriak Clamy
Saat dokter Ethan melihat keatas, Quirin memberikan sebuah kode kepada dokter Ethan.
"Jangan membantunya" ucap Quirin tanpa suara
Dokter Ethan mengerti gerakan mulut Quirin, ia memundurkan langkahnya agar sedikit menjauh dari Clamy.
Clamy berusaha naik keatas sendiri tanpa bantuan penglihatan, karena sudah tidak mendengar suara langkah kaki, Clamy melangkahkan kakinya dengan cepat.
Saat terburu-buru kaki Clamy tersandung dan ia terguling
Arghhhhh
Mendengar teriakan itu, Dokter Ethan sangat terkejut, ia segera menyingkir agar tidak terkena oleh Clamy, ia sama sekali tidak berniat menolong Clamy.
"Sial!" umpat Clamy kesal, ia berusaha untuk duduk.
Clamy merasa dirinya hanya sendirian diruangkan itu jadi ia berinisiatif untuk membuka penutup mata iru, tapi sebuah suara menghentikannya "jika kau membukanya, maka akan aku pastikan kepalamu akan hilang saat ini juga, kau tau?, nona sedang tidak berada disini, jadi aku bisa melakukan apapun yang aku mau" ucap dokter Ethan
Clamy yang mendengar itu langsung menurunkan tangannya, ia benar-benar terkejut karena masih ada orang yang berada didekatnya biarpun itu adalah dokter Ethan.
"Lalu kenapa kau tidak menolongku?" tanya Clamy dengan kesal
"Aku tidak berkewajiban menolongmu!" tegas dokter Ethan
__ADS_1
"Benar saja, jadi para pria ini selalu mengikuti perkataan wanita itu?, memang apa bagusnya dia?" batin Clamy sambil menggepalkan kedua tangannya.
Bersambung...