Another Person Life

Another Person Life
Menghantam Jantung Lura


__ADS_3

Setelah berpikir panjang, Xeno tersenyum smirk dan bergumam "aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja Quirin"


Sedangkan Zee masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Quirin, Xeno yang mendengar suara mobil langsung tersentak kaget dan bergegas keluar dan melihat Zee sudah membawa mobilnya keluar dari rumah itu "mereka meninggalkanku disini?" gumam Xeno dengan tidak percaya.


Setelah mobil Zee sudah tak terlihat lagi, Xeno terlihat sangat kesal "aku tau, pasti wanita itu yang menghasut Zee untuk meninggalkanku disini" ucap Xeno sambil mengepalkan kedua tangannya.


Xeno yang sudah menanamkan kata-kata kejam didalam kepalanya tidak akan pernah bisa melihat kebaikan di dalam diri Quirin, ia dibutakan oleh kekejaman Quirin, baginya Quirin tidaklah pantas bersanding dengan Zee.!oo


Didalam mobil, Quirin hanya diam saja, ia tidak berniat mengajak Zee berbicara dan dalam hitungan menit mata Quirin mulai tertutup secara perlahan.


"Maaf karena sudah menyusahkan mu, aku sangat mengenal Xeno, dia bersikap seperti itu karena memiliki alasan, karena itu aku memperingati mu untuk tidak membunuhnya" batin Zee sambil melirik kearah Quirin yang sudah menutup matanya.


Setelah beberapa jam berlalu, mereka telah sampai didepan rumah keluarga Alister, Zee yang tidak ingin berlama-lama langsung memarkirkan mobilnya. Ketika ia melihat wajah Quirin, rasa kasihan muncul di hatinya, lalu Zee tidak berniat untuk membangunkan Quirin karena melihat wanita itu tengah tertidur pulas.


Akhirnya Zee keluar dan mengangkat tubuh Quirin, anehnya Quirin justru membenamkan wajahnya di dada bidang Zee. sedangkan Zee justru tidak merasa risih, ia bahkan terlihat sangat senang melihat Quirin sangat nyaman dalam dekapannya.


Zee mengetuk pintu dan saat pintu terbuka, terlihat pelayan Beymi yang terkejut melihat tuan muda yang sangat terkenal itu muncul di rumahnya sambil mengangkat tubuh Quiran.


"Tu-tuan muda" ucap Beymi gugup.


Calis dan Lura yang mendengar ucapan Beymi langsung menoleh kearah pintu, Lura sedikit terkejut melihat Zee berkunjung kerumahnya, tapi seketika senyuman itu berubah menjadi murung, Lura melihat Quirin berada dalam dekapan tuan muda yang sangat diincarnya.


"Kenapa kakak bisa bersama dengan tuan muda?" batin Lura kesal


Namun, Calis mengajak Lura untuk menyambut kedatangan Zee "tuan muda, selamat datang dirumah kami, tapi ... kenapa Quirin bersama tuan muda?" tanya Calis dengan sopan dan sambil tersenyum.

__ADS_1


Lura yang berada disamping Calis mulai tersenyum manis pada Zee, tapi Zee bahkan mengabaikan kedua wanita itu.


"Dimana kamar Quirin?" tanya Zee dengan datar sambil menoleh kearah Beymi.


Calis dan Lura tersenyum canggung, sedangkan


Beymi terkejut ketika Zee menoleh padanya, namun, saat Beymi ingin menjawab pertanyaan itu, Lura langsung menyingkirkan Beymi "aku akan mengantar tuan muda" ucap Lura dengan tersenyum manis.


Zee tidak ingin berlama-lama berada di rumah itu, ia menunggu Lura berjalan terlebih dahulu, tapi Lura justru melangkah pelan agar bisa berjalan sejajar dengan Zee, sedangkan Zee yang melihat pergerakan Lura mencoba memperlambat langkahnya agar Lura tidak berjalan disisinya.


Sebenarnya Zee mengetahui dimana letak kamar Quirin, tapi ia tidak ingin membuat orang-orang itu curiga padanya.


Lura yang melihat itu merasa sangat kesal karena seperti tidak dianggap oleh Zee "kenapa tuan muda bersikap seperti itu padaku?, tapi ketika bersama kakak dia bisa berubah begitu manis, seperti yang dilakukannya sekarang ini. Kenapa kakak selalu beruntung dalam berbagai hal"


Zee langsung masuk dan membaringkan tubuh Quirin, lalu ia juga tidak lupa menyelimuti tubuh kecil itu.


Lura benar-benar sangat iri melihat Quirin di perlakukan manis oleh Zee "kenapa bukan aku yang berada disitu?" batin Lura dengan mengepalkan kedua tangannya.


Ketika Zee beranjak, Lura melepaskan jari-jarinya dan kembali tersenyum. Lagi-lagi Zee bahkan tidak menoleh kearahnya, ia menatap lurus dan melangkah keluar dari kamar Quirin,


Lura yang melihat wajah datar itu, hanya bisa menghela nafas kasar, ia menutup pintu kamar Quirin lalu mengikuti langkah kaki Zee.


"Tuan muda, tunggu!" ucap Lura dengan berlari kecil.


Zee menghentikan langkah kakinya dan berbalik kebelakang, ia hanya melihat kearah Lura yang mulai mendekatinya.

__ADS_1


"Tuan muda, aku memberitahumu tentang rahasia kakak, dia dulunya sangat pembangkang, bahkan saat itu kakak suka bermain dengan beberapa pria, karena hal itu kakak di usir dari rumah, lalu kakak juga tidak berhenti di situ, dia membawa beberapa pria itu kedalam hotel dan tidur bersamanya" setelah mengatakan panjang lebar, Lura melihat Zee masih menatapnya dengan datar.


Melihat rencananya tidak berjalan lancar, Lura bahkan tidak berhenti sampai disitu. Ia berpikir untuk terus memfitnah Quirin di hadapan Zee agar Quirin di pandang sebelah mata oleh Zee, lalu dirinya bisa bersama dengan tuan muda kaya raya itu.


Ide licik terus bermunculan di dalam kepala Lura, tapi ia sedikit takut melihat tatapan datar Zee, Lura mengambil nafas dalam-dalam lalu mengutarakan seluruh isi kepalanya, "tu-tuan muda, aku memberitahumu hal ini karena tidak ingin menghancurkan reputasi tuan muda, kakak tidak sebaik yang tuan muda pikirkan" ucap Lura menampilkan wajah sedih dan menunduk.


Zee mengernyitkan dahinya "lalu menurutmu siapa yang bisa menyelamatkan reputasiku?, apakah yang kau maksud itu adalah dirimu?"


Seketika senyuman manis kini terbit di bibir Lura, lalu ia dengan cepat menengadahkan kepalanya "bu-bukan seperti itu tuan muda, tapi aku juga tidak menampik hal itu, jika kita bertanya pada orang, dan memberitahu mereka untuk memilih maka aku pasti lebih cocok bersanding dengan tuan muda di bandingkan dengan kakak yang memiliki reputasi buruk" ucap Lura dengan sedikit gugup.


"Apa kau yakin?" tanya Zee dengan sorot mata yang tajam.


Lura yang melihat tatapan itu bergidik ngeri, tatapan Zee sangat mirip dengan sebilah pisau, seolah tatapan itu akan di melayang padanya.


"Tatapan tuan muda sangat mengerikan, selangkah lagi, ya ... selangkah lagi aku bisa merebut tuan muda dari kakak" batin Lura


Dengan diselimuti rasa takut, Lura tetap mencoba memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari Zee "yakin tuan muda, jika tuan muda bersama ku, maka kedua perusahaan kita akan tetap bekerja sama dengan lancar"


"Bukankah kau sudah tidur dengan beberapa pria?, bagaimana wanita seperti itu bisa bersanding denganku?, bahkan reputasimu jauh lebih buruk daripada kakakmu" ucap Zee dengan datar dan kedua tangannya diselipkan di kedua saku celana.


Deg


Lura terpaku mendengar perkataan Zee, perkataan Zee seakan menghantam jantung Lura.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2