
Mereka dengan cepat dan sangat bersemangat saat pergi ke samping mansion, setibanya disana, mereka ikut terkejut melihat banyak darah di depan pintu, mereka bergegas masuk kedalam dan sesampainya didalam mereka bertiga justru menganga melihat Vano seorang diri berdiri tepat di genangan darah itu
"Bos, apa kau sudah selesai membunuh orang?, aku kira kita akan membunuhnya bersama-sama, kau sangat membosankan bos" ucap Arnius yang sudah tidak bersemangat lagi setelah melihat Vano melakukannya sendiri
"Kalau mau membunuh orang, tolong jangan sampai membuat darah dimana-mana seperti ini" ucap Staren sedikit kesal
"Kami tau kalau kami yang harus membereskannya, tapi tolong... ini sangat keterlaluan bos" ucap Gavin lagi membuat raut wajah sedih
"Bukan aku pelakunya, tapi nona" ucap Vano tegas
Mereka bertiga semakin terkejut mendengar ucapan Vano, menurut mereka hal itu sangat mustahil dilakukan oleh wanita, jadi mereka tidak mempercayai Vano
"Nona?, bos, tolong jangan bercanda, nona tidak akan mungkin melakukan hal seperti ini, lagian nona belum sepenuhnya pulih, bagi nona... melihat darah seperti ini saja sudah cukup mengerikan, dia pasti dibunuh dengan sadis, jika di lihat dari darah yang menempel di seluruh ruangan ini" ucap Arnius dengan serius lalu menatap Vano yang seolah ingin meminta penjelasan lebih
"Kau tidak percaya kan?, apa lagi aku yang melihatnya langsung, haa... sangat mengerikan" ucap Vano dengan menatap mereka bertiga
"Astaga, jadi pelakunya benar-benar nona?" ucap Gavin menganga lebar
__ADS_1
"Kalian tidak melihat tubuhnya saat masih utuh, itu benar-benar menjijikkan" ucap Vano membuat wajah yang seperti ingin mengeluarkan semua isi perutnya
"Mana tubuhnya, aku ingin melihat kesadisan nona" ucap Arnius yang sangat penasaran setelah mendengar ucapan Vano
"Aku sudah membuat tubuhnya bagaikan lelehan es krim, sudahlah, bantu aku membersihkan darah ini" ucap Vano berjalan keluar untuk mengambil air bersih
Karena setiap saat membunuh mereka harus selalu membersihkan darah yang menempel, kalau tidak, mereka akan mendapat hukuman dari Xeno
Bukan untuk menghilangkan jejak, tetapi agar para tawanan baru terlihat nyaman diruangan yang bersih dan tidak menjerit saat berada didalamnya, karena itu sangat menganggu gendang telinga mereka saat berada di dalam, Zee sangat cinta kebersihan dan tidak suka kebisingan, karena itulah, Xeno membuat peraturan yang terdengar sedikit gila namun itulah kenyataannya
Mereka juga hanya membunuh dengan menembak atau menusuk, karena darah hanya keluar di satu tempat, tidak menyebar kemana-mana, hal itu dilakukan agar lebih cepat dan tidak merepotkan mereka, seperti yang sekarang mereka lakukan
"Bukan itu saja, sudah di pastikan tulang-tulang kita akan remuk" ucap Staren lagi yang baru saja dari luar mengambil seember air penuh
"Sudahlah tidak perlu mengeluh, jalankan saja perintah bos Xeno, kalau tidak, hukumannya lebih mengerikan daripada yang kalian ucapkan barusan" ucap Vano yang berada didinding dengan tangan yang mengayun ke kiri dan ke kanan tanpa henti
"Huhu, aku ingin pulang" ucap Arnius dengan memegang gagang pel dan menempelkan pipinya disana
__ADS_1
"Berisik" ucap Vano, Staren, dan Gavin serentak, mereka benar-benar sangat fokus dan dengan cepat membersihkan ruangan itu agar bisa bersantai
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
__ADS_1
Author sangat berterimakasih 🙏