
"Kau tidak ingin menceritakan apa yang telah terjadi padamu?, baiklah, jangan memaksakan diri kalau memang tidak ingin memberitahu siapapun" ucap Alpha pada Xura yang sedari tadi menatapnya, Alpha kemudian berdiri dari duduknya, ia bermaksud keluar dari ruangan
"Tunggu" ucap Xura mencengkram dengan pelan lengan baju Alpha
"Aku tidak bisa menceritakan secara detail, tapi singkatnya, adik tiriku merebut pacarku, dan ingin menguasai harta kekayaan papa dan perusahaan Xavier Corp, dia juga yang membunuh papaku" jawab Xura dengan raut wajah sedih, ia masih memegangi lengan baju Alpha, lalu Alpha kembali ke tempat duduknya
"Pantas saja... Jadi, saat aku menemukanmu di pinggir jurang dengan kondisi yang sangat mengenaskan, itu juga merupakan ulahnya? " tanya Alpha sambil menghela nafas panjang sambil melihat lengan baju yang masih di pegang oleh Xura
Xura hanya mengangguk pelan dan saat ia menyadari tangannya masih memegang lengan baju Alpha, ia pun bergegas melepaskan pegangannya
#Flasback on
Sore itu, Alpha sedang mengendarai motornya dengan pelan, tujuannya untuk membebaskan diri dari semua beban pekerjaannya, ia mengelilingi tempat favoritnya itu sambil tersenyum seakan menikmati udara segar di sekitar perbukitan, cara itu selalu dilakukannya ketika ia merasa harus menenangkan diri
Tempat yang tampak hijau berhiaskan pepohonan rindang itu memang sangat sepi, yang terdengar hanya suara motornya dan berbagai kicauan burung yang sahut menyahut
Setelah 20 menit berlalu, Alpha berhenti dan turun dari motornya, tempat tersebut begitu tenang hingga membuat Alpha sesekali rela duduk di sana untuk melihat terbenamnya matahari, ia pun duduk di rerumputan dengan bersandar di sebuah pohon
Namun, ketenangan itu tak bertahan lama, angin yang terasa sepoi-sepoi di sore itu membawa aroma tidak sedap, seperti aroma darah
Alpha langsung bangkit dari duduknya dan mencari asal aroma darah, ia berusaha tetap tenang dan sedikit waswas
Alpha berjalan perlahan untuk mencari arah aroma darah itu, ia melihat kekanan, kekiri dan kebelakang, namun tidak menemukan siapapun, ia kemudian melihat kedepan, di hadapannya hanya ada jurang, saat ia mencoba menghirup sedikit udara, aroma darah itu semakin menyengat
Alpha pun menyadari bahwa aroma darah itu datang dari bawah jurang yang tidak terlalu dalam, ia mulai penasaran dan menelepon orang-orangnya untuk meminta bantuan
Tidak butuh waktu lama, orang-orang yang di telepon oleh Alpha datang, lalu tiga orang turun kebawah jurang untuk mencari asal aroma darah yang sangat menyengat itu, sedangkan dua lainnya menunggu di atas bersama Alpha
Sesampainya di bawah, mereka terkejut ketika menemukan seorang wanita yang sekujur tubuhnya penuh dengan luka sayatan, hingga wajahnya tidak dapat di kenali lagi, darah yang keluar dari tubuhnya sebagian kecil sudah mengering, mereka pun bergegas mengangkat tubuh wanita itu keatas tebing, baju yang mereka kenakan juga ikut terkena noda darah
Satu orang mulai naik, saat orang itu muncul ke atas, Alpha terkejut ketika melihat sarung tangan dan baju yang dipakai orang tersebut penuh dengan darah, namun orang itu justru bergegas melepaskan tali yang terikat di pinggangnya, ia menarik tali yang lain dan menjatuhkan tali yang baru ia lepas, agar orang ke dua dan ke tiga bisa segera naik
Saat orang ke dua dan ke tiga naik, Alpha sangat terkejut, karena melihat mereka membopong kantung jenazah dengan darah yang masih menetes, lalu meletakkannya di rerumputan,
__ADS_1
"Siapa?, pria?, wanita?, astaga darahnya, cepat buka kantung jenazahnya!" perintah Alpha panik
"Wanita, tuan" ucap orang ke dua sambil melihat kearah Alpha
"Sebaiknya jangan dibuka tuan, bisa membuat selera makan hilang" ucap orang pertama mencoba menghentikan Alpha
"Yang benar saja, apa dia masih bernafas?" tanya Alpha sambil menatap ketiga orang itu
"....." orang-orang itu hanya terdiam
"Buka sekarang juga!" perintah Alpha sedikit berteriak
Mereka pun menuruti perintah Alpha, namun lagi-lagi Alpha terkejut untuk yang ke tiga kalinya saat melihat kondisi wanita itu, walaupun masih syok, tanpa pikir panjang ia mendekati tubuh wanita itu
"Cepat panggilkan dokter Elard!, tapi jangan membawa mobil ambulance" teriak Alpha dengan memerintah, ia panik lalu memangku tubuh wanita itu
Orang yang sedari tadi bersama Alpha, segera menelepon dokter Elard dan menyampaikan pesan dari tuan muda mereka
"Elard, apa dia masih hidup?, aku bertanya pada mereka, tapi mereka tidak memberikan jawaban" gumam Alpha yang sudah panik
"Kenapa bisa begini?" ucap dokter Elard berjongkok di depan Alpha dan mengecek pernafasan wanita itu, namun tidak merasa ada hembusan nafasnya
"Mana aku tau Elard, nanti saja ceritanya, sekarang bawa dia ke rumah sakit!" perintah Alpha dengan sedikit meneriaki dokter Elard
"Tapi dia sudah tidak bernafas lagi" ucap dokter Elard dengan wajah serius dengan melihat kearah Alpha, ia tidak tersinggung jika Alpha meneriakinya, karena itu yang pantas ia dapatkan
"Aku tidak mau tau, bagaimanapun juga, kita harus mengeceknya di rumah sakit" teriak Alpha marah, di depan dokter Elard dengan wajah yang sudah merah padam
Dokter Elard terdiam ketika melihat ekspresi Alpha yang sudah lama tidak dilihatnya "Kalian mengapa berdiam di sana, segera angkat dia!" perintah dokter Elard dengan suara tinggi saat melihat bawahannya hanya tercengang terkejut melihat kondisi wanita di depannya
"Sudah lama aku tidak melihat ekspresimu yang seperti ini" batin dokter Elard sambil melihat Alpha yang sangat panik dan mencoba membersihkan darah yang berada di wajah wanita itu, namun karen luka-luka itu menganga lebar, Alpha pun berhenti membersihkan darahnya
"Sangat malang" batin mereka semua lalu mengangkat tubuh gadis itu
__ADS_1
"Bersihkan semua ini!, jangan sampai ada tersisa sedikit pun!, termasuk aroma darahnya, aku percayakan pada kalian!" perintah Alpha pada bawahannya dengan nada yang sangat sinis, lalu membantu mengangkat wanita itu
Dengan perjalanan yang panjang, Alpha merasa kasihan ketika melihat wanita di depannya "Apa yang kau lalui hingga bisa membuat mu begini" batin Alpha menampilkan raut wajah sedih
Alpha mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang di seberang
"Drrtt drtttt" bunyi ponsel seseorang di seberang
"Hem?, tumben dia menelponku" gumam seseorang itu sambil menaikkan alisnya
"Hal..." belum selesai ia mengucapkan 1 kata, Alpha dengan cepat memotong
"Tolong segera cari tau tentang kecelakaan di bukit!" ucap Alpha lalu mematikan ponselnya
"Apaa-apaan dia, apa hanya itu?, aku bahkan belum selesai menyapa, dasar... " ucap seseorang itu kesal
Bersambung....
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1