
Zee yang mendengar suara itu tersentak kaget, ia langsung memberikan kunci mobil Quirin "Dasar menyebalkan!" ucap Quirin dan berlalu pergi meninggalkan Zee yang masih dalam keterkejutannya
"Benar apa yang dikatakannya" ucap Zee sambil mengingat kembali tentang masa kelamnya
Zee bersandar di dinding "karena permainanku yang sangat lambat membuatnya pergi meninggalkanku" ucap Zee sambil memasang raut wajah sedih
Namun dia mengingat jika kejadian itu telah menjadi masa lalu "fokus saja pada masa depan, tidak perlu mengungkitnya kembali" ucap Zee sambil menggeleng kepalanya dengan pelan
Zee melihat kearah Xia, ia menghela nafas pelan lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Xeno
"Segera kerumah sakit dan juga bawa ketiga orang itu" tulis Zee lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam saku
Ia keluar dari ruangan Xia dan berjaga di luar serta menunggu Xeno dan yang lainnya datang kerumah sakit
Setelah menunggu beberapa lama, Zee mendengar lift berbunyi dan segera menoleh, ia melihat segerombolan orang yang datang bersamaan
Zee berjalan mendekat kearah segerombolan orang "Jaga dia, aturan yang sama seperti dulu, tidak ada yang boleh masuk selain Quirin dan dokter Al" ucap Zee sambil berjalan meninggalkan rombongan itu, tanpa menunggu jawaban dari mereka
Semuanya berdiri tak bergeming, hanya mendengar suaranya saja sudah bisa membuat mereka merinding "Ada apa dengannya?, dia terlihat sedang tidak baik-baik saja" ucap dokter Al mengernyitkan dahinya
Saat dalam perjalanan Xeno sempat mengecek semua cctv yang ada di rumah sakit, cctv tersembunyi juga terpasang didalam kamar VVIP.
Karena para konglomerat pasti memiliki banyak musuh, demi menjaga reputasi rumah sakit mereka juga harus menjaga keselamatan pasien dan sekaligus dapat memantau semua pergerakan para konglomerat itu.
"Saat aku mengecek Cctv rumah sakit, Clamy datang untuk mencelakai Xia ... "
Vano membelalakkan matanya, ia langsung memotong ucapan Xeno begitu mendengar Xia ingin di celakai oleh Clamy "Bagaimana bisa boss?, bukankah tuan muda berjaga disini?" tanya Vano dengan penasaran
"Aku belum selesai berbicara Vano" ucap Xeno dengan menatap Vano dengan tajam
Vano seketika terdiam "bisa aku lanjutkan?" tanya Xeno pada Vano
Vano hanya mengangguk sebagai jawaban tanpa berniat menjawab pertanyaan Xeno
"Aku melihat saat Clamy masuk kedalam rumah sakit, nona kebetulan turun kebawah dan mereka berjalan saling melewati, tapi aku tidak mengerti mengapa nona bisa menyadari bahwa itu Clamy?, bukankah nona tidak mengenalnya?" ucap Xeno sambil memegang dagunya
__ADS_1
"Benar, nona tidak pernah melihat Clamy" ucap Arnius membenarkan ucapan Xeno
"Saat dilantai atas nona bersembunyi, sedangkan Clamy masuk dalam, nona melihat perbuatannya lalu menghentakkan kakinya dengan sangat kuat, sehingga membuat Clamy bergegas keluar dari ruangan Xia" lanjut Xeno
"Tuan muda berada diambang pintu, dan nona memarahinya karena telah membiarkan Xia dalam bahaya dan juga tuan muda mengetahui rencana Clamy ingin berbuat sesuatu pada Xia tapi tuan muda malah membiarkannya, jika saja nona tidak datang, maka sudah dipastikan Xia tidak akan ada didunia ini lagi" ucap Xeno menjelaskan dengan panjang lebar
Vano yang mendengar itu terlihat sangat geram, sedangkan Al merasa tidak percaya Zee meninggalkan Xia sendirian, dan juga yang lainnya hanya menganga lebar
Semua mata menatap Xeno dengan intens, terutama dokter Al dan Vano, dalam rombongan itu terdapat Arnius, Staren, Gavin, dokter Al, Vano dan juga Xeno
Mereka datang bersamaan karena kebetulan berjumpa di lorong bawah rumah sakit.
Vano sangat geram mendengar cerita Xeno "Apa yang dilakukan Clamy didalam ruangan itu bos?" tanya Vano dengan menggeretakkan giginya, semua orang tidak melihat reaksi Vano karena mereka terlalu fokus melihat kearah Xeno
"Clamy melepas semua peralatan yang menempel di tubuh Xia dan juga ingin mencekik Xia, beruntung Nona langsung datang menggagalkan aksi Clamy" ucap Xeno lagi sambil berfikir
Vano mulai melihat kearah dokter Al "Ini terjadi karena dokter Al, jika saja dokter tidak melibatkan Xia, maka semua ini tidak akan terjadi" geram Vano sambil melihat kearah Al dengan tajam
Al yang mendengar itu sangat terkejut, ia tetap ingin membuat Vano sadar, meskipun sekarang dirinya sangat merasa bersalah pada Xia
Vano yang mendengar itu langsung terdiam, ia berdecak kesal dan melihat kesembarang arah
Xeno terkejut mendengar Vano meninggikan suaranya di hadapan Al, bahkan berani menyalahkan Al "sampai sekarang dia bahkan masih tidak mengakui perasaannya, benar-benar keras kepala" batin Xeno sambil melihat kearah Vano yang sedang berjalan jauh dari mereka
"Hei, tenanglah, dia baik-baik saja, nona bahkan sedang mengejarnya, apa kalian lupa siapa Nona?" tanya Xeno sedang menenangkan keduanya
"Dia adalah orang yang bisa bertindak sesuka hati tapi bermain sangat rapi, bahkan dia bisa berpikir dengan tenang didalam situasi yang sangat genting" ucap Xeno tersenyum tipis
#Flashback On
"Tolong kirimkan aku sebuah pesan bahwa adikku terkena racun dan hanya racun juga yang bisa menyembuhkannya, ini adalah masalah yang sangat penting, kesuksesanku semua tergantung padamu" tulis Quirin
Xeno membaca pesan singkat yang baru saja ia terima "Apa maksudnya?, racun apa?, dan apa mungkin racun bisa di sembuhkan oleh racun juga?" ucap Xeno sambil mengernyit heran
Xeno terlihat sangat binggung namun ia langsung mengerti arti dari tulisan Quirin "Sudahlah lakukan saja perintah nona, jika tidak Zee pasti akan menggantung ku" gumam Xeno sambil mengetikkan beberapa kata-kata
__ADS_1
Xeno membalas pesan singkat "Nak, adikmu sungguh tidak bisa bertahan terlalu lama, tolong bawa tanaman yang sudah aku beritahu padamu secepatnya, karena hanya tumbuhan beracun itu yang bisa menyelamatkan nyawa adikmu, jika tidak, kau tidak akan pernah bisa melihat adikmu seumur hidup" tulis Xeno lalu mengirimkan pesan itu pada Quirin
"Semoga ini sesuai dengan apa yang nona harapkan" gumam Xeno sambil melipat kedua tangannya dan memohon
#Flashback Off
Semua orang membelalakkan matanya dengan sempurna "Benar-benar wanita yang hebat" ucap mereka semua dengan serempak
"Dia bahkan memikirkan hal sekecil itu" ucap dokter Al sambil menggelengkan kepalanya yang masih tidak percaya
"Benar, aku yakin nona akan mengejar Clamy dan memberinya pelajaran yang sangat berharga, sepertinya Clamy akan berakhir seperti Bivia" ucap Xeno tersenyum smirk
"Bivia?" tanya Al mengernyitkan dahinya dengan heran
"Nona membunuh Bivia dengan racun yang ada di tangannya" ucap Arnius
Al seperti mengingat suatu, baru-baru ini ia memeriksa ibu Quirin yang terkena racun "Tunggu!, apa lukanya terlihat seperti terbakar?" tanya Al dengan penasaran
Bersambung ...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1