Another Person Life

Another Person Life
Keputusan Final mu?


__ADS_3

Xura tidak ingin menambah suasana menjadi runyam, ia pun menghala nafas kasar dan ingin berbalik pergi.


Ketika ia ingin melangkahkan kakinya, Xura melihat semua orang tengah berkumpul di belakangnya.


Xura juga melihat para bawahan Zee tengah menatapnya dengan tajam, termasuk juga Xeno, dan Vano yang ada di antara kelompok itu.


Vano pun melangkahkan kakinya, tapi Xeno menghadang Vano dengan satu tangannya "Tetap sini" ucap Xeno untuk menghentikan Vano.


Xeno melangkah dan ia pun langsung memegang lengan pakaian Xura, "Jangan ada yang masuk." larang Xeno sambil menarik Xura kedalam ruangan Zee.


Al, Max, dan yang lainnya terkejut melihat tindakan Xeno, mereka ingin melarangnya tapi di antara mereka, hanya Xeno lah yang terus mendampingi Zee, jadi kemungkinan Xeno bisa mangatasi seluruh masalah Zee.


Keduanya masuk dan mendekat kearah tempat tidur Zee, Xeno melepaskan tangannya dari pakaian Xura dan mereka melihat wajah pucat Zee yang tengah tertidur.


"Ini pertama kalinya aku melihat wajahnya yang tertidur" batin Xura sambil tersenyum tipis.


Xeno melirik kearah Xura, ia melihat wanita itu tengah tersenyum melihat kearah Zee.

__ADS_1


"Nona, saat kau pergi, aku bahkan yakin bahwa kau akan mengawasi kami. Tapi kenapa kau tidak muncul ketika kau sudah mengetahui semuanya?" tanya Xeno dengan nada pelan.


Tidak ada kemarahan di wajah Xeno, ia bahkan berbicara dengan sangat pelan dan lembut, tidak seperti max dan Al.


Xura terkejut ketika mendengar suara Xeno, Awalnya Xura berpikir bahwa Xeno akan memarahinya seperti Al dan Max, namun semua itu diluar dari ekspektasi Xura.


"Apa kau tau seperti apa rasanya menjadi boneka untuk seseorang?, aku bahkan sudah sangat lelah dengan permainan mereka, karena itu aku ingin menghilang dan menenangkan diri" jawab Xura yang melihat kearah Zee.


Xeno yang mendengar itu pun mulai mengangguk "Aku mengerti nona, tapi, kenapa kau tidak muncul selama setengah tahun ini?, dan kenapa baru sekarang kau mau bertemu dengannya?" tanya Xeno lagi.


Xeno tidak meninggikan suara ataupun marah pada Xura, karena selama setengah tahun menemani Zee, ia bahkan sangat mengetahui keinginan temannya itu, dan jika mereka mengusir Xura, maka entah apa lagi yang akan terjadi pada Zee.


"Aku ingin melihat ketulusannya padaku" jawab Xura dengan sedikit menunduk.


Xeno yang mendengar hal itu merasa sudah tidak terkejut lagi, ia yang mengetahui kisah detail percintaan Xura merasa kasihan padanya, Xeno juga tau bahwa yang di lakukan Xura pada Zee adalah semata-mata karena trauma masa lalunya pada pria.


Selama Xura menghilang, terkadang Xeno memikirkan karakter wanita itu, jika di pikirkan dengan hati yang baik maka terlihat jelas bahwa wanita di depannya ini tidak pernah memikirkan hal buruk untuk mereka semua.

__ADS_1


Ia tipe orang yang memikirkan orang lain, walau kata-kata yang keluar dari mulut wanita itu cukup pedas, tapi Xura adalah wanita yang benar-benar tepat untuk Zee.


"Dia wanita yang tangguh dan juga mandiri, selama kami bersamanya, dia tipe orang yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, karena ketika kami berada dalam masalah, dia justru datang dan membantu semua masalah kami sampai tuntas" batin Xeno sambil memejamkan matanya lalu membukanya kembali.


"Nona, apa ini sudah menjadi keputusan final mu?" tanya Xeno sambil menoleh kearah Xura.


Xura terkejut mendengar pertanyaan Xeno, ia bahkan langsung mengerti arah pembicaraan Xeno "Ya, ini sudah menjadi keputusan ku" jawab Xura sambil mendongakkan wajahnya dan melihat ke arah Xeno.


"Baiklah, kau bisa menjaganya disini, aku pergi" ucap Xeno sambil meninggalkan Xura yang tengah mematung.


Xura tidak menyangka Xeno begitu dewasa menanggapi dirinya, padahal dulu Xeno selalu menentangnya tapi sekarang, Xeno bahkan merima Xura dengan sangat baik.


"Terimakasih, terimakasih" ucap Xura pelan sambil menitikkan air matanya.


Ia sangat terharu, dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan ini, ternyata masih ada orang yang mengerti dirinya.


Xeno yang belum keluar dari ruangan malah mendengarkan suara kecil itu. "Nona, selama kau menghilang, aku mempelajari semua ya, dan pikiranku pun terbuka tentang mu, jadi kau tidak perlu berterimakasih padaku, karena seharusnya aku yang berterimakasih padamu. Terimakasih karena sudah mau membantu kami semua dan membantu menyingkirkan parasit di sisi Zee" jawab Xeno tanpa menoleh dan mulai keluar dari ruangan.

__ADS_1


Xura terus mengangguk dan menghapus air matanya, ia kini menatap Zee dan memegang tangannya.


Bersambung ...


__ADS_2