Another Person Life

Another Person Life
Membandingkan


__ADS_3

Quirin terus menatap Feryun, bahkan ia tak berkedip ketika memandang Feryun, "A-apa yang kakak katakan?, apa semua itu benar?," tanya Quirin memastikan ucapan sang kakak.


Feryun melirik kearah Quirin, "Aku pernah membayar mata-mata di dalam mansion Alpha, jadi aku sedikit mengetahui seluk beluk keluarganya," jelas Feryun pada Quirin.


"Tapi dia tidak mengatakan apa-apa padaku kak, wajar saja jika aku marah padanya," ucap Quirin sambil menundukkan kepalanya.


Feryun terlihat melirik Quirin dengan tajam, bahkan tatapan itu seolah tidak menyukai sikap adiknya yang satu ini, "kalau itu Xura, dia tidak akan mengeluh seperti mu, dia akan memikirkan cara untuk mengatasi masalahnya sendiri," ucap Feryun yng tanpa sengaja membandingkan adiknya dengan Xura.


Quirin yang mendengar itu merasa sangat terkejut, ia pun kini mendongakkan wajahnya dan menatap sang kakak.


"Apa kakak masih memikirkannya?," tanya Quirin dengan jantung yang mulai berdetak kencang.


"Tentu saja, ketika aku ingin menyelamatkan Kiryu sendirian, dia menawarkan diri untuk membantuku serta membuat rencana sendirian, dia bahkan mampu membuat Zee mengikutinya, bukankah kau sudah tau siapa Zee?, aku bahkan berpikir jika itu dirimu, kau tentu tidak akan mampu meluluhkan hati Zee" ucap Feryun yang kembali menyesap kopinya.


"Aku ini adikmu!, tapi kenapa kau tidak membela ku?!" teriak Quirin dengan kesal.


"Jika dilihat dari bentuk wajahmu, orang bahkan tidak percaya bahwa kau adalah adikku, tapi bukan itu dari inti pembicaraan ini, aku hanya ingin kau tidak memikirkan dirimu saja, tapi cobalah berpikir untuk orang-orang di sekitarmu, seperti apa yang di lakukan Xura," ucap Feryun yang meninggal Quirin di ruangan itu sendirian.


"Kenapa kakak tiba-tiba membandingkan aku dengan Xura?," gumam Quirin dengan kesal.


Tiba-tiba saja, ia teringat dengan keluarganya yang lain, ia teringat bahwa blm mengunjungi keluarga yang ada di Inggris, "sepertinya aku harus pergi untuk melihat keadaan paman dan juga ayah," gumam Quirin sambil kembali ke kamar dan mulai mengemasi barang-barang miliknya.


Quirin keluar dan tidak lupa menulis sebuah note, lalu ia menatap kamar sang kakak dari bawah dan bergumam "terimakasih karena sudah merawat ku beberapa hari ini," lalu Quirin melangkahkan kakinya keluar mansion.


Lalu beberapa bawahan Feryun mengantar kepergian Quirin dan mereka menyiapkan sebuah jet pribadi.


Setelah kepergian Quirin, para bawahan itu menghubungi Feryun dan mengatakan bahwa Quirin pergi ke Inggris.


Feryun yang mendengar itu kini tengah memegang kepalanya.

__ADS_1


"Aku sangat senang jika Xura masih menjadi adikku, dia berani dan tangguh, hal itu benar-benar membuatku sangat menyukainya. Sangat berbeda dengan Quirin, dia orang yang selalu saja mengeluh dan hal itu membuat kepalaku terasa sangat sakit. Aku bahkan sangat bersyukur ketika dia pergi dari mansion ku," gumam Feryun sambil menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur. Lalu mata itu pun mulai tertutup secara perlahan.


...****************...


Di Inggris, Grizo tampak terlihat sudah pulih, tapi ia masih tidak ingin pergi ke perusahaan, di karenakan masih terbayang oleh kejadian-kejadian yang ada di mansion nya itu.


"Kapan kau akan menemui ku lagi nak?" gumam Grizo yang berada di kamarnya sambil memeluk foto keluarga yang berisikan Arcy, Quirin dan dirinya, ia bahkan terus bergumam hal yang sama dengan menitikkan air matanya.


"Aku ingin sekali melihat mu nak, apa kau tidak ingin kembali pada ku?," gumam Grizo dengan air mata mengalir yang di penuhi oleh penyesalan yang mendalam.


Sedangkan Keluarga Vermilion, mereka sama sekali tidak pernah mengunjungi Grizo, bahkan mereka tidak pernah menganggap manusia itu ada.


Tapi Jay tetap membiarkan pria tua itu untuk tetap tinggal di mansion kakaknya, karena ia juga menyadari kesalahan yang tak pernah bisa menemukan sang kakak dan harus berakhir dengan pria seperti Grizo.


Setelah beberapa jam berlalu, Quirin tiba di inggris, ia turun dari jet pribadi milik sang kakak dan menghirup udara Inggris.


Para bawahan yang ada di Inggris sudah mendapat perintah Feryun untuk mengantar Quirin ke mansion Vermilion.


Quirin bahkan terlihat sudah tidak kaget lagi dengan para bawahan itu, ia memberikan tasnya pada mereka dan berjalan bak model.


Orang-orang yang ada di bandara kini melihat kearah Quirin, mereka terlihat binggung melihat seorang wanita di kelilingi oleh pria berbadan kekar.


"Kenapa dulu aku tidak pernah merasakan seperti ini?, padahal melihat mereka kagum padaku adalah hal yang sangat aku inginkan," batin Quirin yang merasa sangat menikmati kemewahan yang di berikan padanya.


Walau Quirin sudah memberikan punya ibunya pada Xura, tapi tidak membuat Quirin menjadi miskin, karena ia masih bisa menikmati harta kekayaan sang paman dan sang kakak.


Ia bahkan di perlakukan bak ratu oleh feryun, jadi ia tidak mempermasalahkan tentang harta ibunya yang harus di serahkan kepada Xura.


Di dalam mobil, Quirin tampak memandang keluar kaca, "aku sangat merindukan ayah, bagaimana kabarnya sekarang?, apa dia baik-baik saja?," gumam Quirin sambil termenung

__ADS_1


Ia dulu sangat tidak perduli dengan perlakuan kasar sang ayah, ia bahkan amat sangat menyangka Grizo, karena dulu ia berpikir bahwa Grizo adalah satu-satunya keluarga yng di milikinya.


Bahkan sampai dirinya sudah mengetahui fakta bahwa ia memiliki keluarga yang lain, kasih sayangnya ada Grizo bahkan tidak pernah luntur.


"Ayah tetap lah ayahku, walau kau tidak pernah memperdulikan ku, tapi aku tetap akan sangat menyayangimu," gumam Quirin sambil menutup matanya.


Setelah sampai di mansion Keluarga Vermilion, Quirin turun dengan tersenyum bahagia, ia pun datang dengan memberi kejutan pada mereka.


"Paman, bibi, Rea," ucap Quirin dengan kuat sambil berjalan masuk kedalam mansion.


Ketiga orang yang ada di dalam menoleh kearah pintu, wajah ketiganya terlihat sangat senang.


"Quirin" ucap Amber dan Jay.


"Kakak" ucap Rea yang langsung berdiri sambil berlari menghampiri Quirin dan menghamburkan pelukannya pada Quirin.


Jay dan Amber merasa sangat senang melihat Quirin mengunjungi mereka, keduanya menghampiri Quirin, "kenapa kau ada di sini?, bukankah kau sedang masa pemulihan di mansion Alpha?," tanya Jay.


Quirin yng mendengar perkataan itu mulai menundukkan kepalanya, "Untuk sementara aku tidak ingin melihatnya paman," ucap Quirin dengan pelan.


Jay, Amber dan Rea terkejut mendengar perkataan itu, lalu Rea melepaskan pelukannya dari Quirin. "Tapi, kenapa kak?," tanya Rea dengan binggung.


"Dia menukar wajahku sama persis seperti mantan tunangannya yang sudah meninggal," gumam Quirin lagi.


Rea mengeryitkan dahinya "lalu apa masalahnya?," tanya Rea yang benar-benar kebingungan.


Quirin yang mendengar perkataan itu menoleh kearah ketiga orang itu, "kau tanya kenapa?, dia tidak memberitahuku tentang hal itu, bahkan aku mengetahui hal ini ketika para pelayan itu menyuruh Alpha untuk mengatakannya padaku," ucap Quirin sambil melihat ketiga orang itu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2