Another Person Life

Another Person Life
Keterkejutan Para Maid


__ADS_3

Semua orang tersentak kaget termasuk Quirin, mereka serempak menoleh karena Zee tiba-tiba berada dibelakang


Mereka tidak menyangka orang yang dibicarakan berada diantara mereka, entah dari kapan pria yang tidak di undang itu sudah berada disana


Lea tampak terdiam, ia sangat gugup karena tuan muda mendengarkan apa yang diucapkannya, bahkan sedang menatap Lea dengan tajam


"Aku sedang bertanya pada mu!" ucap Zee dengan dingin disertai sorot mata yang tajam


"M-maaf tuan muda" ucap Lea gugup sambil menunduk, Lea kembali diam, ia tidak tau harus berkata apa, karena dirinya saja takut untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Zee


Quirin melihat semua perdebatan mereka "Hei, hei tuan muda es, bisakah kau berbaring saja?, untuk apa kau berada disini?, kau sedang sakit tapi masih saja bisa memarahi orang, apa kau. tidak memikirkan kondisimu?" tanya Quirin dengan berbagai pertanyaan sambil menengahi perdebatan keduanya, ia tidak berniat untuk menolong Lea tetapi saat melihat wajah pucat Zee membuat dirinya menjadi khawatir


Zee beralih menatap Quirin "Aku merasa haus" ucap Zee dengan datar


"Benar dugaan ku, dia masih marah padaku" batin Quirin sedikit merasa bersalah


Quirin tidak memikirkan apapun, saat ini dirinya benar-benar khawatir, ia memikirkan jika menyuruh Zee kembali kekamar, kemungkinan dirinya mendapat penolakan


Tapi bukan Xura namanya jika tidak mencoba terlebih dahulu "Kau kembali saja kekamar, aku akan segera membawakannya untukmu" ucap Quirin sambil menyuruh Zee pergi sambil tersenyum


"Jika dia menolak maka aku akan pergi sekarang juga" batin Quirin sambil menatap Zee dengan lembut


Zee terdiam cukup lama, ia tetap melihat kearah Quirin, saat dirinya membuka mulut, maka mulut yang lainnya menganga dengan lebar dan bisa membuat yang lain mendadak terkena serangan jantung


"Baiklah" ucap Zee langsung menuruti perintah Quirin


Semua para maid merasa terkejut sambil membulatkan mata serta dengan mulut menganga dengan lebar, mereka melihat perubahan sikap Zee secara drastis, mereka tidak menyangka sang tuan muda yang dikenal tidak suka diperintah oleh orang lain kini langsung bisa menuruti perintah dari Quirin begitu saja.


"Selamat, tidak jadi pergi dan aku juga bisa meminta pertolongannya" batin Quirin

__ADS_1


"Penjaga, tolong bantu aku antarkan tuan muda es ini, aku sedang tidak bisa mengantarnya, karena pekerjaanku belum selesai" ucap Quirin kembali bergelut dengan masakannya


"Baik nona" ucap Felix sambil membungkuk sedikit


Felix beralih berbalik untuk menghadap Zee "mari tuan muda" ucap Felix sambil rentangkan satu tangannya sambil membungkuk


Zee melangkah meninggalkan Quirin dan yang lainnya, sedangkan para maid masih dalam keterkejutan masing-masing.


Quirin menyelesaikan masakannya, lalu menyajikannya di piring "Selesai!" ucap Quirin sambil mengambil seteko air


Saat Quirin berjalan, Lea menyadari jika Quirin akan melewati dirinya, ia memajukan satu kakinya untuk mengerjai Quirin, namun Quirin menyadari siasat dari Lea


Begitu Lea memulai aksinya, Quirin tersenyum smirk dan langsung menginjak kaki Lea dengan memakai tenaga lalu menekan dengan tumit kakinya


Arrrghhhhhhhh


Teriakan itu membuat semua orang tersentak kaget dan kembali terkejut, mereka melihat lea berjongkok dibawah kaki Quirin


"Lea!" teriak Alica


Mereka menghampiri Lea, ia juga ikut berjongkok lalu melihat kearah Quirin "Nona, tolong lepaskan Lea" ucap Alica dengan memohon


"Lain kali, gunakan akalmu untuk melawanku, aku diam bukan berarti bisa ditindas sesukamu" ucap Quirin tanpa melihat kebawah sambil berlalu pergi dengan membawa satu nampan berisikan makanan dan minuman


"Sialan" batin Lea


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Alica sedikit khawatir


"Kakiku sangat sakit, dia benar-benar tidak cocok untuk tuan muda" ucap Lea dengan mengeluarkan air matanya

__ADS_1


"Apa kau yang memulainya?" selidik Alica sambil mengernyitkan dahinya


"T-tidak, aku bahkan tidak melakukan apapun padanya" ucap Lea gugup sambil menunduk


"Jangan sampai mereka mengetahuinya" batin Lea


"Apa benar seperti itu?" batin Alica


"Jahat sekali dia, jika benar seperti itu, maka aku juga tidak merestui dirinya dengan tuan muda" ucap Esme mulai ikut terhasut dengan ucapan Lea


"Segera obati kakimu, jika dibiarkan maka akan semakin sakit" ucap Daisy menengahi mereka


Bersambung ...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2