
"Ha ... aku sudah benar-benar muak padamu, padahal aku sudah bersikap baik untuk membiarkan kalian sedikit bernapas dengan tenang, tapi ternyata kalian terus saja mengganggu ku tiada henti, kalau begitu aku tidak sungkan untuk memulai acara yang bagus ini"
Quirin mulai mengambil laptopnya dan jari-jari itu dengan lincah terus menari di atas keyboard.
Setelah beberapa menit, Quirin mematikan laptopnya lalu mulai menyalakan televisi, ia juga tidak lupa untuk menaikkan volume suara televisi agar seluruh keluarga itu mendengar berita yang akan di tampilkan oleh media.
Dalam hitungan menit, media mulai menyiarkan video Lura yang ada dibawah kukungan para pria. Bahkan disana terlihat jelas wajah wanita dan para pria itu.
Grizo yang membelakangi televisi, mengenali suara wanita itu, ia langsung menoleh kebelakang. jantungnya berdegup dengan sangat cepat bahkan kedua mata Grizo seakan ingin keluar dari tempatnya.
"Bagaimana ayah?, bukankah aku sangat baik sudah mengabulkan perkataanmu?" ucap Quirin dengan tersenyum smirk
"Ba-bagaimana bisa berita itu ada di media?" gumam Grizo yang masih melihat tayangan telivisi.
"Haha ... tentu saja bisa, bukankah ayah sudah melihatnya?, aku baru saja menyalakan laptop dan beberapa menit kemudian berita itu sudah tersebar, bukankah itu sangat aneh ayah?" ucap Quirin dengan tersenyum smirk.
Grizo yang melihat televisi masih terlihat binggung, ketika dirinya berpikir dengan sangat matang, akhirnya ia menemukan sesuatu di balik tersebarnya video itu "kau yang melakukan itu Quirin?, apa kau tau dampak apa yang di timbulkan jika video ini tersebar?!, saham perusahaan akan turun dan keluarga kita akan segera hancur!" teriak Grizo sambil menoleh kearah Quirin.
"Aku tidak perduli, lagipula dari hasil penyelidikan ku, seluruh aset milik keluarga Alister adalah milik ibu, bahkan ibu yang terus mendorongmu, jadi keluarga itu adalah keluargamu, bukan keluargaku. Aku mengingat jika ibuku telah lama meninggal dunia, bahkan didunia ini tidak ada yang bisa menggantikan peran ibu kandung ku dengan seenaknya" ucap Quirin sambil melipat satu tangan dan satunya lagi berdiri tegak untuk menopang dagu.
Grizo terkejut mendengar seluruh perkataan Quirin, padahal Arcy sudah lama meninggal dunia, tapi bagaimana bisa Quirin mengetahui bahwa seluruh harta milik keluarga Alister adalah milik Arcy sepenuhnya?, tapi yang lebih heran lagi adalah bagaimana bisa Quirin menyebarkan video itu dengan sangat mudah?.
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepala Grizo tapi otak yang sudah tua itu terlalu lambat untuk bisa mengutarakannya "kau baru saja menyebarkannya?, bagaimana bisa?, kenapa kau mengatakan itu pada mereka?, bukankah mereka sudah merawat mu dengan baik selama ini?, apakah ini balasan yang pantas mereka terima?" balas Grizo dengan mata melotot tajam.
"Bagaimana mungkin kau bisa mengetahui tentangku?, bukankah hatimu sudah dipenuhi oleh Lura dan selalu tertutup untuk ku?, jadi kau tentu tidak tau mengenai keahlian ku, aku bahkan bergelar heacker terbaik didunia, dan hal ini bukanlah apa-apa untukku, apa kau tau itu?, tentu saja tidak!, karena kau hanya perduli dengan anak kesayangan mu saja" ucap Quirin sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Quirin, Grizo bahkan semakin tidak bisa berkata-kata, keahlian anak sulungnya itu sangatlah langka, karena hacker terbaik didunia sangatlah dicari oleh orang-orang di penjuru dunia.
Tapi sekarang ia merasa benar-benar tidak berdaya, ia bahkan membenarkan perkataan Quirin, sampai sekarang Grizo bahkan tidak tau apapun mengenai anak sulungnya itu
Karena volume televisi yang sangat besar, Beymi dan Calis yang mendengar suara itu langsung berlari dan masuk kedalam dan langsung melihat layar televisi yang sedang menayangkan video Lura secara live.
"Apa ini?!" teriak Calis dengan mata melotot.
"Ah itu bibi ... sepertinya kau yang mengatakan pada ayah bahwa aku yang memberitahu tuan muda, jadi karena kalian telah berpikir seperti itu tentang ku, sekalian saja aku mengabulkan perkataan kalian dengan menyebarkan ke seluruh media agar bukan hanya tuan muda saja yang mengetahuinya. Bagaimana?, bukankah aku baik?, dan tentunya pertunjukan ini sangat menarik" ucap Quirin dengan tersenyum smirk.
Calis tiba-tiba saja terjatuh, kedua kakinya bahkan sudah tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya itu.
"Quirin, dia adikmu, kenapa kau begitu jahat padanya?" ucap Calis dengan nada rendah dan sambil menangis.
"Aku ini orang baik bagaimana bisa berubah menjadi jahat, aku hanya mengabulkan perkataan kalian saja, kenapa justru kalian yang begitu cemas?" tanya Quirin dengan menaikkan satu alisnya sambil menatap kearah Calis yang sudah terduduk tak berdaya
"Ah ... merawat ku dengan baik?, kau hanya seorang pelayan saja tapi sudah berani dengan lantang memarahi ku, lagipula aku sudah terlalu kesal mendengar kalian mengatakan adik, adik dan adik. Aku selalu saja mengalah padanya hanya karena dia sebagai adik, lalu bagaimana kalau misalnya Lura adalah seorang anak yang lahir dari hasil perselingkuhan?, apa dia masih bisa disebut adik ku?" tanya Quirin dengan santai sambil tersenyum smirk.
Calis yang terlihat lemah kini tubuhnya berubah menjadi menegang, terlihat jelas bahwa Calis sangat terkejut mendengar perkataan Quirin, bahkan tubuhnya sudah kaku seperti patung.
Grizo yang mendengar perkataan itu langsung melotot "kenapa kau berkata seperti itu?, apa maksud dari perkataanmu Quirin?"
"Tidak ada" ucap Quirin dengan santai sambil membuka kembali laptopnya dan membuka rekaman puluhan tahun yang lalu dan menayangkannya di televisi.
Disana terlihat Calis sedang duduk di sofa ruang tamu, disampingnya terdapat Wiliam yang sedang mengelus perut calis.
__ADS_1
Calis yang mengenali suaranya langsung menoleh ke layar tv, wajahnya bahkan lebih pucat dari sebelumnya.
Terdengar dengan jelas bahwa mereka akan membesarkan anak itu dengan memakai nama keluarga Alister.
Grizo yang ikut menoleh kearah layar merasa tidak percaya "i-ini?" gumam Grizo dengan mata yang sudah ingin keluar dari tempatnya.
"Haha ... didalam perutnya itu terdapat anak kesayanganmu, atau aku harus menyebutnya anak haram?, bagaimana menurutmu Lura?" ucap Quirin dengan suara nyaring. sambil tersenyum kearah pintu.
Tubuh Lura seakan ingin meledak, ia yang berada di depan pintu sekali lagi harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya bukanlah anak kandung dari Grizo.
Calis sedikit terkejut ketika melihat Lura sudah berada di depan pintu kamar, tadinya ia sengaja meninggalkan Lura diluar agar anaknya bisa menenangkan diri.
"Ti-tidak mu-ngkin, ke-napa kau bisa mendapat rekaman itu?" tanya Calis terbata-bata.
"Aduh, bisakah kau tidak bertanya sekali saja?, sekarang ini waktunya diam dan menonton dengan tenang" ucap Quirin dengan sangat santai.
Tiba-tiba di dalam video itu, keduanya tengah asik melakukan hubungan suami istri, karena saat itu tidak ada seorangpun dirumah, jadi mereka berdua melakukan aksi tidak senonoh itu dengan gairah yang membara.
"Haha ... bukankah itu sangat manis bibi?, ekspresi mu bahkan sama persis seperti Lura" ucap Quirin tertawa kecil.
Hati Grizo seakan ingin meledak, rasa panas menjalar keseluruh tubuh dan organ dalamnya, sudah bertahun-tahun terlewati, tapi dirinya bahkan baru mengetahui rahasia yang terselubung dalam keluarga ini.
Beymi yang melihat itu bahkan ikut terkejut, pasalnya Beymi hanya mengetahui bahwa Lura adalah anak dari Grizo.
"Apa kau senang aku membongkar rahasia ini ayah?, sudah seharusnya kau senang dan mengucapkan terimakasih padaku ayah" ucap Quirin sambil melipat dua kakinya dan menumpu kepalanya di atas lutut sambil tersenyum.
__ADS_1
Bersambung ...