Another Person Life

Another Person Life
Menguji Kai


__ADS_3

Di tempat Quirin, walau Cassi belum membuka matanya, namun Quirin terus saja membuat suara yang bisa merusak telinga.


Quirin yang melihat Cassi tidak bangun justru terlihat kesal "Cih, dia tidur seperti orang mati" gumam Quirin sambil berdecih.


Sedangkan Xeno dan Zee yang mendengar penuturan itu memutar bola mata dengan malas "ketika dia berbicara, dia bahkan tidak pernah memikirkan perkataannya itu, apa dia tidak sadar bahwa dirinya juga tidur seperti orang mati?" batin Xeno.


Cassi yang merasa sangat terganggu kini membuka matanya secara perlahan, ia juga merasakan hawa panas di sekelilingnya.


Mata yang awalnya terlihat sangat kelelahan kini terbuka dengan lebar.


"Api!, api!" teriak Cassi.


Ketika ingin bergerak, Cassi merasakan kulit kakinya sudah menyentuh lelehan lilin.


Arrgghhhh


Cassi berteriak dengan sangat kuat, namun ia tidak melihat siapapun di sekelilingnya.


"Tolong!" teriak Cassi dengan sekuat tenaga.


Namun tidak ada yang mendengar perkataan Cassi, dan tiba-tiba saja Cassi mendengar suara wanita "percuma saja berteriak, karena tidak ada siapapun yang akan menolong mu" ucap Quirin.


Cassi yang mendengar itu mulai melihat di atas kepalanya, ternyata disana terdapat 5 orang yang tengah menonton dirinya.


Cassi tidak mengenal tiga orang lainnya selain Zee dan Quirin. "Kalian!" teriak Cassi dengan mata melotot yang seakan ingin keluar dari sarang nya.


"Hahaha ... ini sangat menyenangkan, bagaimana bisa orang seperti mu berakhir mengenaskan seperti ini?" tanya Quirin sambil tertawa keras.


"Ka-kau!, aargghhhh" teriak Cassi dengan marah, namun lelehan lilin kembali mengenai kulitnya tapi kali ini di bagian tangan hingga membuat Cassi berteriak kuat.

__ADS_1


"Haha ... bagaimana rasanya?, apa kau merasakan sakit?" awalnya Quirin tertawa lalu ia menatap Cassi dengan tajam dan berbicara dingin.


Feryun dan Kiryu bahkan terkejut melihat perubahan wajah Quirin yang sangat singkat "bibi, kau sangat luar biasa, dia bahkan bisa menukar ekspresinya dengan kedipan mata" batin Feryun.


"Seluruh keluarga bos sungguh sangat menyeramkan, mereka semua bisa menukar ekspresi dalam sekejam mata, jika itu orang lain, mereka harus belajar mengubah ekspresi seperti itu seumur hidup" batin Kiryu.


"Siapa kalian?, kenapa kalian melakukan ini padaku?" tanya Cassi dengan berteriak.


"Kau akan segera tau jika kita sudah berkumpul" ucap Quirin sambil tersenyum smirk.


Zee dan Xeno hanya menonton, mereka berdua ingin melihat seperti apa permainan yang akan di lakukan oleh Cassi, karena dari awal, perbuatan Quirin sangatlah berbeda untuk Cassi.


Jika itu orang lain, maka akan langsung merasa jijik, tapi berbeda dengan Zee dan Xeno, mereka bahkan menganggap hal itu sudah biasa untuk mereka.


"Berkumpul?, dengan siapa?" tanya Cassi yang sempat berpikir sebentar.


"Kekasihmu" jawab Quirin dengan santai sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Oh no ... no, siapa yang mengatakan itu?, kesalahanmu dan kesalahannya tidak bisa aku maafkan, bahkan kesalahan mu bukan hanya itu saja, sebentar lagi kau akan melihat dengan jelas, orang seperti apa yang akan mengambil nyawamu" ucap Quirin dengan menatap Cassi dengan datar.


Feryun bisa melihat di dalam mata Quirin tidak terlihat adanya amarah, adiknya itu bahkan bisa mengontrol amarahnya dengan baik.


"Apa aku tidak salah melihat?, dia mengendalikan emosinya seperti orang yang sangat profesional. Sekarang aku bahkan bertanya-tanya, sudah berapa banyak dia membunuh manusia?" batin Feryun sambil memperhatikan adiknya itu.


"Kau gila!, aku bahkan tidak pernah bertemu dengan mu, jadi bagaimana mungkin aku bis berurusan dengan orang gila sepertimu!" teriak Cassi sambil meringis kesakitan karena pakaian yang menyelimuti punggungnya sudah terbakar dan mulai mengenai kulit Cassi.


"Lepaskan aku!" teriak Cassi dengan amarah yang menggebu-gebu.


Quirin menatap Cassi dengan datar, lalu ia pun mengambil semua jarum dan menusukkannya di mulut Cassi.

__ADS_1


Eeeemmmm


Cassi berteriak kesakitan, tapi ia tidak bisa membuka mulutnya karena Quirin sudah menutup ujung bibirnya dengan satu jarum yang tertancap di sana.


"Diam lah, lebih baik kita menonton pertunjukan yang lebih menarik" ucap Quirin sambil menyalakan sebuah rekaman yang menunjukkan Kai telah datang ke alamat yang mereka berikan.


"Waw, ternyata dia sangat mencintaimu sehingga dia pun menjemputmu dengan suka rela" ucap Quirin sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Tapi ... "


Cassi melototkan matanya ketika Kai baru saja melangkah tiba-tiba terdapat seekor lintah yang jatuh dari atas pohon dan menempel di tangan Kai.


Kai yang tidak menyadari itu langsung saja berjalan masuk kedalam, dan tanpa di sadari bahwa setiap Kai melangkah, terdapat satu persatu lintah yang berjatuhan.


Kini di seluruh pakaian Kai terdapat lintah yang sangat banyak, ketika Kai merasakan ada sengatan, ia pun langsung melihat ke tubuh nya dan saat itu juga Kai berteriak kuat dan langsung membuang jas dan kemeja yang sedang di kenakan nya.


"Arghhhh"


"Tentu saja untuk menyelamatkanmu bukanlah hal yang bisa di gapai dengan mudah oleh dirinya" lanjut Quirin yang sudah sangat puas melihat Kai berteriak dengan ketakutan.


Saat kai melepas pakaiannya, ia melihat ada beberapa lintah yang sudah menggigitnya, Kai yang melihat itu sedikit panik.


"Sialan!, hutan ini bukan area lembab, jadi bagai mana mungkin ada lintah di mana-mana" gumam Kai sambil mencoba melepaskan lintah itu satu persatu dari tubuh nya.


Cassi yang melihat perjuangan Kai merasa sangat kasihan, ia bahkan sedikit merasa bersalah karena ia mengingat bahwa dirinya terus membuat Kai merasa tidak di hormati.


Cassi pun mulai menitikkan air matanya, sedangkan Quirin terus menatap fokus kearah layar, ia tidak menyangka bahwa Kai sangat memperjuangkan Cassi.


"Aku akan menguji mu sampai kau menyerah dengan sendirinya dan memilih untuk mati!" batin Quirin yang sudah mengepalkan kedua tangannya kuat.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2