Another Person Life

Another Person Life
Memburu Sampai Mati


__ADS_3

Lalu Quirin melihat ke arah Zee, mereka pun saling berpandangan.


Xeno juga melihat kearah Zee, dan ternyata Zee mengangguk yang artinya dirinya memberi izin.


"Dengan syarat, kita harus pergi bersama" ucap Zee pada Quirin.


Seketika saja, senyum Quirin terbit di bibir cantik itu, "aku terburu-buru, kita harus pergi sekarang" ucap Quirin yang berlari keluar mansion dan diikuti oleh Zee dan Xeno.


Di dalam mobil tampak sangat hening, mereka semua tenggelam dalam pikiran masing-masing "Fredneus hospital, dan tolong percepat laju mobilnya." ucap Quirin pada Xeno.


Xeno yang mengerti langsung mengangguk, ia langsung menekan pedal gas mobil dan membantah dengan kecepatan penuh.


Quirin dan Zee memegang pegangan, mereka tidak ada yang protes pada Xeno, justru Quirin semakin bersemangat dan tidak sabar untuk bertemu Alpha.


Setelah sampai di rumah sakit, Quirin keluar dari mobil dan langsung berlari masuk kedalam rumah sakit.


"Dia sungguh tidak sabaran" ucap Xeno pada Zee.


Zee diam dan ikut berlari masuk kedalam, ia semakin penasaran, kenapa Quirin begitu bersemangat untuk bertemu dengan temannya itu, apa temannya itu pria?, itulah yang ada di pikiran Zee.


Ketiganya sampai di recepsionis "permisi, apa di sini ada pasien bernama Xura?" tanya Quirin pada orang yang ada di depannya.


Recepsionis itu langsung mencari nama yang di sebut Quirin, receptionis itu tampak terkejut, bagaimana tidak?, orang yang mereka cari bukan lah orang sembarangan.


Resepsionis itu melihat Quirin dari ujung rambut sampai pinggang, ia melihat semua pakaian yang di kenakan Quirin layaknya orang dengan kasta tinggi, belum lagi kedua pria yang datang bersamanya.


Pakaian yang di kenakan Xeno dan Zee jauh terlihat lebih mahal lagi.

__ADS_1


Tanpa ragu-ragu, ia pun memberikan informasi itu pada ketiganya. "Ada nona, pasien itu berada di lantai atas nomor 1" ucap recepsionis itu sambil tersenyum.


"Terimakasih" ucap Quirin dan kembali berlari.


"Dia menempatkan wanita itu di lantai atas?, beruntung sekali dia mendapatkan pria perhatian seperti itu" batin Quirin yang sedang menaiki lift.


Quirin bahkan lupa, jika dirinya juga mendapat orang yang lebih perhatian, perbedaan mereka adalah Zee menunjukkan wajah datar, dan Alpha bisa menunjukkan wajah yang tersenyum.


Bahkan saat di telepon tadi, Quirin bisa mendengar Alpha tengah menghawatirkan Xura. Ia bahkan terdengar kesal ketika Quirin mengatakan hal yang tidak-tidak mengenai Xura.


Setelah sampai di lantai atas, Quirin keluar dari lift dan mulai melangkah keluar, kedua pria itu terus mengikuti nya tanpa tau siapa yang di temui.


Tapi dalam pikiran Zee, nama Xura adalah seorang wanita, karena itulah ia terlihat santai.


Ketika mereka sampai di depan ruangan itu, ada dua penjaga yang menghentikan mereka. "Nona, dan tuan-tuan, ini bukan tempat yng bisa sembarang orang masuk" ucap penjaga itu dengan ramah, siapa lagi kalau bukan Theo.


"Aku mengenal tuan Alpha dan nona Xura, bisakah kalian membiarkan kami masuk?" tanya Quirin dengan sopan juga.


"Tidak!, begini saja, aku akan menunjukkan nomer alpha, apakah kau bisa percaya dengan bukti itu?" tanya Quirin lagi.


Theo langsung mengangguk dan menyetujuinya, karena nomor pribadi Alpha hanya orang-orang terdekat saja yang tau.


Quirin mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan nomor ponsel Alpha tepat di depan wajah Theo.


Wajah Zee tampak cemberut ketika mendengar nama Alpha, bahkan nomor pria itu kini berada di ponsel baru Quirin.


Theo juga melihat dengan seksama, ia pun melihat ketiga orang itu, bagi Theo mereka tidak tampak mencurigakan sama sekali. "Silahkan masuk nona" ujar Theo sambil menyampingkan dirinya agar ketiga orang itu bisa masuk kedalam.

__ADS_1


Quirin membuka pintu dan disana terdapat Alpha yang duduk di samping Xura yang tengah memejamkan matanya.


"Ceritakan padaku apa yang telah terjadi padanya?" tanya Quirin secara tiba-tiba.


Alpha yang berada di dalam tersentak kaget, matanya bahkan melotot dengan sempurna, karena ia tidak menyangka bahwa Quirin berada di depannya.


"No-na, bagaimana nona ada disini?." tanya Alpha yang spontan berdiri dari kursinya.


"Saat aku menghubungimu, aku sudah berada di sini" ucap Quirin yang berjalan mendekat ke arah Alpha.


Quirin melihat wajah Xura tampak pucat, tubuhnya dengan wajah yang berbeda kini terbaring lemah di atas tempat tidur.


"Nona, semua ini salah Cassi, dia berulang kali ingin mencelakai Xura, tapi Xura selalu bisa lolos karena ad aku di sampingnya. Saat aku tidak bersamanya, adikmu melancarkan aksi yang sangat mengerikan hingga membuat Xura menjadi seperti ini" jelas Alpha sambil menatap Xura dengan tatapan sedih.


Quirin yang mendengar cerita itu merasa ada yang janggal, "Sebentar, bukan kah saat ini wajah ku telah berubah?, bahkan sifat ku juga sudah berubah, jadi bagaimana bisa dia mengejar kalian?, apa dia mengetahui identitas Xura?" tanya Quirin dengan binggung.


"Adikmu tidak mengetahui apapun nona, tapi aku merasa dia sangat iri dengan pakaian yang di kenakan oleh Xura." jelas Alpha lagi.


Quirin yang mendengar itu pun merasa sangat pusing, ia bahkan tidak bisa mencerna perkataan Alpha "Bisakah kau tidak membuatku pusing?, tolong jelaskan secara rinci, aku benci dengan orang yang bertele-tele sepertimu" ucap Quirin dengan sedikit berteriak.


Quirin mengontrol suaranya, tapi Alpha sangat tau bahwa wanita itu sedang meninggikan suaranya.


Alpha yang mendengar itu pun langsung menatap kearah Quirin. Rasa takut nya pada Quirin tidak adalagi dan yang sekarang memenuhi otak nya hanya lah nama Xura.


"Singkatnya, Xura tidak sengaja bertemu dengan Kai dan Cassi, lalu dia memberanikan diri untuk memakai nama Xura dan berpura-pura menjadi sahabatmu, kami pun menggelar acara pesta ulang tahun mu dan mengundang Cassi serta Kai. Cassi melihat Xura memakai barang-barang mahal yang kau kenakan dulu, dia sangat iri pada Xura dan mencoba membunuhnya beberapa kali" jelas Alpha sambil menutup wajahnya dengan satu tangan.


"Sialan!, sebenarnya apa yang ada di dalam isi kepala kalian?, bagaimana bisa kalian memakai nama Xura dan pakaian yang aku kenakan?. Bukankah kau sangat tau berapa harga semua pakaian itu?, bahkan aku juga jarang sekali memakainya" ucap Quirin sambil menatap Alpha.

__ADS_1


Quirin pun menghela nafas kasar"Dia pasti iri karena dia pernah meminta pakaian itu padaku, tapi aku tidak pernah memberikannya, dan yang memakai semua itu justru sahabatku. Dia sangat membenci ku, jadi dia pasti akan memburu Xura sampai orang itu mati." Quirin menjelaskan itu dengan tangan terkepal.


Bersambung ...


__ADS_2