Another Person Life

Another Person Life
Jiwa Berpindah Menyisakan Alter Ego Mengerikan


__ADS_3

Disisi Quirin...


"Kenapa jantungku berdetak secepat ini?, seperti ada sesuatu" gumam Quirin sambil memegang dadanya


"Lebih baik aku tidur sekarang, aku harus menenangkan pikiranku dan paginya harus memikirkan cara membalas dendam" ucap Quirin sambil menjatuhkan badannya diatas tempat tidur


Dalam mimpinya ia terbangun diruang yang sama seperti sebelumnya "Bagaimana aku bisa disini lagi, pasti akan berjumpa dengan Quiran" gumam Quirin kesal


Tiba-tiba seorang wanita muncul di hadapannya "Lama tidak bertemu, Jiwa asing!" bisik seseorang itu sambil mengelilingi Jiwa Xura dengan aura yang mengerikan


"Ka...kau, apa maumu?" tanya Jiwa Xura sedikit takut karena aura yang ada disekitar wanita itu


"Hanya ingin bertanya, apa kau ingin membalas dendam?" tanya Quiran tersenyum semirk


"Ya" ucap jiwa Xura singkat dan datar berusaha menenangkan dirinya


"Dengan kemampuan kecilmu itu?, jangan bercanda!" ucap Quiran dengan tertawa terbahak-bahak, tawa itu bukan terdengar lucu tapi terdengar sangat mengerikan


"Hei, kau selalu keluar jika aku sedikit saja mengeluarkan emosi" ucap jiwa Xura memberanikan diri


"Itu karena aku tidak mempercayaimu, kau sama lemahnya dengan pemilik tubuh ini, sangat menjengkelkan!" teriak Quiran sambil menatap tajam jiwa Xura


Jiwa Xura mengepalkan kedua tangannya "Jangan menyalahkan ku!, Kau tidak memberiku waktu untuk membalas mereka" balasnya juga dengan berteriak sambil membulatkan matanya, ia sangat jengah mendengar ucapan alter ego yang ada di dalam tubuhnya ini


Quiran langsung mencekik leher Xura"Jangan menunjukkan kekuatan lemah itu di hadapanku, jika aku sudah diluar kendali kau tidak akan bisa menanggungnya" ucap Quiran sambil menatap dengan tajam


"Lepas" ucap Xura meronta-ronta karena dirinya tidak bisa bernafas


"Kau bahkan tidak bisa melepaskan tanganku ini, jadi jangan berlagak kuat dihadapanku" ucap Quiran tersenyum mengerikan


Quiran melihat Xura yang sudah susah bernafas lalu melepaskan leher Quirin hingga membuatnya terjatuh lalu terbatuk-batuk.


"Kau bahkan hanya bisa mengeluarkan kata-kata tanpa bertindak, jika bukan karena aku, kedua wanita menjijikkan itu akan terus mengganggumu" ucap Quiran menatap tajam Xura


"Dua wanita?, kau membunuh dua-duanya?" tanya Xura terkejut


"Hanya satu yang aku bunuh, lalu membuat semua tulangnya hancur, bunyi tulang-tulang hancur itu sangat membuatku puas serta darah segar itu membuatku ingin lagi dan lagi" ucap Quiran sambil tertawa, ruangan itu hanya terdengar suara tawa Quiran yang bergema


"Dia sangat mengerikan" pikir Xura sedikit takut

__ADS_1


"Kau takut?, kalau hanya segini saja kau takut, bagaimana kau bisa membalas dendam?" tanya Quiran yang berjongkok didepan Xura sambil tersenyum smirk


"Aku akan memberimu satu kesempatan, jika kau tidak bisa membalas mereka, maka jangan salahkan aku jika aku berbuat semauku dengan orang disekitarmu!" ucap Quiran tersenyum smirk lalu jiwanya memudar dan menghilang


"Sepertinya aku harus membunuh siapapun yang menggangguku" pikir Xura


Quirin tersentak dan terbangun dari tidurnya, seluruh tubuhnya mengeluarkan cairan, ia sangat ketakutan "Quirin, lihat saja jika aku berjumpa denganmu, aku akan membalas perbuatan Quiran padamu" ucap jiwa Xura yang ada didalam tubuh Quirin


"Jiwa berpindah tubuh dan menyisakan alter ego yang mengerikan, tidak bisa terpikirkan dengan akal sehat" ucap Quirin sambil mengacak-ngacak rambutnya


"Aku harus mencari jawabannya pada siapa?, Memikirkannya saja bisa meledakkan kepalaku" gumam Quirin kesal


"Sudahlah, pikirkan itu nanti saja, aku harus berfokus pada balas dendam pemilik tubuh, jika tidak, Quiran bisa mengancam semua orang yang ada di sekitarku" gumam Quirin


Quirin bangun dari tempat tidur, ia bergegas mandi dan keluar dari ruangan, disana terlihat Zee yang sedang duduk.


Quirin mendekati Zee lalu duduk dihadapannya "Mari kita pergi kepantai" ucap Quirin sambil mengajak Zee


"Untuk apa kau kesana?" tanya Zee datar sambil menoleh kearah Quirin


"Tidak tau, hanya ingin saja, aku butuh me rileks kan otakku" ucap Quirin sambil menyentuh dagunya seperti berfikir


"Aku akan mengikatmu disisiku" ucap Zee tersenyum tipis


Setelah di pantai mereka hanya berjalan di tepi pantai menikmati sentuhan air yang menyentuh kaki mereka.


Zee melihat Quirin yang sedikit jauh darinya, dia terlihag sangat senang bermain dengan air "Aku belum pernah merasa sebahagia ini" batin Zee tersenyum tipis


Selama hidup Zee tidak pernah mendekati wanita, para wanita dari kalangan atas menargetkan Zee hanya karena mendengar perusahan yang baru Zee bangun sudah berkembang dengan sangat pesat.


Sekarang Zee sudah menjadi pembisnis yang sangat disegani, membuat para wanita sangat tergila-gila ingin mendapatkannya.


"Dia berbeda dari banyaknya wanita, bahkan dia berusaha melunasi hutangnya dengan cara menuruti semua perintahku" batin Zee


Zee selama ini hanya memasang wajah andalannya untuk menutupi rasa sukanya terhadap Quirin, ia tidak ingin teman-temannya tau jika dirinya sangat menyukai Quirin.


"Aku tidak akan melepaskanmu, kau hanya milik Zephyr Faresta Ophelia!" batin Zee sambil tersenyum hangat


Quirin melihat Zee tersenyum kearahnya, ia langsung melihat ke kanan dan kekiri lalu berlari mendekati Zee "Jangan tersenyum, semua mata mengarah pada kita" ucap Quirin sambil menutup wajah Zee dengan kedua telapak tangannya

__ADS_1


"Singkirkan tanganmu, semua pasir menempel di wajahku" ucap Zee datar


"Tidak, jika kau tidak tersenyum lagi maka aku akan melepaskan tanganku" ucap Quirin santai


"Kau salah lihat, aku daritadi tidak tersenyum, Cepat singkirkan tanganmu, atau...." ucap Zee menggantung karena Quirin langsung melepas kedua tangannya


Quirin berbalik dan pergi meninggalkan Zee "Dia benar-benar tersenyum, aku tidak mungkin salah lihat" gumam Quirin sesekali menoleh kebelakang tapi yang terlihat hanya wajah datar Zee


"Dia..." gumam seorang wanita sedikit terkejut, ia berdiri sedikit jauh dari Quirin


"Vixura Auristella" teriak wanita itu memastikan


Jiwa Xura yang berada di dalam tubuh Quirin merasa mendengar suara seseorang memanggilnya, ia berhenti berjalan lalu menoleh "Siapa yang memanggil nama asliku?, aku merasa tidak mengenal siapapun disini" ucap nya sedikit ketakutan, ia mencari-cari asal suara yang sudah memanggil namanya


Namun Quirin tidak menemukan orang itu "Siapa dia, bagaimana dia bisa tau, identitasku tidak mungkin terbongkar begitu saja" gumam Quirin sambil mengepalkan kedua tangannya


Zee mendengar teriakan itu, ia melihat Quirin menoleh ke kanan dan ke kiri "Kenapa Quirin seperti mencari orang yang meneriaki nama itu, apa hubungannya dengan pemilik nama itu" gumam Zee


Quirin melihat Zee hanya berdiam diri, ia berjalan mendekati Zee "Zee kita pulang saja, aku tidak ingin berada disini" ucap Quirin menunduk sambil memegang tangan Zee


Zee merasakan tangan Quirin yang dingin dan melihat wajah Quirin yang sedikit terlihat pucat "Baiklah" ucap Zee datar menuruti permintaan Quirin tanpa bertanya apapun


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2