Another Person Life

Another Person Life
Hukuman Yang di Dapat Beymi


__ADS_3

"Aku sungguh lelah memikirkan semua masalah ini" Grizo menjatuhkan kepalanya di atas bantal


Sedangkan Calis sangat memikirkan perkataan Quirin "bagaimana ini bisa terjadi?, tidak!, aku tidak akan membiarkan seluruh harta keluarga ini jatuh ke tangan wanita tidak tau diri itu!" gumam Calis sambil berpikir


Calis berjalan dengan tergesa-gesa, ia langsung pergi ke kamar Lura, dan Calis membanting pintu itu dengan sangat kuat.


Lura yang berada didalam tetap menutup telinganya dan tidak memperdulikan Calis "kenapa kau lakukan ini pada ibu!, aku membesarkanmu bukan untuk menjadi wanita ja-lang!, karena ulah mu itu seluruh rencana ku hancur berantakan!" teriak Calis dengan keras


Lura menatap Calis dengan tajam "kenapa kau terus menyalahkanku ibu!, aku yakin, aku telah dijebak oleh seseorang!, kenapa ibu masih tidak percaya padaku?!" balas Lura dengan berteriak.


Calis yang mendapat teriakan itu seketika mematung. dalam hidupnya ia tidak pernah melihat kondisi Lura serapuh ini. Anak yang selalu ia manjakan kini tengah menangis tiada henti.


Setelah puas berteriak Lura merasa susah bernafas, ia menghirup udara dengan dada naik dan turun, tatapan tajam itu kian memudar Lura menggenggam satu tangannya lalu memukul dadanya terus menerus "kenapa?, kenapa tidak ada yang percaya padaku!" ucap Lura melemah sambil menangis.


Calis seakan ingin menumpahkan air matanya tapi ia mencoba berusaha untuk tidak meneteskan air matanya, ia juga seolah merasakan sakit yang dirasakan oleh Lura seakan berpindah padanya "ceritakan apa yang sebenarnya terjadi padamu" ucap Calis sambil mendekati Lura.


Awalnya Lura menolak untuk menceritakannya, tapi karena Calis terus memaksa akhirnya Lura memilih untuk memberitahu pada Calis.


Lura mulai menceritakan kejadian yang telah menimpanya secara rinci, Calis yang mendengar itu merasa tidak terima, apalagi Lura adalah anak semata wayangnya.


Calis mengepalkan kedua tangannya, ia tidak sanggup mendengar cerita Lura, anak yang sudah dia berikan kasih sayang berlimpah kini harus menelan pahitnya kenyataan "aku harus menemuinya!" Calis berdiri dan bergumam keras.


Lura yang melihat reaksi sang ibu langsung melotot tidak percaya dan langsung menghentikan pergerakan Calis "tidak bisa ibu, keluarganya adalah orang berpengaruh, tidak keluarga dengan keluarga kita" ucap Lura sambil menggelengkan kepalanya terus menerus.


Calis yang mendengar itu merasa kesal kepada anak perempuannya "keluarga kita termasuk orang terkaya di Eropa, lalu dengan kekayaan keluarga Alister apa kau pikir keluarga kita masih tidak sebanding dengannya?" ucap Calis marah


Lura merasa sia-sia menceritakannya pada sang ibu, ia semakin takut jika sang ibu justru bertindak tanpa berpikir panjang "tolong dengarkan perkataanku ibu, keluarga kita benar-benar tidak sebanding dengannya, dan tolong jangan mengatakan apapun lagi!" ucap Lura sambil menangis dan menundukkan kepalanya.


"Siapa nama pemuda itu?" tanya Calis dengan pelan

__ADS_1


Lura hanya menggeleng lalu menenggelamkan wajahnya di antar kedua lututnya.


Calis menarik nafas dalam-dalam "dasar anak bodoh, aku ingin segera menyelesaikan masalahmu, jika kau tidak memberitahuku, lantas bagaimana kau bisa mendapat keadilan?" ucap Calis lalu menjatuhkan bokongnya di atas tempat tidur Lura.


Lura mengangkat wajahnya dan menatap sang ibu "bisakah ibu berjanji untuk tidak melakukan apapun?, aku mengatakan ini demi kebaikan keluarga kita" ucap Lura dengan air mata yang terus menerus mengalir.


"Lebih baik aku menyetujuinya, aku bisa membuat Lura mengatakannya di lain waktu" batin Calis


Calis mengangguk dan langsung berjalan keluar ruangan Lura, ia membiarkan Lura sendiri agar bisa menemukan hati dan pikirannya.


Setelah berada diluar, Calis yang masih berdiri kini langsung terduduk di lantai. Hatinya begitu sakit melihat anak yang selalu di jaga sepenuh hati kini harus menerima nasib buruk, bahkan nasib yang menimpanya lebih buruk daripada kematian.


"Kenapa hal ini bisa terjadi pada Lura?, dulu aku meminta pada Wiliam untuk melakukannya pada Quirin, tapi kenapa justru berbalik dan terjadi pada anakku sendiri" gumam Calis sambil menangis.


Air mata yang sudah tertahan sejak tadi kini sudah tak terbendung lagi, selama Calis berbicara dengan Lura didalam kamar, ia terus menahan air matanya agar tidak membuat Lura khawatir, kini air mata itu telah mengalir dengan sangat deras.


"Apa yang harus aku lakukan?, semua impian ku sudah hancur" gumam calis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Quirin melangkah dengan sangat anggun dan berdiri di depan Calis "bukankah kau yang menyewa beberapa orang untuk melecehkan ku?, dan seperti yang kau lihat aku baik-baik saja, tapi sangat berbeda dengan kondisi Lura saat ini" ucap Quirin lalu melewati Calis begitu saja.


Calis yang mendengar itu mengepalkan kedua tangannya, tersirat dari sorot matanya ia tengah berencana untuk membalasnya pada Quirin.


Quirin tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya "ah ... aku lupa memberitahumu bibi, pelayanmu masih berada di halaman belakang, melihat kondisinya yang tidak baik aku yakin dia sudah tidak bisa berdiri lagi" ucap Quirin sambil melanjutkan langkah nya dan mulai memasuki kamar.


Calis tersentak kaget dan langsung berlari kebawah, sampai di depan pintu belakanh tubuh Calis terpaku disertai dengan mulut yang menganga lebar.


Calis melihat tubuh Beymi tergeletak di rerumputan, rumput yang awalnya berwarna hijau kini berubah menjadi berwarna merah. Juga baju yang dikenakan oleh Beymi bahkan sudah tidak utuh lagi.


Luka yang di dapat Beymi sukses membuat Calis tidak bisa berkata apa-apa "be-beymi" ucap Calis sambil berjalan mendekati Beymi.

__ADS_1


Beymi yang mendengar suara Calis mencoba membuka matanya secara perlahan "nyo-nyonya mu-da, kalian harus keluar dari rumah ini" ucap Beymi terbata-bata.


Calis yang tidak mengerti perkataan Beymi hanya bisa mengerutkan alisnya "apa yang kau katakan?" tanya Calis sambil membantu Beymi.


"Nyonya, kali ini dengarkan perkataanku, kalian akan berada dalam bahaya jika masih berada dirumah ini"


"Tidak Beymi, apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan rumah ini" bantah Calis, ia tidak ingin harta yang sudah diincar cukup lama kini harus tinggalkan begitu saja.


"Ta-tapi nyonya ... " perkataan Beymi langsung terpotong oleh perkataan Calis


"Sebaiknya kita mengobati lukamu dulu, lalu kau bisa menceritakan apa yang telah terjadi" ucap Calis sambil membantu Beymi berdiri.


Setelah keduanya sampai di kamar Beymi, Calis membantu membuka baju Beymi, ia melihat banyak luka sayatan yang terbuka di tubuh Beymi.


"Apa yang telah dia lakukan padamu?, bagaimana kau bisa mendapat luka seperti ini?" ucap Calis karena dirinya cukup merinding melihat luka yang di dapat oleh Beymi.


Beymi menunduk "dia menghukumku dengan mengayunkan kayu ke tubuhku nyonya muda"


"A-apa?!" Calis terkejut mendengar ucapan Beymi, pasalnya orang yang dipukul dengan kayu maka luka itu tidak akan terbuka dengan lebar.


"Jika dia memukulmu dengan kayu aku yakin luka itu tidak akan seperti ini, Beymi katakan dengan jujur padaku, apa yang sudah dia lakukan padamu?" ucap Calis dengan serius


"Aku mengatakan dengan jujur nyonya" ucap Beymi sambil menunduk


"Lalu kenapa kau menyuruhku untuk keluar dari rumah ini?" tanya Calis penasaran


"Aku hanya merasa sesuatu yang besar akan menimpa keluarga ini lagi nyonya" ucap Beymi memberi alasan.


"Aku percaya tidak akan ada lagi masalah yang menimpa keluarga ini. Lagipula kejadian ini terjadi karena kelalaian mu" ucap Calis sambil mengambil kotak obat.

__ADS_1


"Kau tidak tau apapun nyonya, wanita itu sangatlah menakutkan, dia bisa menyimpan wajah keduanya dengan sangat baik. Aku tidak bisa membuka kedoknya padamu nyonya karena dia sudah menyerang kelemahanku. Aku tidak tau harus melakukan apa untuk mencegahnya menghabisi kita" batin Beymi


Bersambung ...


__ADS_2