
"Ternyata selama ini nenek mengetahui segalanya, bagaimana sekarang" batin Kiryu dengan bibir bergetar.
Selama ini Kiryu dan Feryun membuat informasi palsu mengenai Auristella, mereka menyewa seorang wanita dan membuatnya berpergian dengan menggunakan nama Auristella lalu keduanya sengaja membuat berita keberangkatan wanita itu, karena mereka sengaja membuat Andrea mengejar wanita palsu itu kemanapun dia pergi.
Feryun merencanakan itu sambil mencari informasi detail mengenai Auristella, tapi ia tidak pernah menemukannya, Feryun bermaksud ingin melindungi wanita itu dari obsesi sang nenek, namun dirinya bahkan tidak menemukan informasi apapun.
"Apa kalian pikir aku akan membebaskan kalian begitu saja stelah apa yang sudah kalian lakukan padaku?" ucap Andrea sambil menekan wajah Kiryu dengan tenaga yang lebih kuat.
Engghhhh
Kiryu merasa tulang wajahnya seperti akan hancur, tapi ia harus terus bertahan untuk tetap tidak berteriak.
Sang teman yang menjadi tangan kanan Andrea hanya menonton pertunjukan itu, ia bahkan tidak berniat untuk menolong Kiryu.
Kini mata Andrea melirik kearah pria kekar yang tengah berdiri sedikit jauh dari nya "Ah, ambil kan aku sebuah besi panas, aku akan memberikannya pelajaran yang berharga" ucap Andrea sambil tersenyum smirk.
Mendengar perintah dari Andrea, pria itu pun langsung bergegas mencari benda itu.
__ADS_1
Kiryu yang terkejut dan melototkan matanya "nenek, apa yang akan kau lakukan dengan benda itu?!" teriak Kiryu yang sudah ketakutan.
"Apa lagi?, tentu saja memberimu pelajaran, jika tidak seperti itu, maka nama ku bukan lah Andrea" ucap Andrea dengan bangga dengan senyuman manis yang telah terbit di bibirnya.
"Tidak nek!, jangan lakukan itu!" teriak Kiryu dengan melirik keatas, tapi yang dapat di lihat Kiryu hanyalah sepatu Andrea saja.
"Haha ... kau tidak memiliki hak untuk menyuruhku berhenti, jangan lupa bahwa aku lah penguasanya" ucap Andrea sambil tertawa keras.
Tidak lama, pria itu kembali dengan menggenggam sebuah besi hitam dengan ujung yang sudah ber warna merah nyala di tangannya, bisa di lihat bahwa besi itu tampak terlihat panas.
Pria itu memberikan besi itu pada Andrea dengan wajah datar, ia bahkan tidak melirik kearah Kiryu yang sudah tampak ketakutan.
"Ah ... aku lupa, bukankah dulu kalian adalah teman?" ucap Andrea sambil melihat pria yang tengah berdiri di hadapannya.
"Benar nyonya, tapi kami memilih majikan yang berbeda, karena itu dia bukanlah temanku lagi" sahut pria itu menatap sinis Kiryu yang tengah berada di bawah kaki Andrea.
"Wahh ... baiklah, aku memberimu kesempatan" ucap Andrea sambil menyerahkan besi itu pada Raco yang tidak lain adalah teman Kiryu.
__ADS_1
"Ke-kenapa nyonya?" tanya Raco dengan terkejut.
"Bukankah kau mengatakan dia bukan temanmu lagi?, jadi bukan padaku" ucap Andrea sambil tersenyum lalu mengangkat kakinya dari wajah Kiryu.
Raco sedikit ragu untuk mengambilnya, tapi ia menepis keraguannya dan langsung mengambil besi panas itu dari Andrea.
"Lakukan apapun padanya, aku akan menikmati tontonan yang menarik ini" ucap Andrea sambil berjalan dan duduk di kursi yang telah di sediakan bawahannya.
Tanpa di sadari Andrea, Kiryu tengah tersenyum smirk.
Orang-orang yang ada di dalam ruangan itu tengah terfokus pada Kiryu.
Raco bisa melihat kiryu tengah tersenyum smirk, ia pun dengan marah langsung menempelkan besi panas itu di kaki Kiryu.
Arrgghhhh
Kiryu berteriak sangat keras, rasa panas begitu terasa di kakinya, cairan bening bahkan mengalir dengan sangat deras di pipi Kiryu.
__ADS_1
Dor
Bersambung ...