
Xura yang termenung memikirkan sesuatu tiba-tiba bertanya dengan polos sambil memiringkan kepala "Ini tahun berapa?"
Dengan binggung sambil menahan tawa dan mencoba maklum, dokter menjawab "Tahun 2025"
Xura bernafas lega tidak menyangka jiwanya masuk di tahun yang sama dengan dirinya sendiri "Tapi bagaimana bisa jiwaku memasuki tubuh orang lain?" pikir Xura heran
Xura menggeleng menepis pikirannya "artinya aku bisa membalas dendam kita berdua" batin Xura sedikit bersemangat
Xura menunjukkan ekspresi senyum smirk, senyum yang penuh dendam dan kebencian.
Ekspresi yang di tunjukkan Xura tidak luput dari pandangan pria itu, hingga pria itu menatap curiga.
Dokter membuyarkan lamunan Xura "apa kau tidak apa-apa?" tanya sang dokter panik
"Ya, aku tidak apa-apa" ucap Xura yang merubah ekspresinya dengan dingin
"Siapa namamu?" tanya pria itu tanpa basa-basi, ia masih menatap xura dengan intens
" Vix..." ucap Xura yang hampir membuka identitas lamanya, lalu ia mengatur mulutnya Aan kembali berpikir
Pria itu menaikkan alisnya sambil menunggu Xura menjawab pertanyaannya
"Quirin Zeline" Xura kembali menjawab dingin sambil menatap keluar jendela
#disini kita sudah memanggilnya sebagai Quirin.
Semenjak di usir oleh ayah kandungnya dari rumah, Quirin enggan menyebutkan nama keluarganya. Alasannya, tentu saja karena dia membenci keluarga itu hingga ia rela membuang nama keluarganya.
Dokter itu langsung mengenalkan dirinya setelah mengetahui nama quirin
"Aku Alvey Kavindra direktur rumah sakit ini, kau bisa memanggilku dokter Al dan ini temanku Zephyr Faresta kau bisa memanggilnya Zee" ucap Alvey memperkenalkan dirinya dan juga temannya
Dokter Al dan Zee sudah bersahabat sedari kecil hingga dewasa. Mereka terlihat acuh tak acuh tetapi saling menyayangi satu sama lain.
__ADS_1
Al tidak menyebutkan nama panjang Zee karena bisa membuat Zee dalam bahaya.
Alvey Kavindra adalah seorang dokter jenius yang terkenal di daratan eropa dan telah menangani berbagai kasus pasien, ia memiliki watak yang tegas serta terlalu percaya diri akan ketampanannya, jahil namun baik hati dan pastinya suka menolong.
Sedangkan sahabatnya yang bernama lengkap Zephyr Faresta Ophelia itu adalah pria terkaya di dunia yang memiliki banyak cabang perusahaan, selalu menjadi incaran para wanita yang menginginkan harta kekayaannya, tidak terkecuali adik tiri Quirin yang bernama Cassia Aileen Xavier
Quirin yang masih melihat keluar jendela tidak mendengar, ia melirik sekilas sambil menjawab pendek "Oh"
Quirin menatap kembali keluar jendela sambil memikirkan bagaimana cara agar ia dapat membalaskan dendamnya dan dendam Quirin asli.
Dokter Al lagi-lagi dibuat terkejut, baru kali ini ketampanan Zee tidak mampu mengalihkan pandangan Quirin dari jendela, biasanya dia melihat gadis-gadis menempel atau menatap dengan tatapan memuja pada Zee.
Dokter Al tersenyum smirk sambil berbisik dengan menggoda Zee "hey kawan, kelihatannya ketampanan mu tidak mampu mengalihkan pandangannya dari jendela itu, atau mungkin karena jendela itu lebih kinclong dari wajahmu?"
#Flashback On
"Drrrt, drrrt"
Bunyi ponsel Al yang diatasnya tertera nama Zee, Al dengan cepat mengangkat ponselnya
"Apa?!, Ayolah kawan, waktuku tidak sesantai itu" ucap Al terkejut sambil memegang dahinya
"Apa kau pikir aku bercanda?" sahut Zee dengan nada dingin
"Baiklah, sifat mu ini tidak berubah setelah bertahun-tahun, aku yakin kau tak mendapatkan pacar sampai sekarang, haha" ujarnya jahil
"Dalam waktu 13 jam aku harus melihatmu di inggris!" ucap Zee dengan datar
"ttuutt, ttuutt, ttuutt"
Seketika sambungan telepon terputus, membuat Al dilanda kecemasan "apa dia serius? aku bahkan belum memberikan jawaban, sial!" gumam Al, ia dengan cepat berlari kesana-kemari untuk menyiapkan keperluannya
Al yang saat itu tinggal di singapura dengan kesal mau tidak mau meninggalkan negaranya dan pulang dengan cepat melalui jet pribadi.
__ADS_1
Setelah sampai Al sangat terkejut saat melihat pria itu memanggilnya demi seorang gadis, itu sangat langka menurut Al.
#Flasback Off
Al yang ingin mengerjai Zee menoleh kearah zee yang wajahnya sangat masam.
Al tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Zee
"Baru kali ini ada gadis yang bisa membuat wajah Zee sangat masam seperti ini, benar-benar gadis yang langka, ini pembalasan untukmu Zee" batin Al tersenyum jahil
Zee yang di tertawai oleh Al menatap dengan tajam, Al melihat Zee menatapnya dengan tajam, langsung terdiam.
"Glug" ia menelan saliva dan langsung menoleh ke arah lain
Mendengar Al tertawa Quirin tetap terdiam dan masih menatap keluar jendela seakan tidak perduli dengan pria-pria itu.
Begitulah Xura. tidak perduli dengan keadaan sekitar apalagi kepada orang yang tidak di kenal akan terlihat cuek dan dingin.
Zee merubah ekspresinya dengan datar dan bertanya "Apa alasan kau melompat?"
Suara yang membuyarkan lamunan Quirin hanya menjawab malas "Hanya ingin saja"
"Bagaimana mungkin aku memberitahunya?" batin Quirin binggung
Al terperanjat kaget setelah mendengar jawaban Quirin dan membelalakkan mata sambil bertanya-tanya "Apa mungkin seseorang ingin mati seperti itu? hanya ingin saja? bukankah itu keterlaluan? apa dia tidak memikirkan keluarganya?" batin Al, ia sedikit sangat heran
"Hanya ingin?" Zee mengernyitkan dahinya sambil menatap Quirin
"Ya, hanya ingin, apa kau tuli?" Ucap Quirin datar
"Baiklah, karena kau menjawab begitu artinya kau bisa mengganti apa yang sudah aku keluarkan untukmu" ucap Zee dingin menatap tajam Quirin
"Ha...??" Quirin dengan sangat terkejut
__ADS_1
Bersambung...