
Pelayan Beymi membaringkan tubuh Lura "nona, minumlah dulu" pelayan Beymi mengambil air yang ada di atas meja lalu menyerahkannya pada Lura
Lura tetap bergumam hal yang sama, ia seperti tidak mendengarkan ucapan pelayan Beymi.
Beymi yang merasa binggung langsung meletakkan gelas itu lalu berdiri "nona tunggulah disini, saya akan memanggil nyonya muda" setelah mengatakan itu, Beymi berbalik dan ingin melangkah pergi.
Tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya "tolong jangan katakan apapun pada ibu" Lura berbicara dengan Isak tangis.
Ketika Lura mendengar pelayan Beymi ingin memanggil ibunya, ia langsung tersadar begitu saja dan menjangkau tangan Beymi.
Beymi bisa merasakan tangan yang menghentikannya masih gemetar, Beymi merasa ada yang disembunyikan oleh nona mudanya itu, tapi, ia sungguh tidak mengerti apa yang sudah di ucapkan oleh Lura.
Beymi berbalik dan melihat kearah Lura "nona, jika saya tidak memberitahukan kondisi nona, maka saya yang akan dimarahi oleh nyonya muda" Beymi mengatakan dengan perlahan agar Lura bisa tenang dan mengerti, tapi, semua itu jauh dari perkiraan Beymi, justru Lura semakin menangis dengan kencang.
Hiks Hiks
"Beymi tolong rahasiakan ini dari ibu" Lura menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Beymi yang merasa kasihan menghela nafas pelan "baiklah nona, saya janji tidak mengatakan semua ini pada nyonya muda, jadi nona tidak perlu menangis lagi, lebih baik sekarang nona istirahat saja" Beymi mengatakan dengan lembut agar Lura mengentikan tangisannya.
Isak tangis itu perlahan-lahan mulai tak terdengar lagi, Beymi oun keluar dari kamar Lura dan menutup pintu kamar itu secara perlahan.
Sedangkan didalam kamar Quirin, ia tengah tersenyum lebar "kali ini aku akan mengukir tulisan indah itu di setiap tangan kalian" Quirin mengatakan sambil mengingat kembali hasil karya seni yang menurutnya sangat mengagumkan.
#Flashback on
__ADS_1
Sebelum keluar dari gudang, Quirin memiliki ide untuk mengukir kata-kata indah ditangan Jean "selesai, karyaku sungguh mengesankan, selanjutnya mereka pasti akan selalu menjadi waspada dan kedepannya akan menjadi permainan yang sangat menyenangkan" Quirin bergumam sambil menyunggingkan senyum devilnya.
Setelah selesai mengukir, Quirin menoleh pada alat-alat yang baru saja ia gunakan "aku tidak memakai apapun jadi sudah pasti sidik jariku menempel pada alat-alat itu" gumam Quirin sambil berpikir untuk menghilangkan sidik jarinya.
Saat mencoba merogoh saku, ia mendapatkan satu cairan, yaitu racun yang telah di kumpulkan nya untuk berjaga-jaga, tapi kali ini ia harus memakainya untuk menghilangkan sidik jari yang ada di peralatan itu.
Quirin menuangkan satu tetes racun pada alat-alat yang telah di gunakan, pada saat itu juga Quirin mengoles secara merata dengan menggunakan bajunya "semoga ini bekerja" gumam Quirin
#Flashback off
Quirin mengeluarkan ponselnya lalu melihat sebuah pesan dari Zee "hadiah untukmu" tulisan itu tertera dengan sangat jelas, Quirin yang sangat penasaran langsung membuka isi pesan itu, setelah membukanya Quirin menganga Lebar.
Ternyata itu adalah sebuah video yang bisa membuat orang mesum akan merasa sangat bahagia.
"Sialan, beraninya kau mengirim video horor seperti ini padaku!" kesal Quirin
"Aku merasa video itu akan cukup berguna untukmu, jadi pikirkanlah baik-baik"
Quirin berfikir cukup lama "baiklah, aku hanya ingin mengatakan itu saja" nada bicara Quirin mulai merendah, ia mengatakan itu sambil tersenyum lalu mematikan sambungan ponselnya.
"Benar, aku harus memanfaatkan video yang diberikan oleh Zee, pantas saja setelah aku mengatakan itu tubuhnya gemetar hebat, aku mengira jika dia bermain dengan satu pria saja, ternyata dugaanku salah, justru dia bermain dengan banyak pria, dasar wanita serakah" ucap Quirin tertawa kecil
***
Zee sedang duduk di kursi kebesarannya, sedangkan Xeno duduk tepat didepan Zee, mereka hanya dipisahkan oleh sebuah meja.
__ADS_1
Keduanya tampak memperlihatkan wajah serius, Xeno menghela nafas pelan "Zee, tampaknya aku harus mengutarakan pendapatku ..." Xeno menjeda perkataannya dan mulai mengambil nafas pelan untuk yang kedua kalinya.
Xeno menatap Zee dengan tatapan serius "apa kau tetap yakin ingin menjadikan wanita ini sebagai pendamping hidup? ... awalnya aku setuju dia menjadi nyonya Ophelia, tapi, ketika melihat penyiksaan yang telah dilakukannya itu, membuatku ragu untuk memasukkannya kedalam keluarga Ophelia. Aku takut dia berbalik menyerang dan melenyapkan keluarga kita, persis seperti apa yang telah dilakukan pada keluarganya itu, apalagi dia di bantu oleh alter ego itu, dia banar-benar menakutkan Zee, jadi tolong pikirkan hal ini baik-baik" Xeno mengatakan pendapatnya dengan serius.
Xeno yang awalnya sangat setuju untuk menjadikan Quirin pendamping hidup Zee, kini mulai meragukan penilaiannya sendiri, karena setelah melihat penyiksaan yang telah dilakukan Quirin pada keluarganya sendiri membuat Xeno mulai tidak menyukai Quirin.
Saat Quirin menyiksa orang lain, Xeno menganggap itu hal biasa, dan saat mengetahui dari Al bahwa yang menaruh racun di tangan nyonya Alister adalah perbuatan Quirin, Xeno juga menganggap itu adalah hal yang wajar, karena ia tau Quirin pasti akan membalaskan dendam terhadap ibu tiri yang telah menyiksanya. Tapi, yang sekarang dia bunuh adalah nenek sendiri, ibu dari ayah kandungnya, pantaskah wanita tua itu mendapat penyiksaan sekeji itu?.
Zee menatap kearah Xeno, ia melihat Xeno sedang mengerutkan alisnya hingga kedua alis itu hampir menyatu "tidak perlu khawatir, semua ini dalam kendaliku dan juga aku pasti akan berpikir selangkah darinya" Zee sangat mengerti perasaan Xeno, karena temannya itu pasti sedang mengkhawatirkan dirinya.
#Flashback on
Awalnya Zee sangat mengkhawatirkan kondisi Quirin, ia meminta anak perusahaannya melacak rumah Quirin agar mengetahui apakah disana memiliki Cctv atau tidak, para anak buahnya menemukan seluruh rumah itu terdapat Cctv. Zee tidak membuang-buang waktu disaat itu juga ia memerintahkan mereka untuk tidak membuka Cctv rumah itu, karena hanya ia yang boleh membuka Cctv itu sendiri.
Zee yang sedang rapat, langsung menghentikan rapat dan langsung pergi ke kantornya, ia yang memang mempunyai keahlian dalam bidang komputer langsung membuka Cctv mansion keluarga Alister, sedangkan Xeno yang sedikit heran dengan sikap Zee hanya bisa mengikutinya dari belakang.
Zee duduk di depan meja kerjanya dan dengan segera menekan keyboard komputer miliknya. Ia langsung membuka Cctv rumah keluarga Alister dan mencari keseluruh ruangan melalui Cctv itu, kedua matanya terpaku pada sosok wanita yang sedang menghancurkan kaki Juan.
Xeno yang berada di belakang Zee hampir mengeluarkan kedua bola matanya itu "astaga, dia wanita yang sangat menyeramkan" gumam Xeno sambil menutup matanya dengan satu tangan namun dia membuka sela-sela jari itu dan masih bisa melihat layar dengan jelas.
Zee menyaksikan penyiksaan itu dengan tersenyum tipis "kau menyukai wanita gila seperti itu?, aku benar-benar tidak habis pikir" Xeno mengejek temannya karena menurutnya Quirin benar-benar menyeramkan.
"Jika kau mengatakan itu lagi maka aku akan segera mengirim mu ke afrika" ucap Zee tanpa melihat kearah Xeno
Bersambung ....
__ADS_1
Semua tulisan di atas hanya isi pikiran author saja 🙏 dan jangan lupa memberi dukungannya, seperti like dan coment agar author semakin bersemangat untuk menulis ceritanya 🙏 terimakasih 🙏