Another Person Life

Another Person Life
Pembicaraan


__ADS_3

Setelah rekaman itu habis, Quirin mencabut flashdisk itu, ia mengangkat tangan lalu melihat kalung yang ada di tangannya "aku harus bertanya pada ayah siapa pemilik lemari itu" gumam Quirin sambil memperhatikan kalung itu dengan seksama.


Quirin mulai beranjak dari duduknya, ia berjalan ke lemari dan menyimpan kalung itu ketempat semula, setelah itu ia keluar kamar untuk menemui sang ayah.


Quirin mencari kesana kemari namun tidak mendapati Grizo dimana pun "Kemana ayah pergi?, huh jika aku ingin menunjukkan hal yang penting selalu saja tidak menemukan ayah" batin Quirin kesal


Saat mengumpat kesal, Quirin yang ada di lantai atas melihat kebawah lalu mendapati Calis yang keluar rumah dengan mengendap-mengendap seperti pencuri "Mau kemana dia?, kenapa cara berjalannya seperti itu?, " gumam Quirin sambil menyelidik dan mengikuti secara perlahan dari belakang


Quirin turun tanpa membuat suara, dari kejauhan ia melihat Calis berdiri seperti memarahi seseorang, ia berjalan perlahan dan berdiri di balik dinding.


"Bagaimana mungkin kau tidak bisa mendapatkan barangnya?" tanya Calis dengan nada membentak pada orang itu


Quirin mengintip sedikit dibalik dinding, ia melihat Orang yang ada dihadapan Calis hanya menunduk tanpa menjawab pertanyaannya.


Quirin melihat Calis berbincang bersama seseorang "bukankah dia penjaga kebun yang sudah berhenti?, bagaimana dia bisa masuk lagi kedalam rumah ini?" gumam Quirin dengan heran


Ia tetap mendengarkan pembicaraan mereka dibalik dinding.


"Aku tidak mau tau, kau harus bisa mendapatkan obat itu, apa kau tidak mau anakmu menguasai harta kekayaan keluarga Alister?" tanya Calis pada orang itu

__ADS_1


"Aku mau!, baiklah aku akan berusaha mencari obat itu" ucap orang itu dan berlalu pergi


"Apa ini maksud yang ada didalam flashdisk itu?, di anak tukang kebun?, serta berusaha menjadi nona disini?, sungguh malang sekali nasib mu Quirin" batin Quirin tersenyum smirk sambil menggoyangkan kepalanya kekiri dan kekanan


"Hahah ... bukankah ini permainan yang menarik Calis?" gumam Quirin sambil tersenyum smirk


Quirin pergi meninggalkan keduanya, ia merasa mendapat tangkapan yang sangat besar, Quirin berjalan sambil berfikir "Aku harus memulainya dari mana?" gumam Quirin sambil memegangi dagunya


"Ahhh, apa aku harus memulainya dari flashdisk yang telah ku dapat lalu menayangkannya di tv saat mereka menonton acara atau ... aku harus membicarakan langsung pada ayah?, mana yang harus aku pilih?" gumam Quirin


"Ah ... sudah lah, aku sangat pusing memikirkannya" ucap Quirin sambil mengacak-ngacak rambutnya


Sekarang dirinya dihadapkan dengan banyaknya masalah, karena itu otaknya mulai tidak bekerja dan membuatnya terlihat sangat frustasi.


"Benar-benar hari yang melelahkan, bahkan aku melupakan untuk merekam pembicaraan Calis" ucap Quirin sambil menghembuskan nafas panjang


Quirin kembali ke kamarnya, ia baru teringat jika ada yang telah ia lewatkan "apa yang telah ku lewatkan?" gumam Quirin sambil berfikir


Quirin merasa seperti menggenggam sesuatu di tangannya, ia mengangkat tangannya lalu membuka telapak tangannya "jika ini rekaman di rumah, maka rumah ini mempunyai cctv" gumam Quirin

__ADS_1


Ia langsung berlari kecil mengambil laptop yng berada ditempat tidurnya lalu membuka kembali laptop itu.


Quirin memainkan jari-jari tangannya untuk mencari Cctv di rumah itu, ia menemukan beberapa cctv tersembunyi.


Bersambung...


Maaf gak bisa update setiap hari, author baru masuk kerja jadi sedikit sibuk, mohon para readers mengerti 😭🙏🙏


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment

__ADS_1


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2