Another Person Life

Another Person Life
Peringatan Xeno


__ADS_3

Di luar rumah itu, para bawahan Zee mulai bernafas lega, karena sejak berada di dalam rumah itu isi perut mereka semua seakan ingin meminta keluar, bagaimana tidak?, baru pertama kalinya mereka melihat wanita yang memiliki alter ego begitu sangat mengerikan.


Sedangkan Zee melangkah dengan termenung, "Tenanglah, sudah aku katakan bahwa kau tidak perlu merasa bersalah" ucap Quiran sambil memegang lengan Zee dan menuntunnya untuk duduk.


Perkataan Quiran seakan tidak berpengaruh pada Zee, melihat Zee masih termenung, Quiran berusaha memutar otak agar Zee tidak memikirkan Rosdi lagi, ia berpikir untuk membantu Zee karena baginya Zee adalah sang malaikat yang di kirimkan untuk Xura.


"Jika kau seperti ini, aku yakin bahwa Xura akan merasa sangat sedih, lagi pula waktu ku tidak lah banyak, dan kau harus ingat bahwa sekarang kau harus menggendong tubuh ini" ucap Quiran sambil menyenggol lengan Zee.


Para bawahan Zee tercengang melihat interaksi keduanya, mereka tidak menyangka bahwa Quiran memiliki sisi yang menurut mereka baik, tapi itulah Quiran, dia tidak sama seperti alter ego lainnya, ia seakan bisa merubah karakternya sesuai dengan orang-orang yang mengelilingi sang pemilik tubuh.


Zee yang mendengar perkataan Quiran juga mulai menoleh kearahnya, "Jangan lupa untuk menyampaikan apa yang terjadi padanya, jika tidak maka dia akan mengamuk padamu" ucap Quiran sambil tersenyum lebar lalu tiba-tiba saja kepala itu terjatuh di pundak Zee.


Di ujung sana terlihat Al yang sedang sibuk menangani luka tembak Kiryu, Al benar-benar sangat kesal karena saat pekerjaan mengobati luka bakar Kiryu hampir selesai, tiba-tiba saja ia di kejutkan dengan peluru yang sudah menancap di kaki Kiryu.


Tembakan itu ternyata bertepatan dengan Al yang sedang berjongkok untuk mengoleskan obat di kaki Kiryu. Karena merasa sangat terkejut Al bahkan jatuh terduduk dengan mimik wajah yang lucu.


Hal itu membuat Al malu serta kesal, ia bahkan langsung bisa mengetahui siapa dalang di balik tembakan itu.


"Menyebalkan sekali Quiran, karena dia aku sangat malu sekarang" gerutu Al dengan tangan yang terus bergerak.


Kiryu tidak bisa bertanya apapun, ia sendiri sangat syok ketika mendapatkan tembakan itu, sekarang didalam kepala Kiryu penuh dengan tanda tanya.

__ADS_1


"Apa salahku?, kenapa peluru ini tepat mengenai ku?" batin Kiryu sambil berdesis kesakitan.


Al mendengar suara mendesis itu, ia merasa sedikit kagum dengan Kiryu, karena orang didepannya ini terus menahan sakit tanpa mengeluh.


"Bertahan sedikit lagi, ini akan segera selesai" ucap Al yang terus fokus mengobati kaki Kiryu.


Setelah Xeno berada di luar, ia melihat Zee tengah memandangi Quiran, Xeno pun berjalan menghampiri keduanya.


"Zee" panggil Xeno dengan nada bersalah.


"Aku sedang tidak ingin memikirkan hal lain, jadi kau tidak perlu mengatakan apapun" ucap Zee dengan dingin.


Al terkejut ketika Xeno mendatanginya dan ikut berjongkok di samping Al "Hei, kau mengagetkanku!" kesal Al.


Xeno menggelengkan kepalanya dengan pelan, lalu ia mendongak dan melihat bahwa Kiryu tengah menatapnya.


"Tembakan ini di lakukan oleh Quiran, saat itu tatapan Feryun tampak sangat marah pada Quiran, lalu Quiran yang tidak suka itu langsung melampiaskan kekesalannya dengan cara menembak mu" ucap Xeno sambil berdiri dan meninggalkan kedua orang itu.


Al tampak tidak terkejut lagi, ia yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya itu mulai melihat ke jendela, Al tiba-tiba teringat bahwa tembakan itu tidak menimbulkan bunyi pecahan kaca.


"Apa dia melewati lubang yang telah di buat Xura?" ucap Al dengan tercengang.

__ADS_1


Kiryu yang mendengar itu juga mulai menoleh ke jendela itu, seketika saja Kiryu mulai ketakutan, Karena posisi Jantung Kiryu tepat berada di antara lubang itu. Jadi besar kemungkinan jika Quiran ingin Kiryu mati maka Quiran pasti akan menembak tepat di jantungnya.


"Apa dia tidak berencana membunuhku?" batin Kiryu yang masih dalam keterkejutannya.


Tiba-tiba saja, keluarga Vermilion keluar dengan membawa dua orang yang terluka parah.


Al yang melihat itu langsung melototkan matanya, padahal ia baru saja selesai mengobati Kiryu dana sekarang dirinya ahrus mengobati dua orang lainnya.


Mata Al kini mengarah pada Zee dan Xura yang sedang duduk di atas mobil, lalu saat Al mengeram marah sambil melebarkan matanya, tiba-tiba saja Zee melirik tajam kearah Al.


Al yang mendapat lirikan dari Zee langsung membuang wajahnya kesembarah arah "Sial!, jika bukan karena Zee aku pasti akan menyuruhmu menggantikan ku untuk mengobati mereka" gumam Al dengan Kesal.


Xeno mendengarkan umpatan Al, ia pun menggeleng pelan dan menepuk pundak Al sekali "Aku yakin bahwa kau tidak mampu untuk memerintahkannya melakukan hal itu, tapi jika kau memang memiliki nyali ... lakukan saja, maka dia pasti akan membalas mu di lain waktu. Jadi demi keselamatanmu aku peringatkan untuk tidak bermain-main dengan wanita mengerikan itu" ucap Xeno sambil menepuk pundak Al berkali-kali.


"Aku sendiri bahkan tidak tau akan seperti apa nasibku ini" batin Xeno menghela nafas pelan


Al yang mendengarkan perkataan Xeno pun mulai memikirkan pembalasan yang di lakukan oleh Xura padanya.


"Benar, wanita itu tidak akan tinggal diam jika orang lain menyinggung perasaannya, dia pasti akan membalas dendam itu di setiap kesempatan" ucap Al yang mulai bergidik ngeri.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2